>No.8 Cowok hutan
>No.9 Cowok Sableng
Nih ada tambahan
Tipe ke 10 : COWOK yang Salah satu keluarganya menderita gangguan
jiwa/Psikosa atau mempunyai penyakit keturunan (Lemah Mental/kecerdasan
{Idiot Imbisil}, kencing manis, lemah jantung, kanker turunan, dll). Faktor
BIBIT BEBET BOBOT
Cowok type ini mungkin normal-normal saja, Cowok ini sebenarnya bukan gak
laku atau gak ada peminat. Ada yang bermuka cakep, ada juga yang jelek, akan
tetapi masalah keturunan/bibit yang menghalanginya.
Masalahnya mungkin salah satu dari orang tuanya, kakek/nenek, adik/kakaknya,
paman/bibinya mengalami gangguan jiwa/Psikosa atau mempunyai penyakit
keturunan (Lemah Mental/kecerdasan {Idiot Imbisil}, kencing manis, lemah
jantung, kanker turunan, dll)
Lingkungan/Masyarakat selalu memandang jika ada salah satu anggota keluarga
yang punya kelainan jiwa/penyakit keturunan, maka seluruh anggota keluarga
itu dianggap cacat secara "BIBIT". Setiap orang tua yang akan menikahkan
anaknya pasti selalu akan melihat faktor BIBIT BEBET BOBOT, dan melihat
calon menantu, dari ujung rambut ke ujung kaki. Jika faktor BIBIT dinilai
cacat, mereka tak akan mau menerima calon menantu, takut anaknya menderita
atau calon cucu yang akan dilahirkan akan mendapatkan kegilaan/ penyakit
turunan seperti yang ada dalam garis keturunan keluarga calon menantu.
Contoh Kasus :
Aku adalah contoh dari tipe diatas, Menurut Penilaianku terhadap diriku
sendiri (Range A+ sd E-)
Kecerdasan A-, Gelar S1, Tampang B, Postur Tubuh B+, Kesehatan A-, Nafsu A+,
Kekayaan Ayah B+ .
Tapi Masalahnya mamaku pernah menderita gangguan jiwa, tapi sekarang sudah
sembuh, tapi tetap harus mengkonsumsi sedikit obat penenang.
Usiaku sekarang 23 tahun, aku belum pernah pacaran, walaupun dari dulu aku
ingin. Dari SMA aku terus memendam perasaan waktu aku suka sama seorang
cewek, ya paling-paling setengah tahun setelah itu perasaan itu hilang
dengan sendirinya. Ketika aku kuliah semester 7 aku merasa suka pada seorang
cewek, dan dia juga sering mencuri pandang ke arahku, tapi aku pura-pura
cuek aja nggak tahu, aku terus memendam perasaan itu, sambil berusaha keras
melupakan dia.
Tetapi anehnya tidak seperti rasa sukaku yang terakhir waktu kelas 3 sma,
rasa itu bisa hilang begitu aku berpisah dan kuliah di kota lain. Perasaan
yang sekarang ini begitu kuat dan terus membayangi pikiran dan perasaaanku.
Walaupun hampir 1 tahun aku nggak pernah ketemu dia, aku masih terus
memikirkan dia setiap waktu, sekeras apapun aku berusaha melupakan dia. Aku
sudah pernah mengungkapkan perasaanku padanya lewat email, dan beberapa kali
mengirim email iseng kepadanya dengan pengirim
"[EMAIL PROTECTED]". Sampai suatu saat dia reply mail "kamu siapa
sih ? aku paling tak suka orang seperti ini, COWARD."
Aku bertanya kepada diriku, Apakah aku seorang pengecut ? Tidak Jawabku !
Kalau saja aku memiliki faktor BIBIT BEBET BOBOT yang normal, aku tak akan
memakai cara seperti itu, dan aku akan tetap mengejarnya walau dia sudah
punya cowok.
Di ulang tahunku ke 21 aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tak
akan menikah. Aku telah banyak mempertimbangkan untung ruginya tak menikah.
Ruginya : Alone, tidak akan pernah berbagi, Tak ada yang akan diperjuangkan,
dll.
Salah satu sebab aku mengambil keputusan itu adalah putusnya hubungan cinta
adik perempuanku dengan pacarnya yang dibina dari SMA, karena
ketidaksetujuan Orangtua cowoknya karena dia tahu tentang mama kami.
Aku tidak mau jika sudah menikah, waktu ribut pasanganku berkata "sudah
jangan banyak bertingkah, masih untung dulu aku mau menikah sama kamu, anak
orang gila"
Kenapa aku tak mau berpacaran ?
Buat apa pacaran kalau sudah tahu tidak akan menikah, hanya akan menyakiti
diri sendiri dan pasangan jika kita putus, karena memang tak akan
dilanjutkan ke jenjang perkawinan.
Walaupun papaku terus menerus menyuruhku mencari pendamping, dan
teman-temanku bilang aku gay lah, dingin sama ceweklah, aku tetap cuek. Aku
tidak mau terlalu akrab dgn cewek karena aku takut kalau suatu saat aku
jatuh cinta lagi. Aku malas jatuh cinta lagi, It's hurts.
Jika Aku akan berpacaran, aku mau mengungkapkan kekuranganku itu di awal
hubungan, sebab di awal lebih fair, daripada di tengah atau akhir hubungan.
Tapi nanti pasti lucu waktu nembak bilang begini "Aku suka kamu, Kamu mau
nggak jadi pacarku ? Tapi mamaku punya kelainan jiwa, mau ngak kamu menerima
kekuranganku ?"
Mungkin ada cewek yang mau dengan kekuranganku ini (kalau sudah cinta mati)
tapi orang tuanya pasti tak boleh dengan alasan BIBIT BEBET BOBOT.
Aku tak menyalahkan Tuhan, keluargaku, mamaku atau siapapun juga akan
nasibku, mungkin tuhan punya rencana indah untukku lewat nasibku itu.
Bagi orang lain yang mengalami nasib seperti ini : "You're not alone"
Till modems do us part
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com