Karin ikutan yah..

> Lingkungan/Masyarakat selalu memandang jika ada salah satu anggota
> keluarga
> yang punya kelainan jiwa/penyakit keturunan, maka seluruh anggota keluarga
> itu dianggap cacat secara "BIBIT". Setiap orang tua  yang akan menikahkan
> anaknya pasti selalu akan melihat faktor BIBIT BEBET BOBOT, dan melihat
> calon menantu, dari ujung rambut ke ujung kaki. Jika faktor BIBIT dinilai
> cacat, mereka tak akan mau menerima calon menantu, takut anaknya menderita
> atau calon cucu yang akan dilahirkan akan mendapatkan kegilaan/ penyakit
> turunan seperti yang ada dalam garis keturunan keluarga calon menantu.

Ini keliatannya sangat ekstrim, walaupun bukan berarti Karin bilang nggak
ada yang kayak gini. Tapi coba deh kita liat lebih lanjut.

> Tapi Masalahnya mamaku pernah menderita gangguan jiwa, tapi sekarang sudah
> sembuh, tapi tetap harus mengkonsumsi sedikit obat penenang.

Mudah2xan mama kamu terus baik2x aja dan bertambah baik, Karin doain deh.

> Usiaku sekarang 23 tahun, aku belum pernah pacaran, walaupun dari dulu aku
> ingin. Dari SMA aku terus memendam perasaan waktu aku suka sama seorang
> cewek, ya paling-paling setengah tahun setelah itu perasaan itu hilang
> dengan sendirinya.

Wajar kan kayak gini ? Karin rasa nggak ada yang aneh dari cerita kamu.

> Ketika aku kuliah semester 7 aku merasa suka pada seorang
> cewek, dan dia juga sering mencuri pandang ke arahku, tapi aku pura-pura
> cuek aja nggak tahu, aku terus memendam perasaan itu, sambil berusaha
> keras
> melupakan dia.
> Tetapi anehnya tidak seperti rasa sukaku yang terakhir waktu kelas 3 sma,
> rasa itu bisa hilang begitu aku berpisah dan kuliah di kota lain. Perasaan
> yang  sekarang ini begitu kuat dan terus membayangi pikiran dan
> perasaaanku.
> Walaupun hampir 1 tahun aku nggak pernah ketemu dia, aku masih terus
> memikirkan dia setiap waktu, sekeras apapun aku berusaha melupakan dia.
> Aku
> sudah pernah mengungkapkan perasaanku padanya lewat email, dan beberapa
> kali
> mengirim email iseng kepadanya dengan pengirim
> "[EMAIL PROTECTED]". Sampai suatu saat dia reply mail "kamu
> siapa
> sih ? aku paling tak suka orang seperti ini, COWARD."

Karin juga penah nih, jadi korban model beginian, tapi ternyata bukan secret
admirer beneran, melainkan ada temen Karin yang iseng, untung Karin belum
terpengaruh :)

> Aku bertanya kepada diriku, Apakah aku seorang pengecut ? Tidak Jawabku !
> Kalau saja aku memiliki faktor BIBIT BEBET BOBOT yang normal, aku tak akan
> memakai cara seperti itu, dan aku akan tetap mengejarnya walau dia sudah
> punya cowok.

Kalau Karin bilang sih kamu nggak perlu jadi rendah diri karena masalah ini.
Apa kamu pikir 'tipe ke 10' seperti yang kamu bilang di atas itu berlaku
pada semua orang ? Menurut Karin sih enggak. Karin malah percaya bahwa
semakin lama jaman semakin maju sehingga hal2x seperti ini tidak akan
terlalu berpengaruh. Kaum cewek pun Karin yakin udah banyak berubah saat
ini, terutama yang punya latar belakang pendidikan yang cukup tinggi.
Rasanya sih kaum cewek juga nggak akan sesederhana itu dalam menilai cowok

> Di ulang tahunku ke 21 aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku
> tak
> akan menikah. Aku telah banyak mempertimbangkan untung ruginya tak
> menikah.
> Ruginya : Alone, tidak akan pernah berbagi, Tak ada yang akan
> diperjuangkan,
> dll.

Coba kamu pikirin lagi baik2x, banyak sekali hal2x yang kamu 'miss' kalau
kamu nggak menikah, sekarang sih saat masih muda kamu pikir kamu bisa dengan
mudah survive walau hanya sendirian. Tapi coba saat usia kamu nanti sekitar
50-60, kamu pikir kamu nggak akan kesepian ? Selain itu dengan berjanji
nggak akan menikah kamu udah membuat seorang wanita yang udah ditakdirkan
jadi jodoh kamu terpaksa nggak berpasangan dengan jodohnya, atau malah nggak
menikah juga.. kamu nggak kasian sama dia ? Kamu percaya kan bahwa setiap
manusia di dunia ini sudah diatur jodohnya oleh Yang Maha Kuasa ?

> Salah satu sebab aku mengambil keputusan itu adalah putusnya hubungan
> cinta
> adik perempuanku dengan pacarnya yang dibina dari SMA, karena
> ketidaksetujuan Orangtua cowoknya karena dia tahu tentang mama kami.
> Aku tidak mau jika sudah menikah, waktu ribut pasanganku berkata "sudah
> jangan banyak bertingkah, masih untung dulu aku mau menikah sama kamu,
> anak
> orang gila"

Coba rasa percaya diri kamu ditambah deh, kamu kan udah bergelar sarjana,
Karin rada heran pikiran kamu keliatan agak terlalu sempit dalam hal ini.
Kalau adik kamu mengalami seperti ini, berarti cowok itu memang bukan
jodohnya kan ? Makanya oleh Tuhan nggak dikasih adik kamu terus sama dia,
demikian juga dengan kamu, harus berani coba dong, itulah gunanya pacaran.
Kalau masih pacaran dan ada kecenderungan bahwa pacar kamu memang ada
kemungkinan untuk berkata seperti ini dan kamu nggak mau mendengarnya, ya
kamu tinggal putusin kan ? Apa Karin salah ?

> Kenapa aku tak mau berpacaran ?
> Buat apa pacaran kalau sudah tahu tidak akan menikah, hanya akan menyakiti
> diri sendiri dan pasangan jika kita putus, karena memang tak akan
> dilanjutkan ke jenjang perkawinan.

Ini sih alasannya betul, hanya keputusan kamu untuk tidak menikah itu yang
kalau bisa kamu pikirkan lagi baik2x

> Walaupun papaku terus menerus menyuruhku mencari pendamping, dan
> teman-temanku bilang aku gay lah, dingin sama ceweklah, aku tetap cuek.
> Aku
> tidak mau terlalu akrab dgn cewek karena aku takut kalau suatu saat aku
> jatuh cinta lagi. Aku malas jatuh cinta lagi, It's hurts.

Cinta itu selalu bikin sakit kok, percaya sama Karin, kalau ada orang yang
udah merasa pernah jatuh cinta tapi belum pernah ngerasain sakit-nya, pasti
dia belum ngerasain cinta yang betul2x. Bener nggak temen2x ?

> Jika Aku akan berpacaran, aku mau mengungkapkan kekuranganku itu di awal
> hubungan, sebab di awal lebih fair, daripada di tengah atau akhir
> hubungan.
> Tapi nanti pasti lucu waktu nembak bilang begini "Aku suka kamu, Kamu mau
> nggak jadi pacarku ? Tapi mamaku punya kelainan jiwa, mau ngak kamu
> menerima kekuranganku ?"

Yah, cara orang memang beda2x. Kalau kamu yakin hanya dengan cara seperti
ini kamu bisa dapet jodoh kamu, ya kerjain aja. Tapi pikirin bener2x apa
memang ini satu2xnya jalan yang bisa ditempuh.

> Mungkin ada cewek yang mau dengan kekuranganku ini (kalau sudah cinta
> mati)
> tapi orang tuanya pasti tak boleh dengan alasan  BIBIT BEBET BOBOT.

Ini yang Karin bilang tadi. Percaya aja bahwa kalau udah jodoh Tuhan akan
kasih kelapangan buat kita. Jangankan orang tua yang nggak setuju, hal2x
lain yang lebih beratpun akan bisa diatasi kalau memang udah takdir.

> Aku tak menyalahkan Tuhan, keluargaku, mamaku atau siapapun juga akan
> nasibku, mungkin tuhan punya rencana indah untukku lewat nasibku itu.

Bagus kalau kamu percaya ini, tapi jangan menyerah dong ! Berbuatlah
sesuatu, supaya kamu dapet apa yang kamu maui. Kamu akan jadi seorang cowok
yang pada usia 30-an akan hidup di abad 21 yang penuh dengan tantangan, masa
iya kamu menyerah pada keadaan yang sulit ? Hidup itu memang nggak gampang,
hidup itu sulit dan penuh tantangan, dan karena itulah kita harus berjuang
untuk mengatasinya.


=Karin=





Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke