At 01:38 AM 5/7/99 +0700, What Is A Name wrote:

>Kemudian ada pasien negro yang jadi pasiennya, si negro itu sudah tahu bahwa
>ia akan mati. Dokter tidak menemukan penyakit, dan si negro itu sering
>datang ke klinik untuk datang bercerita tentang hidupnya. Si negro

Wah, dulu saya kira dia itu janitor. Soalnya kalau benar dia pasien, masak
pas daftar ke rumah sakit nggak nulis nama belakangnya... sampai saat
upacara penguburan nggak ada yang tahu nama belakangnya. 


>Ia menasehati doctor yang juga akan memilih Living single, tentang
>pengalaman dan penyesalannya akan pilihannya. Sampai suatu saat dokter
>merasa si negro itu mengunjunginya tengah malam dan menasehatinya lagi.
>Ia bercerita pada perawat, tapi kata perawat si negro itu sudah meninggal
>kemarin.

Ehm... kayaknya kamu salah ingat deh. Dia datang duduk di kantor sang
dokter, dia berbaring di sofa, dokternya mengira dia sudah mati (dia sedang
menggigit donat dan membawa kopi, kopinya sampai tumpah saat dia melihat
black american itu), namun ternyata (saya sebut janitor aja deh, setahu
saya dia memang janitor rumah sakit itu) dia cuma berbaring.

>Nasihat roh si negro pada si dokter antara lain :

Ehm, dia sebenarnya masih hidup. =)

>"Don't be alone, if you don't have to."
>"It's easy to be alone, tetapi hidupmu akan kurang berarti"
>"Selama kita masih bisa saling merubah dengan gerak tubuh, kata, nasihat,
>we're not alone."

Nah, mereka ngobrol di kantor sang dokter, dan yang terakhir berbicara,
adalah si dokter itu sendiri. Sewaktu dia menengok sang janitor, ternyata
dia sudah tampak tertidur, tapi sewaktu sang dokter memeriksa nadi di
lehernya, dia sudah meninggal.

>Kemudian dia dan si perawat mengadakan upacara pemakaman bagi si negro,
>dengan menyewa pendeta pemakaman. Tidak ada yang datang waktu pemakaman,
>tidak ada yang menangisi, tidak ada yang merasa kehilangan, tidak ada yang
>memberikan penghormatan terakhir kecuali pendeta, dokter dan perawat.
>Itu adalah hal yang HILANG lain jika tak menikah.

Di akhir episode, terjadi sesuatu yang luar biasa. Turun salju di LA!

>Si dokter seperti mendapat pelajaran berharga, beberapa hari ia terus
>berpikir dan melamun,  mungkin ia sedang mempertimbangkan pilihan hidup dan
>komitmennya untuk living single.

Ini kayaknya sudah lanjut ke episode berikutnya ya?

I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR

Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke