D.E.S. wrote:
> 
> thanx atas koreksinya... analogi kabel tsb salah, gue emang waktu itu gak
> sempet mikirin ke urusan "ati" yang lebih mendalam.

It's ok, now we're talkin.. :-)
 
> curiga kan pasti ada alasannya, curiga tanpa alasan itu menuduh (tm).
> misalnya, si X pernah dihianati oleh pacarnya, si Y.
> besoknya, si Z ngedeketin si X, wajar gak kalau si X curiga bakal dihianati
> juga sama si Z ?
> kalau kata gue wajar, asalkan: X tidak menyamakan Z dengan Y.
> apalagi kalau sejak awal sudah menuduh bahwa Z adalah penghianat, lucu khan?
> 
> contoh lain, si X pernah dihianati oleh si Y.
> terus mereka jalan lagi, apakah wajar si X akan terus mencurigai si Y ?
> kalau X terus mencurigai dan menuduh si Y itu penghianat, maka ini seperti
> yang elu jelasin dibawah ini:

Seandainya seperti contoh yang di atas, memang jadi sangat wajar, tapi
yang saya takutkan adalah 'pemikiran negatif' yang terlalu ekstrim
karena 'ketakutan' dan ke'tidak pe-de'an (seperti kata Lisa) yang
berlebihan, akan mengakibatkan kita terjebak pada suatu kondisi dimana
pikiran kita yang tadinya dimaksudkan untuk : 'bersiap2 menghadapi
kondisi terburuk', membelok menjadi 'kecurigaan yang tak beralasan'.

Jadi nampaknya IMHO jika kita ingin menerapkan pola pikir 'berhati2
dengan berpikir yang terburuk', kita harus waspada jangan sampai
terjebak menjadi 'kecurigaan' seperti di atas, karena yang dipertaruhkan
disini adalah 'kepercayaan', suatu hal yang sebenarnya sederhana, tapi
untuk sebagian orang (terutama saya) memegang peranan yang sangat
penting dalam hubungan antar manusia (bahasa Padangnya : Interpersonal
Relationship.. he-he-he)...

> benar...
> tapi tiap orang beda-beda sih, kalau gue pribadi, sekali dihianati (entah
> sama pacar, teman atau rekan kerja), ini bakal sulit untuk membangun lagi
> kepercayaan, butuh waktu lama.
> gue lebih senang menjalin satu hubungan baru yang bisa dijaga
> kepercayaannya, dari pada membangun yang sudah rusak.

Same here... paling tidak, untuk hal2 tertentu dimana orang tersebut
sudah pernah menghianati kepercayaan yang saya berikan, akan sulit untuk
memberikan rasa percaya lagi seperti sediakala.

Yang membuat saya sedih adalah kadang2 'code' seperti ini terlalu
mendominasi hidup saya, sehingga jika ada seorang teman yang (biasanya
belum terlalu lama saya kenal, jadi kemungkinan dia tidak menyadarinya)
berbuat sesuatu yang melanggar 'code' tersebut, saya jadi seakan2 tidak
punya interest lagi untuk terus berteman dengannya... padahal mungkin
buat dia hal itu merupakan suatu hal yang 'biasa' dan 'no big deal'....
:-( 

Apakah terlalu sombong dan egois kalau saya melakukan hal seperti ini ?



emilr



Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke