At 5/25/99 12:49 AM, Emil Rezandi wrote:
>Seandainya seperti contoh yang di atas, memang jadi sangat wajar, tapi
>yang saya takutkan adalah 'pemikiran negatif' yang terlalu ekstrim
>karena 'ketakutan' dan ke'tidak pe-de'an (seperti kata Lisa) yang
>berlebihan, akan mengakibatkan kita terjebak pada suatu kondisi dimana
>pikiran kita yang tadinya dimaksudkan untuk : 'bersiap2 menghadapi
>kondisi terburuk', membelok menjadi 'kecurigaan yang tak beralasan'.
kalau sudah separah itu (iya, yang gituan gue anggap PARAH) mendingan buru2
berobat deh.
kasian kan tukang listrik yang mau ngecek meteran disangka rampok.
beigtu juga (misalnya) cewek yanbg pernah dimainin cowok gondrong, kalau
dia terus nganggep semua cowok gondrong itu gak bener, ini juga gak baek...
parah..!
(ehhh... gue sekarnag botak loh, kata beberapa orang keliatan makin kiyut).
>Jadi nampaknya IMHO jika kita ingin menerapkan pola pikir 'berhati2
>dengan berpikir yang terburuk', kita harus waspada jangan sampai
>terjebak menjadi 'kecurigaan' seperti di atas, karena yang dipertaruhkan
>disini adalah 'kepercayaan', suatu hal yang sebenarnya sederhana, tapi
>untuk sebagian orang (terutama saya) memegang peranan yang sangat
>penting dalam hubungan antar manusia (bahasa Padangnya : Interpersonal
>Relationship.. he-he-he)...
dan bagaimana caranya supaya kita gak terjebak kedalam "kecurigaan gak
beralasan" tsb?
yaa kalau kata gue sering2 curhat, minta pendapat orang (tapi orang yang
bener, kalau orangnya punya masalah sama, bisa makin rumit).
gak ada salahnya minta pendapat temen ttg si X yang ngejar/dikejar kita
misalnya, hehe, tapi biasanya cewek yang lebih sering melakukan hal ginian,
sebagian cowok merasa sok PD mampu ngatasi semuanya.
>Yang membuat saya sedih adalah kadang2 'code' seperti ini terlalu
>mendominasi hidup saya, sehingga jika ada seorang teman yang (biasanya
>belum terlalu lama saya kenal, jadi kemungkinan dia tidak menyadarinya)
>berbuat sesuatu yang melanggar 'code' tersebut, saya jadi seakan2 tidak
>punya interest lagi untuk terus berteman dengannya... padahal mungkin
>buat dia hal itu merupakan suatu hal yang 'biasa' dan 'no big deal'....
jujur, gue juga sedang mendalami hal ini, yaitu untuk mengenal kepekaan diri.
apakah tingkah laku kita selama ini sudah bener dimata orang? seperti apa
orang memandang diri kita? seperti apa sih kita dalam pergaulan dan tingkah
laku dimasyarakat? kita sebenernya pengen keliatan seperti gimana sih
dimata orang? dll... pokoknya banyak pertanyaan lah...
khan seperti kata elu, tiap orang memiliki 'code' sendiri2, hehehe, dan gak
bisa maen generalisasi "ohhh... si anu orangnya periang, gak gampang
tersinggung dlsb,...."
Apakah gue sudah mengenal yang namanya DES itu orangnya kayak gimana? apa
elu kenal yang namanya Emil itu kayak gimana?
kadang yang seperti ini sering kelewat sama kita, atau dianggap sepele,
padahal kunci semuanya itu balik ke penguasaan diri kita sendiri. Dari
milis lain, gue diajarin bersemedi untuk mengenal diri gue sendiri,
sekarang lagi gue lakukan (epeknya lumajan, kemaren, entah mahluk dari
mana, ada yang ngirim email caci maki ke gue, dan (tumben...) gue malah
ketawa2 sambil ngirim email itu ke thrash, beres... =))
>Apakah terlalu sombong dan egois kalau saya melakukan hal seperti ini ?
bagus lah kalau elu sendiri bisa melontarkan pertanyaan itu, berarti elu sadar.
apa elu sendiri mau hidup dengan 'code' tersebut?
semuanya, tetep balik lagi kediri elu: Emil seperti apa yang elu harapkan ? :D
...semoga gue gak melanggar 'code' yang elu berikan, buhihihihi....
|ID| DESperado
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com