Menyambung pembicaraan kemarin-kemarin dan karena ada cerita soal ibu guru, 
jadi teringat masalah pendidikan seks nih.
Rasanya masalah ini adalah masalah kita semua.
Perlukan pendidikan seks untuk remaja? pasti banyak yang bilang 
perluuuuuu.....
Bagaimana kondisi pendidikan seks untuk remaja di negeri kita menurut 
pengalaman teman-teman semua? Apa yang sudah diajarkan oleh orang-tua, guru 
dan sumber-sumber lain dalam hal pendidikan seks ini? Apakah yang mereka 
berikan cukup menurut anda? Apa yang seharusnya diketahui remaja tentang 
seks ini?
Apa perlu mencari sumber-sumber informasi lainnya? Siapa atau apa sumber 
informasi lain tersebut? Bagaimana sebaiknya?

Saya sendiri dapat pendidikan seks yang resmi di sekolah pertama kali waktu 
SD kelas 5 atau 6 ya..lupa. Waktu itu murid laki-laki dibimbing oleh guru 
laki-laki dan murid perempuan dibimbing guru perempuan di kelas yang 
terpisah. Tidak terlalu detil juga walaupun dibicarakan fungsi reproduksi 
manusia. Dan mungkin karena saya juga telmi maka hingga SMP pun saya nggak 
ngerti apa itu hubungan seks dan masih bingung apakah kalau ada orang ciuman 
bisa jadi hamil ya....he...he....Dasar kuper! Padahal waktu SD pun ada teman 
yang sudah menggosip-gosip tentang ini. Namun karena sayanya nggak ngerti 
maka cuma mengangguk-angguk saja seolah ngerti. Gayanya! baru setelah besar 
aja kalau ingat kata-kata teman itu jadi senyum sendiri...ooooo...yang 
dimaksud ternyata itu.

Waktu SMP saya juga dapat kelas pendidikan seks lagi. Seperti dulu juga 
murid laki dan perempuan dipisah. Rasanya juga nggak terlalu memuaskan 
karena yang diberikan adalah patokan dan aturan moral, Malah seperti 
pelajaran agama. Untuk fungsi reproduksi malah pelajaran biologi lebih 
banyak memberi pengetahuan.

Di SMA tentu saja keingin tahuan kita tentang seks semakin tinggi. Tak ada 
pelajaran khusus untuk seks ini yang diberikan di dalam kelas. Namun di 
banyak pelajaran, berhubung masa SMA keinginan tahu kita besar maka hampir 
semua guru rasanya menyelipkan pesan-pesan tentang pendidikan seks ini pada 
materi pelajarannya, tak cuma pada pelajaran Biologi dan agama namun bahkan 
pada pelajaran bahasa. Kebaikannya semua guru bertanggung jawab untuk 
memberi masukan pada muridnya namun dengan tak ada program yang jelas 
seperti itu maka kualitas pendidikan seks itu sendiri tak dapat terpantau 
dan tak dapat pula dievaluasi.

Tentu ada faktor pendidikan di rumah dan di lingkungan baik interaksi 
langsung dari teman maupun melalui media massa.
Nah, gimana pengalaman teman-teman ...pasti lain-lain kan? Ada yang punya 
pengalaman menarik?



______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke