> Tetapi dengan cara berpikir logis juga saya berpikir nanti anaknya mau
> ikut
> siapa? 
> 
        >salah seorang teman dekat saya, punya orang tua dengan agama yang
berbeda. Ortunya cukup demokratis sih...dari kecil sampai kelas 5 SD dia
diajarkan kedua agama tersebut secara keseluruhan..saat kls 5 dia disuruh
milih..dan dia pilih agama mamanya..dengan alasan kalau sunatan khan ada
kendurinya..(masih terlalu kecil untuk memilih dengan logika..??).
        setelah dewasa, kuliah dia jatuh cinta sama gadis yang seiman dengan
papanya...tanpa pikir panjang...dia pindah agama lagi..dan menikahi gadis
tersebut.
        saya cuma mikir 26 tahun dari hidupnya, dia tak punya kepastian yang
tetap tentang imannya.
        kasihan sekali,,,saya rasa sedikit sulit bagi teman saya memahami
agama secara baik, apalagi dia bukan tipe ustadz ataupun pastor.
        saya sendiri sejak lahir sampai sekarang cuma punya satu agama..dan
terkadang masih terasa sulit untuk beribadah dengan benar. kadang sholat aja
masih suka bolong-bolong ..he..he..

        mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan bagi yang lagi jatuh cinta
lain iman...kita harus mikir bukan hanya tentang cinta kita yang
benarrrr-benarrrrrrr super mendalam..tapi kita juga mesti mikir bagaimana
nantinya dengan buah cinta kita (anak).

> Kalau saya pribadi sebisa mungkin mencari pasangan yang seiman. Kalau ada
> masalah kita bisa diskusikan bersama berdasarkan dasar iman yang sama.
> Dalam hal ini bantuan penyelesaian masalah akan lebih banyak.
        > setuju banget mas. 

> Mudah-mudahan membantu.
> 
> 
        Salam sayang,
        yanti

Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke