To kick start things, let's see some controversial issues, such as this:

http://www.kafegaul.com/board/ubbhtml/Forum3/HTML/000882.html

Sungguh, salah sepuluh (artinya nilainya 0)kebodohan terbesar N tersebar 
sepanjang sejarah adalah kebanggan N obsesi sama makhluk yg bernama 
�pacaran�. Budaya emosional ini merebak N dianut secara fanatik oleh 
individu2 atawa komunitas dari berbagai macam latar, usia, selera, 
de-el-el. Mereka udah salah kaprah mendefinisikan cinta dan sayang secara 
sempit dan kaku.

Nggak heran kalo di mana2 banyak pasangan yg bangga, pamer N ngerasa bener 
ama kelakuan bodoh mereka. Kemudian ngelecehin pihak lain yg tidak seperti 
mereka. Padahal nggak jarang mereka kesiksa, puyeng �ndiri, bosen N nggak 
jarang pula mereka melakukan basa-basi-busuk politik terhadap pasangannya.

Yg nggak kalah bodoh adalah orang2 yg ngerasa minder, rendah diri N cengeng 
kalo/saat nggak punya pacar. Padahal mereka punya luas untuk bergaul secara 
luas N cerdas tanpa terbelenggu unsur2 sektoral N individualisme.

Sayangnya, budaya rendah ini ditopang ama pilar2 yg kokoh secara finansial 
ataupun image, yaitu film, musik, sinetron, majalah, tabloid, de-el-el. 
Selain itu, pasukan2 yg tangguh berupa comblang nggak henti2nya ngerasa 
melakukan tugas suci N mulia dg me-masang2kan orang, tapi nggak ngerasa 
bertanggung jawab alias lepas tangan atas perbuatan pasangan2 tersebut 
selanjutnya. Persis kayak setan2 gentayangan. Iiii���.

Wacana perdebatan ini sengaja didistribusikan secara bebas N transparan 
bukan dimaksudkan untuk mengorbankan semangat permusuhan (coz I�m a piece 
lover), tapi untuk kembali membuka cakrawala berpikir N berasa kita yg 
selama ini sesak, sempit, kaku N terbelakang. Argumentasi awal disajikan 
dalam komentar ke-2 di bawah.

Before we go, argumentasi2 ini sama sekali nggak ada kaitannya ama 
background, kepribadian, karakter atawa penampilan seseorang. Di sini, kita 
bicara konsep.

SATU. Nggak ada alasan dan tujuan yg kuat buat berpacaran! Coba tanya diri 
sendiri atawa orang lain, pasti jawabannya gampang dipatahin. Pacaran bisa 
ditoleransi asal bukan dianggap sebagai sesuatu yg serius dan membanggakan.

DUA. What I was trying 2 say adalah pacaran cuma SIMBOL! Yg lebih penting N 
substansial adalah love, care N perhatian di dalamnya. Coz of that, kalo yg 
baca ini cowok yg punya pacar N elo ngizinin gue menjadi teman baik cewek 
elo, meskipun gue nggak mau jadi cowoknya N gue nggak mau dia jadi cewek 
gue (even if she�s perfect), gue bisa ngebuktiin ke doi siapa yg lebih 
love, care N perhatian sama doi: elo (az her boy friend) or gue (az her 
noone).

TIGA. Well, kalo pacaran itu for fun, bukankah lebih baik kalo punya lebih 
dari satu partner?

EMPAT. Mengapa begitu susah berbaring, berdiri, berjalan dan berlari di 
atas pengakuan, pemahaman N apresiasi bahwa tidaklah cukup buat memberi N 
menerima love, care N perhatian cuma dari 1 (ATU) orang doang. Atawa kita 
emang HIPOKRIT alias MUNA.

LAZT BUT NOT LEAZT. Please pikirin pertanyaan gede ini: �Why do people, 
s-p-cially young people (kenapa sih kawula muda) suka banget bikin bates 
buat diri mereka �ndiri? Padahal, mereka pengen ngerasa bebas dari orangtua 
mereka, N yg lebih penting�.. God has set them free!�

Sebagai penutup: kagum, cinta, perhatian, kangen, cemburu bukanlah hal yg 
aneh dan istimewa sehingga kudu dilembagain, tapi biasa, universal, normal, 
natural dan alami. Semua bergantung pada bagaimana kita manfaatinnya: 
secara cerdas atawa malah bikin kita tertekan.
Thank U, open your heart N mind, get up �.. N �� WELCOME 2 DA FUTURE!

[EMAIL PROTECTED]


I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke