cinta itu datang sendiri kok sama saya..hahahahh.....

-----Original Message-----
From: Ayu Apriani [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Sunday, October 22, 2000 6:52 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [love] ask something


guys n girls..........hAppY sunDaY

a couple questions  for you...........
1. did you believe love in miracle...?????
2. if so, what will you do for it,gonna fight or being a loser.......??????

pls advise.....

cheers
@yoE

>>> Sandy <[EMAIL PROTECTED]> 10/22/00 07:01PM >>>
Hmm, karena ngga ada tulisannya aku boleh ikutan apa ngga... jadi aku ikutan
deh... huahaha...
Sekalian curhat aku untuk dunia... huahaha...

Yang pasti semua pendapat kemaren itu bener dan bagus. Sebagian bilang mayor
dan sebagian bilang minor, atau istilah2 lain deh.
Tapi kalau gue tanya, eh  maksudnya kalau aku tanya...  emang cinta itu apa
sih ? Gimana sih seharusnya cinta itu ? secara detail gue rinci deh
pertanyaannya...

Kalau udah punya suami, si istri boleh ngga mencintai orang lain, soalnya
tiap hari khan si istri dipukulin, sadis khan... si istri ini cinta bukan ?
Cinta Tuhan ma manusia, itu cinta bukan, padahal ribuan orang bunuh2an kalau
lagi perang ? Bapak dan anak perempuan yang cinta kpd ayahnya, lalu ayahnya
memperkosanya dan seumur hidup si anak diam saja... cintakah anak ini ?
Aku mencintaimu... lalu dalam sekejap anda sadar bahwa anda tidak bisa lagi
bergaul dengan dunia anda sendiri dan tdk lagi jadi diri sendiri?
Kalau udah punya  kekasih terus kita terpikat sama yang lebih baik, itu
cinta bukan ?
Seorang anak mencintai anjing... cinta kah itu ?
Anda membunuh, karena anak anda hendak diperkosa oleh orang itu ?
Oh, aku cinta tanah air Indonesia, lalu kita membunuh seorang penjajah
karena menjajah negara kita, inikah cinta ?
Seks pra nikah or having sex between husband and wife, inikah cinta ?
Apa kita mencintai pengemis kalau anda memberi sedekah ?
I LOVE YOU, terus anda menolak cintaku ( huh sedih )... 2 minggu kemudian,
aku juga berteriak... tapi jadi I HATE YOU... hihihi... is this love ?
Cintakah jika memberi darah di leher, untuk seekor kalelawar yang lapar
sekali ?
Apa itu cinta jika cinta model Disney atau Titanic bisa terjadi di
lingkungan kita ?
Apa cinta itu sama dengan sayang, terus apa bedanya ?

    Buanyak deh... dan gue yakin, kita semua bingung khan ngejawabnya. Hayo
ngaku... bingung khan... hihihihi. Tenang aja, nasibku ngga jauh lebih
baik... aku juga ngga bisa jawab... huahahaha... karena apa ???

    Menurut aku sih, yah karena kita semua dibesarkan dengan definisi atau
arti cinta yang beda2. Terlalu banyak, terlalu rumit, terlalu berbeda antara
cinta di kertas, puisi serta film dengan kenyataan di lapangan... ngga
jelas. Kadang cinta indah hanya di monitor com kita, dibuku, di sampul
kaset... lalu dilapangan kita dihancurkan dengan kenyataan ttg banyaknya
sakit hati akan penolakan, air mata kehilangan, menderita dan dikurung atas
nama cinta, juga hidup dalam perang yang diatas namakan cinta.
Cinta jadi rumit sekali... karena kita tidak lagi bisa mengindera apa sih
sebenarnya cinta itu...

Nah, itulah nasib kita... kita adalah generasi yang kebingungan tentang
sebuah arti sederhana dari satu kata... iya cinta itu.
Lalu tiba2 kita sadar kita, hey, kenapa kita semua bisa ada di mailing list
ini yah ? dan kenapa juga mailing list ini serasa memberi topik yang tepat.
Apapun alasan anda, ( aku tidak membahas, juga ngga nuduh loh...
hihiiihihi ), cuma sekedar menunjukan bahwa betapa hausnya kita ingin tahu,
punya sedikit harapan dan dihibur tentang cinta itu sendiri.

Lalu malah kadang faktor yg lebih parah, kita dididik di sekolah bukan untuk
menjadi seorang yang pelajar dermawan akan rasa kemanusian, moral, berbakti
kepada sesama manusia. Tidak... kita bisa jadi hanya menjadi seorang
kapitalis ( penanam modal ). Dimana segala sesuatu ada bayarannya dan ada
keuntungannya seperti mesin uang yang adu serakah di masyarakat. Semua hanya
bertujuan secara alam bawah sadar, bagaimana mendapat penghidupan yang
layak, hidup yang enak dan menciptakan duit yang lebih banyak.
Lalu jangan  heran, suatu saat kita menjadi biasa dengan lawakan standart
berkata, "Aku  juga mencintai kepribadian kamu say,  rumah pribadi... mobil
pribadi... duit pribadi... ". Atau kelak ketika anda akan meninggal 3 hari
lagi, lalu anda merasa sayang dengan kemampuan bermain gitar dan
menggambar anda yang belum anda wariskan kepada seorang pun. Anda menemukan
seseorang pemuda berbakat, setelah anda kemukan maksud anda, lalu dengan
singkat pemuda tadi bertanya,"Berapa saya harus membayar anda Pak ???"

Tidak... tidak... saya tidak keluar dari topik tentang cinta. Inilah
kenyataan di masyarakat yang menyebabkan generasi kita sulit dan berdebat
tanpa jenuh soal cinta...

 IYA TERUS SOLUSINYA APA ??? TERUS HUBUNGANNYA APAAN ??? APA SIH SEBENERNYA
YANG MAU KAMU SAMPAIIN ??? iya... iya... aku juga tahu, sebagian mungkin
berteriak2 ngebaca mail ini... sabar dikit yah... hihihii...

Maaf yah, bukan bermaksud sok tahu dan menggurui, tapi boleh dong share
pendapat... hihihi...
Tenang... cinta tuh masih ada kok di dunia ini, menurut gue sih. Asal kita
jeli aja ngeliatnya...

Pada hapal lagu "kasih ibu"... (... bagai sang  surya menyinari dunia ). Nah
segampang dan segamblang itu jawabannya. Kasih, cinta, sayang ( atau
whatever,  you name it... ) itu ngga pamrih, spontan, tulus, dan jujur. Pada
dasarnya kita juga udah pada tahulah cinta itu apaan dalam versi
bagus2nya... ya khan...

Ada satu masalah dasar yang bikin cinta itu rusak dan berantakan. Ini yang
penting... yaitu kita menjadi bergantung secara emosional yang terselebung
di dalam cinta kita. Cinta dirusak ma ego kita. Cinta terhadap apapun. Hal
inilah yang sudah amat samar sekali untuk kita koreksi ttg cinta di
dunia ini.

Iya, bener kita manusia saling bergantung secara fisik. Presiden juga
langsung ngga langsung bergantung ma Mang Udin si petani, Mang Udin
bergantung ma Mang Karip si tengkulak sialan itu, anaknya Mang Karip yang
tukang nonton film porno itu sendiri, bergantung ma bapaknya... terus kayak
gitu
deh... dan bukan ketergantungan kayak gini... bukan. Tetapi ketergantungan
emosional 'ego' manusia kita.

Contoh gini, aku suka ma Ayu... aku keluarin duit nonton, jalan2, belanja,
beli bensin, ngerayu, berbuat baik. Tapi aku sebenarnya pamrih untuk
memiliki dia jadi pacarku. Semakin aku berbuat baik, semakin besar
keinginanku untuk milikin dia. Lalu semakin besar ke-ego aku untuk miliki
Ayu, dan
aku jadi bergantung pada perasaan memiliki itu. Pertanyaannya adalah, aku
ini cinta Ayu atau hanya "ego untuk memiliki" aku doang ?
Gampang nge-check nya... kalau Ayu nolak, terus suatu saat anda mencintai
orang lain... itu bukan cinta. aku harus bertanya pada diri sendiri... waktu
itu aku cuma ingin "memiliki" Ayu sajakah... ? memiliki bukan artian fisik
saja, tapi juga bisa memiliki secara emosional loh...

Ini contoh ekstrem banget...
Anda memberi sedekah 1 juta pada pengemiss di jalan, lalu pengemis itu malah
membakar duit anda, memukuli uang anda dengan tongkatnya, meludahi uang
anda, lalu ia pergi begitu saja... kalau anda marah atau sebel...
bertanyalah pada diri kita... yang ngasih itu hati "ego" kita yg ingin
dipuaskan
( untuk dikatakan dermawan misalnya... ), atau emang tulus tanpa pamrih ???
Kalau kita tetap tersenyum setelah kejadian itu, kita pantas bangga, karena
itulah cinta...

JADI CINTA HARUS BERKORBAN ??? aku bilang sih ngga... dan sama sekali tidak.
Karena apa... ? Yah, kalau anda sempet berpikir demikian, itu sebenarnya
khan "ego" manusia kita udah yang bicara. Anda tidak akan berpikir ttg
"pengorbanan" kalau anda benar2 mencintai. Segampang air mengalir,
sepertibada sesama manusia. Tidak... kita b
matahari, bodo amat tuh hasilnya mau diapain... Seperti anjing yang
menyambut tuannya dengan buntut yang bergoyang, peduli dia kelaparan 1 hari
ditinggal tuannya... dan seperti Ibu yang tetep biasa2 aja sampai segede
anaknya segede2 kita  gini,walaupun dulu kita maki dia dengan ulah dan
perbuatan jahat serta nakal ( walaupun tidak lebih 60% mungkin, semua ibu
demikian... )

Pasti ada yg teriak deh... BERARTI SULIT DAN SUSAH BANGET DONG ???
hihihihi...

jawaban idealisnya...
 Iya... tapi sulit bukan berarti ngga bisa atau ngga mungkin khan...

jawaban realistisnya...
Hmm... pantes dari dulu cuma Nabi2 dan orang suci juga bijak doang yang bisa
100% melaksanakannya...

jawaban santainya...
Ngga tau ah... gue juga bingung sendiri jadinya... ngga usah dipikirin deh,
toh besok juga ngga ada ujiannya khan... huahahaha... lagian cinta khan
ditaruhnya di hati bukan di otak... huahaha...



S.Sandy

nb: Makasih banget untuk ngeluangin waktu ngebacanya yah rekan2...


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]



>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]



>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke