Assalamualaikum Wr.wb

namu khan tetep ada yang namanya cinta sejati di dunia ini
ya nggak....


Wassalamualaikum wr.wb
                                        **********
                                           TATIK
                                          MAGETAN
                                        **********

On Fri, 20 Oct 2000, Widi S. Jaman wrote:

> wah ... saya agak sangsi sama yang namanya cinta, saya menganggap bahwa
> cinta sejati itu hanya ada pada cinta tuhan kepada umatnya, cinta orang tua
> kepada anaknya dan kisah cinta yang ada pada film dan sinetron-sinetron yang
> sering kita lihat...saya serius lho..heheheh...memang kedengarannya konyol
> tapi ya itulah yang sebenarnya gimana menurut teman-teman milis ..bener
> ngga..?
> 
> -----Original Message-----
> From: Hartatik [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, October 20, 2000 7:38 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [love] things to ponder
> 
> 
> 
> 
> Assalamualaikum Wr.wb
>  ini nih mo' menanggapi tentang satu kata dari uraian, yang bunyinya al:
> "Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih"
> kalau yang dimaksud kepuasan disini bisa menyenangkan dalam arti yang
> positif, lalu mengapa bukan disebut cinta kalau kita bersedia mengalah
> demi kekasih.
> Saya kira justru kesediaan mengalah itulah salah satu indikasi orang yang
> mencintai, ya.... tentunya tak selamanya mengalah khan...
> malah kalau dia tak mau mengalah, berarti egois khan...
> 
> Wassalamualaikum wr.wb
>                                         **********
>                                            TATIK
>                                           MAGETAN
>                                         **********
> 
> On Thu, 12 Oct 2000, Ayu Apriani wrote:
> 
> > hopE thiS thIngs caN cheErs yOu uP........
> >
> >
> > Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat
> > > > Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta
> > > > dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan
> > > > hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita
> > > > diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita
> > > > bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang
> > > > sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi,
> > > > kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita
> > > > berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja
> > > > saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila
> > > > perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti.
> > > > Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan
> > > > sinyal kebodohan.
> > > >
> > > > Cinta membutuhkan proses.
> > > > Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan
> > > > pertama. "Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang
> > > > kompleks,"katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan
> > > > waktu. Jadi memang tidak
> > > > mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya
> > > > dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga
> > > > jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah
> > > > berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk
> > > > memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi
> > > > dalam fenomena "cinta pada pandangan pertama" adalah pasangan
> > > > terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat bahkan sampai
> > > > tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta
> > > > tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus "cinta pada
> > > > pandangan pertama", banyak orang tidak benar-benar mencintai
> > > > pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri.
> > > > Sebaliknya, dengan orang yang benar-benar mencinta. Mereka mencintai
> > > > pasangan sebagai persolinatas yang utuh.
> > > >
> > > > Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi,
> > > > Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga
> > > > bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang
> > > > yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan,
> > > > tapi sebagai pasangan
> > > > untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita
> > > > berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya
> > > > beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu
> > > > mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan
> > > > dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.
> > > >
> > > > Cinta itu konstruktif,
> > > > Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri
> > > > sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi
> > > > konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh
> > > > cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia
> > > > kehilangan ambisi,nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari.
> > > > Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannyapun tak mungkin
> > > > tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.
> > > >
> > > > Cinta tidak melenyapkan semua masalah,
> > > > Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah.
> > > > Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit ( panacea ).
> > > > Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan
> > > > berbekal cinta belaka. Faktanya cinta tidaklah seajaib itu. Cinta
> > > > hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah.
> > > > Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa
> > > > dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang berarti tidak
> > > > benar-benar mencintai, cenderung membutakan mata saat tercegat
> > > > masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan
> > > > problem.
> > > >
> > > > Cinta cenderung konstan,
> > > > Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik
> > > > perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh
> > > > kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda
> > > > kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas
> > > > saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan
> > > > hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila
> > > > kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak
> > > > lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan
> > > > kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat
> > > > dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.
> > > >
> > > > Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik,
> > > > Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita
> > > > menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak
> > > > faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna
> > > > penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya
> > > > terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai
> > > > personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu,
> > > > bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan
> > > > tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat
> > > > hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari
> > > > permulaan.
> > > >
> > > > Cinta tidak buta, tapi menerima,
> > > > Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan
> > > > menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha
> > > > menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu
> > > > membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud
> > > > baik. Tidak boleh ada kritik kasar,penolakan, kegeraman, atau rasa
> > > > jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang
> > > > menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan
> > > > memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan,
> > > > hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin
> > > > diperbaiki.
> > > >
> > > > Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan,
> > > > Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan
> > > > dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak
> > > > hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat,
> > > > mempertahankan dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila
> > > > mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu
> > > > semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah
> > > > kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk
> > > > memperkuat hubungan.
> > > >
> > > > Cinta berani melakukan hal menyakitkan,
> > > > Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh
> > > > mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian
> > > > untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti
> > > > seorang ibu yang berkata "tidak" saat anaknya minta es krim, padahal
> > > > sedang flu. Begitulah kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.
> >
> >
> > ## FREE DOMAIN [.COM|.NET|.ORG *] >> http://www.indoglobal.com << ##
> > To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> > To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
> > Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> 
> 
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
> Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
> Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
> 
> 


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke