Sedih sekali membaca bahwa pacar itu buat masa depan.
Kelihatannya perlu dikaji ulang kembali mengenai definisi pacar dulu.
Saat kita pacaran, masih belum dikategorikan sudah punya
masa depan, apalagi baru saja jadian. Yah, saya dalam hal ini
bukan bermaksud untuk mengecilkan harapan kamu akan tetapi,
resiko untuk putus sangat tinggi sekali (baca mail saya ttg Re: [love] Kisah
Nyata).

Saran saya sebaiknya, masing2 harus punya komitmen yang jelas dan
kuat ttg rencana kalian. Dalam arti bila hubungan akan diteruskan, harus
dibutuhkan suatu pengertian yang lebih dari 'biasanya pacaran', karena
sangat butuh pengorbanan yang besar sekali lho. Saya punya data statistik
pribadi (hasil analisa th 89-99) temen2 saya, membuktikan, maximum
2 tahun dalam pacaran jarak jauh. Tahun pertama masih baik2 saja,
masuk tahun kedua, mulai runtuh dan bubar 100%. Ini dengan asumsi
bahwa jarang ketemu, dan hanya lewat kontak telp saja.

Silahkan coba dulu deh, apabila bisa dilanjutkan, yah bagus, tetapi apabila
putus dijalan, setidaknya kita sudah tahu resiko sebelumnya.
Jadikanlah hikmah dari sebuah peristiwa ini nantinya untuk lebih berhati2.

pram





----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke