kalo gue pribadi ngeliat semuanya itu lebih pada kacamata 'manusia'....
bagaimanapun juga sifat posesif itu adalah sifat dasar yg nggak bisa kita
pungkiri atau malah diilangin... bisa gue bilang semaksimal apapun kemauan,
keinginan, kesungguhan, sikap, ataupun tindakan kita buat 'ngusir'
posesif... nggak akan bisa... posesif itu tetep ada, tetep hadir di diri
kita...
'n cinta itu yang penting praktek tetep harus diimbangi dengan hal lain
deh... ya, lewat omong2 (may be cuman "sampah") ataupun baca buku...
kalo temen2 gue bilang... dalam cinta selalu ada kaum praktisi 'n juga
akademisi
'n denger2 nih... suatu universitas di AS ada seorang Profesor yang bikin
kelas soal cinta 'n di situ dibahas abis soal cinta itu lewat diskusi2...
----- Original Message -----
From: --> Tom ! <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis Love <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, January 27, 2001 1:14 AM
Subject: Re: [love] Posesif
> ----- Original Message -----
> From: "Ryo Saeba" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Buat Tom yang penasaran akan lirik lagu2 Indonesia...
> > Note: lirik di atas realistis kayaknya ya?
>
> He, he ...
> Point sebenernya kan bukan soal lirik, ... tapi soal ekspresi segimana
bermaknanya
> hubungan yang ada bagi kita. Kata bermakna di sini harus dipahami dengan
seluas
> mungkin.
> Soal lirik lagu itu, menarik juga. Kalau dibilang itu realistis, apakah
dengan begitu
> harus dikatakan bahwa sebenarnya semua orang itu pada dasarnya posesif ?
> Apakah juga harus dikatakan bahwa dibalik omongan romantik yang paling
> emansipatif sekalipun sebenarnya tersembunyi niatan / motivasi yang
posesif ?
> Atau sebenarnya ungkapan-ungkapan yang paling kedengaran 'humanis' itu
> sebenarnya hanya sublimasi dari motivasi untuk memiliki ?
> Wah, jadi Freudian nih ...
> Boleh jadi seperti itu ... tapi kalau mau jujur, setiap orang semestinya
sih kudu
> berevolusi dengan dirinya sendiri sampai akhirnya disadari bahwa
membebaskan
> orang untuk mencintai itu adalah bukan sebuah pilihan .... tapi memang
modus
> yang paling sehat. Dan ini lebih gampang diomongin emang, soalnya
keinginan
> memiliki itu udah nempel pada basic existence kita.
> Jadi inget buku merah kecil itu ... Memiliki dan Menjadi. Yang isinya
BUAGUS BANGET.
> Karangan Erich Fromm.
> (hayo, jangan salah terima lagi ... jangan-jangan ada yang ngomong nanti
..
> cinta itu yang penting praktek dan bukan baca buku .... :-(
>
> Tom
>
>
>
> ----
> To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
>
>
----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]