--- In [email protected], kangucup <kangu...@...> wrote: > > Pemilu udah selesai, kekawatiran adanya bom mulai meluntur, buktinya mal-mal > yang sempet sedikit sepi, sekarang sudah kembali ramai lagi. Para peronda > sudah beraktivitas seperti biasa. Tapi pos ronda ternyata masih sepi. Engkoh > Acing, Kang Bolot, Lik Bayan, Mas Hansip, dan para peronda lain yang kerap > meramaikan pos belum nongol juga. > > Mbakyu Tien dan Yu Jum yang biasa mengirim jajan pasar pun sebetulnya tak > pernah absen menyetor. Tapi jajanan mereka sering masih utuh sampai pagi, > nyaris tak ada yang menyentuh. Ada apa gerangan? > > Pak RT pusing sembilan keliling memikirkan nasib pos yang kian merana. > Jangan-jangan para peronda sedang sakit? Jangan-jangan mereka sudah pindah > rumah? Jangan-jangan . Ah, mustahil. Kalau pindah kan mestinya mereka > memberi tahu. > > "Mas Bayan, apa sampean tahu, anak-anak itu ke mana saja sih kok sudah lama > ndak nongkrong di pos? Apa mereka sakit?" > > "Wah, embuh, Pak RT. Saya juga sudah lama tak bertemu. Tapi saya masih > sering melihat mereka kok. Tadi pagi saya juga masih melihat kang Marto > arumanis berangkat kerja naik sepeda bututnya itu. Mungkin mereka sibuk, > ndak sempat ke sini." > > "Oh, gitu ya. Saya cuma khawatir saja. Ya sudah. Mungkin mereka memang > sibuk. Moga-moga mereka masih mau ke sini lagi ya. Saya kangen je." > > "Iya Pak RT. Saya juga kangen." > > Dan Pak RT pun pulang ke rumah dengan hati gundah. Dalam hati ia > bertanya-tanya, kapan ya pos ronda ramai lagi . >
opo podho mlayu neng pesbuk kabeh to iki......
