r_sormin wrote:
> --- In [email protected], Nardi' <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> coba instalasi vista dan xp dipisah berdasarkan Primary Partition. 
> 
> Memang windows vista home basicnya di C. Kemudian saya install windows
> xp di D. Karena boot manager windows xp tidak bisa membaca windows
> vista di drive C, maka saya terpaksa recovery (install ulang) windows
> vistanya.
> 
>> 1. install/recovery vista di partisi primer (asumsi saya C:)
>> 2. install xp di drive D:, E:, atau F: dalam bentuk partisi primer
>> juga, dan disetel Active Partition.
> 
> Tepat sekali seperti yang mas bilang sudah saya lakukan memang seperti
> itu. Saya nggak ngerti, apakah windows xp ada masalah jika tidak
> diinstall di C? Soalnya saya install windows XPnya di D. Takutnya ada
> program yang gak bisa/gak mau jalan kalau windows xpnya gak di C. Iya
> gak sih?

walaupun xp tidak diinstal di c: (dari sisi vista) tetap saja xp akan 
membaca partisi (primer) dirinya sendiri sebagai c:. kenapa? karena 
partisi primer vista akan di-hide ketika aktivasi partisi primer xp dan 
partisi tersebut tidak akan dibaca oleh xp.

>> dengan begitu boot manager vista berada di partisi primer vista
>> sendiri dan ntldr-nya xp berada di partisi primer xp sendiri.
> 
> Betul sih teorinya
>  
>> untuk membooting salah satu dari os di atas, partisi primer yang 
>> bersangkutan harus disetel Active Partition (dari Disk Management 
>> atau PartitionMagic). cara ini kurang begitu efisien.
> 
> Bisa tolong ajarin cara setting active partitionnya? Di windows vista
> saya tdk menemukan settingan tersebut.

coba buka Administrative Tools > Computer Management > Disk Management 
(kayaknya begitu, saya belum pake vista) dan tinggal klik kanan partisi 
yang mau diubah.

>> paling mudah bila anda juga menginstall boot manager pihak ketiga di
>> MBR (seperti GAG bootloader). software EasyBCD yang anda sebutkan
>> apakah termasuk sofwer bootloader? jika ya, gunakan saja sofwer
>> tersebut.
> 
> Sudah saya coba mas, tapi windows xp di drive Dnya kagak bisa jalan.
> Ntldr corrupt katanya. Padahal nggak diapa-apain drive Dnya.

itu karena ntldr-nya xp kemungkinan tidak berada di partisi xp 
bersangkutan melainkan ada di partisi vista.

> Saya masih penasaran nih prosedur yang benarnya agar kedua windows
> bisa dapat berjalan dengan baik. Makasih nih atas bantuan solusinya

untuk kasus ini sebaiknya jangan gunakan sistem penamaan partisi di 
windows seperti c: d: dst tetapi gunakan sistem linux.

hda1 = partisi primer pertama
hda2 = partisi primer kedua
hda3 = partisi primer ketiga
hda4 = partisi extended
hda5,6,7,dst = partisi logical

dengan kasus anda berarti langkah-langkahnya:
1. vista dan bootmanagernya berada di hda1 dengan status partisi aktif 
(setelah direcovery)
2. bikin partisi primer kedua (hda2) untuk xp, bila selesai tinggal 
disetel  partisi aktif.
3. restart, dan dijamin anda tidak akan bisa booting kemana-mana karena 
hda2 masih kosong (muncul peringatan No Operating System)
4. instal xp di hda2. xp akan menganggap hda2 sebagai C: karena hda2 
adalah partisi aktif, lanjutkan proses instal sampe selesai. di sini, 
hda1 (vista) akan tersembunyi atau berstatus Hide.
5. kalo xp dah mulus berarti anda dah berhasil dan anda sekarang berada 
di hda2.
6. untuk kembali ke vista (hda1), hda1 harus di-unhide dan diset Active 
Partition (di disk management, partitionmagic, fdisk, dll) begitu juga 
sebaliknya.
7. penggunaan bootloader pihak ke-3 akan meniadakan ketentuan di point no6.

mohon dipelajari lebih lanjut.



-- 
Wassalam,

Kirim email ke