ini tambahan. r_sormin wrote: > --- In [email protected], Nardi' <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> coba instalasi vista dan xp dipisah berdasarkan Primary Partition. > > Memang windows vista home basicnya di C. Kemudian saya install windows > xp di D. Karena boot manager windows xp tidak bisa membaca windows > vista di drive C, maka saya terpaksa recovery (install ulang) windows > vistanya.
sistem penamaan drive c: d: e: dst di windows tidak menunjukkan apakah itu partisi primer atau tidak. drive d: bisa saja merupakan partisi logik (dalam hal ini, hda5-6-7-dst) yangmana tidak bisa diboot secara langsung. >> 1. install/recovery vista di partisi primer (asumsi saya C:) >> 2. install xp di drive D:, E:, atau F: dalam bentuk partisi primer >> juga, dan disetel Active Partition. > > Tepat sekali seperti yang mas bilang sudah saya lakukan memang seperti > itu. Saya nggak ngerti, apakah windows xp ada masalah jika tidak > diinstall di C? Soalnya saya install windows XPnya di D. Takutnya ada > program yang gak bisa/gak mau jalan kalau windows xpnya gak di C. Iya > gak sih? > >> dengan begitu boot manager vista berada di partisi primer vista >> sendiri dan ntldr-nya xp berada di partisi primer xp sendiri. > > Betul sih teorinya > >> untuk membooting salah satu dari os di atas, partisi primer yang >> bersangkutan harus disetel Active Partition (dari Disk Management >> atau PartitionMagic). cara ini kurang begitu efisien. > > Bisa tolong ajarin cara setting active partitionnya? Di windows vista > saya tdk menemukan settingan tersebut. coba mas jelajahi disk managementnya vista. biasanya menyetel active partition dan status hidden ada di opsi klik kanan pada partisi bersangkutan, sama seperti ketika melakukan shrink partisi. -- Wassalam,
