Bagoes
From: M J Sanusi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, May 24, 2010 2:55:53 PM
Subject: RE: Bls: Bls: [MANCiNGiKANMaS]karya anak bangsa, menghemat bahan bakar fosil (Ke Khawatiran)
Kalau searching, cari bahan bakar singkong atau energy karya madani
From:
mancing_ikan@ yahoogroups. com [mailto:mancing_ i...@yahoogroups .com] On Behalf
Of Bagoes
Sent: Monday, May 24, 2010 2:50 PM
To: mancing_ikan@ yahoogroups. com
Subject: Re: Bls: Bls: [MANCiNGiKANMaS] karya anak bangsa, menghemat bahan
bakar fosil (Ke Khawatiran)
kok namanya ngga ada di ESDM yaa http://don85. wordpress. com/2008/ 01/16/biofuel- development- di-indonesia/
Best
Regrads
Bagoes
From: M J Sanusi
<san...@amamesin. com>
To: mancing_ikan@ yahoogroups. com
Sent: Mon, May 24, 2010 2:06:30 PM
Subject: RE: Bls: Bls: [MANCiNGiKANMaS] karya anak bangsa, menghemat
bahan bakar fosil (Ke Khawatiran)
Saya check di BloGspotnya PT. Energy Karya Madani
Msn ini dijual hingga kapasitas 10.000 liter perhari atau 1 tangki besar bahan bakar
Harga unit mesin tergantung kapasitas, mulai dari 125 juta sampai dengan 25 Milyard
Harga satuan liter sudah termasuk biaya penyusutan mesin juga sudah dihitung oleh PT. Energy Karya Madani (versi sendiri) dimana harga 1 liter masih dibawah harga premium. Begitu katanya
From:
mancing_ikan@ yahoogroups. com [mailto:mancing_ i...@yahoogroups .com] On
Behalf Of Bagoes
Sent: Monday, May 24, 2010 1:55 PM
To: mancing_ikan@ yahoogroups. com
Subject: Re: Bls: Bls: [MANCiNGiKANMaS] karya anak bangsa, menghemat
bahan bakar fosil (Ke Khawatiran)
Masalahnya untuk produksi masal bagaimana ???? sepertinya teknologi ini dah lama gua denger ... tapi pabriknya ngga pernah ada ada ... jangan jangan untuk produksi masal biayanya nutup.
Best Regrads
Bagoes
From: M J
Sanusi <san...@amamesin. com>
To: mancing_ikan@ yahoogroups. com
Sent: Mon, May 24, 2010 1:52:01 PM
Subject: RE: Bls: Bls: [MANCiNGiKANMaS] karya anak bangsa, menghemat
bahan bakar fosil (Ke Khawatiran)
Bilamana hal ini sudah berjalan secara umum, maka perusahaan seperti yang saya tempatkan sekarang akan melorot
Karya anak bangsa ini, suatu trobosan bagi dunia industry otomotif dimana kekhawatiran akan bahan bakar fosil yang cenderung mulai habis dapat tergantikan
“SALUT dengan yang menciptakan/ mengembangkan hal ini”
Melaju, Mobil Berbahan Bakar Singkong
JAKARTA, KOMPAS.com —
Komisi Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) bekerja sama dengan PT
Energy Karya Madani berhasil menciptakan bioetanol yang kemudian disebut
Biopremium ramah lingkungan. Uniknya, bahan bakar pengganti bensin tersebut
diolah dari tanaman singkong.
"Kami sudah uji coba ke 1.200 kendaraan selama beberapa bulan terakhir dan
tidak ada kerusakan mesin, baik-baik saja," ujar sang penemu yang juga
Dirut PT Energy Karya Madani S Adibrata, Senin (24/5/2010) di Jakarta.
Menurut Kepala Bidang Ekonomi KNMI Endy Priyatna, kelebihan dari etanol
berbahan singkong ini adalah kandungan alkohol atau etil etanolnya bisa
mencapai 96 persen, bahkan bisa ditingkatkan hingga 99 persen. "Bisa
dibandingkan dengan rata-rata kandungan alkohol pada bahan bakar yang ada
sekarang, yang hanya sekitar 70 persen," ungkapnya kepada para wartawan.
Meski dinamakan Biopremium, kualitas bioetanol ini setaraf dengan pertamax
keluaran Pertamina. Hal ini sudah diuji pada mobil-mobil mewah yang memiliki cc
besar. "Kemarin sudah juga dilakukan test drive dari Jakarta ke
Subang dengan jarak sekitar 200 km, dan tidak ada masalah," ujar Endy.
Selain kualitas yang tak kalah baik dengan yang dihasilkan bensin dari bahan
bakar fosil, biopremium ini juga dinilai ekonomis. Menurut Endy, untuk
menghasilkan satu liter etanol diperlukan enam kilogram singkong.
Harga singkong Rp 400 per kilogram. Itu berarti, satu liter etanol hanya
menghabiskan Rp 2.400 ditambah ongkos produksi Rp 1.000. Total harga satu liter
etanol singkong menjadi Rp 3.400. Harga ini jauh lebih murah dengan yang ada di
pasaran.
Adapun siang ini sekitar pukul 11.00, tujuh mobil berbendera KNMI dilepas dari
Sekretariat KNMI di Jalan Tebet Utara III menuju Surabaya. Ketujuh mobil
tersebut sudah berbahan bakar singkong dengan persentase kandungan etanol dari
25 hingga 100 persen.
Perjalanan ini selain ditujukan untuk mengetes kemampuan Biopremium tersebut
pada perjalanan jarak jauh, juga untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat
tentang sumber daya alternatif ini.

