Trims.
Syukur bahwa pengalaman tidak enak, akhirnya tidak berhasil mematahkan diri.
Memang sebaiknya memandang penderitaan sebagai tantangan dan ujian
ketahanan diri, dan membangkitkan daya juang memahami ilmu fisika yang seru
tetapi memang menuntut banyak usaha ini.
Sebaliknya, ini bukannya pembenaran sikap 'kalau begitu, berilah
penderitaan kepada mahasiswa baru, agar mereka dapat mengobarkan daya juang'.
Paradoksnya adalah, bahwa penderitaan tidak pantas ditimbulkan dengan
sengaja oleh Manusia (bukan manusia kerdil) walau memang dapat
membangkitkan daya juang pada si penderita. Tampaknya penderitaan merupakan
realita yang terpaksa direlakan, dan secara konstruktif patut disambut
gembira dalam rangka mengembangkan diri, tetapi harus dihindarkan sedapat
mungkin terjadi pada orang lain.
Aneh tapi menurut saya memang nyata.

Semoga ungkapan-ungkapan ini berdampak konstruktif terhadap kondisi
pembelajaran di FI ITB. Ungkapan Anda wajar-wajar saja, menurut saya.

Salam,          A Rusli 4 Apr 99

At 10:30 PM 4/1/99 +0700, M Fahmi Aulia wrote:
>From: A Rusli
>Sent: Monday, March 29, 1999 11:31 PM
>Subject: Ceramah prof Samaun Samadikun
>
>
>> Rekan yth, 29 Mar 99
>>
>> Mendengar diskusi di Ruang 1201 FI pk 11 - 12 tadi pagi, dengan prof Samaun
>> Samadikun, EL ITB yang pernah Ketua LIPI dan kini anggota Dewan Riset
>> Nasional komisi Industrialisasi, ingin saya komentarkan :
>- diculik -
>> Semoga ada komentar terhadap ini.
>>
>> Salam, A Rusli
>
>Ma'af komentarnya agak terlambat.
>Tadi siang saya sempat berbincang-bincang dg Yuniarto dan Ferdi. Kami bertiga
>sepakat mengenai usulan Pak Rusli mengenai aturan kuliah, ujian, dan
>penilaiannya. Tapi memang ada beberapa hal yg menjadi perhatian, diantaranya:
>1. Kemampuan dosen di jurusan Fisika sendiri. Apakah mereka berani menanggung
>resiko dg menerapkan aturan tersebut (terutama melihat unsur keobyektifan)?
>2. (dari hasil diskusi dg Yuniarto, emailnya hilang tak berbekas) Pada
dasarnya
>dosen2 di jurusan Fisika pintar2, tapi sayangnya mereka kurang mampu
menularkan
>ilmu mereka pada mahasiswa (terutama jurusan Fisika).
>3. Seperti Pak Rusli tulis, semangat/spirit dari mahasiswa2 FMIPA sudah down
>dulu. Well, saya sendiri sempat mengalami masa krisis (jika boleh saya
katakan
>demikian) selama 1 semester. Tapi, setelah saya mencari tahu ke sana sini dan
>melihat situasi dan lingkungan yg saya masuki, saya malah bersyukur masuk
jurusan
>Fisika, yg memiliki keheterogenan dan keaneka ragaman (malah saya bingung,
he he
>he...) Barangkali dosen2 jurusan Fisika perlu memikirkan resep yg
>jitu....terutama utk angkatan baru yg akan tiba.
>4. Sikap feodal sendiri di jurusan Fisika, yg saya alami, sedikit banyak
memang
>ada, dan sayangnya dilakukan oleh dosen, terutama dosen2 yg saya ambil mata
>kuliahnya di tingkat 2. Terus terang, ketika itu saya jengkel sekali
karena saya,
>yg belum mengerti, nampaknya tidak diberi kesempatan utk mengerti....B^(
>
>Demikian saja komentar dari saya.
>Mohon ma'af jika ada kata2 yg kurang berkenan.....
>Wassalam,
>The One and Only Orang Ngganteng di Bandung
>si Pahmi t�a!!
>
>

Kirim email ke