----- Original Message ----- 
From: Paulus Vincentius <[EMAIL PROTECTED]>

> Namun, yang jelas, apabila kalimat Boccacio tersebut dijadikan sebagai
> "pembenaran" untuk menjajah, maka aku lebih percaya dengan wejangan nenek
> saya yang mungkin bukan siapa-siapa bagi Anda. Isinya sederhana... "Bila
> kamu tidak suka disakiti, maka jangan menyakiti". Dengan kata lain, bila
> Anda tak suka ditindas, maka jangan menindas.
> 

Dan agar lebih komplet :

Bila anda suka ditindas dan ingin menindas, maka menindaslah pada mereka
yang memang ingin ditindas, ............. tidak kepada mereka yang tidak ingin
ditindas...............



> Bila benar, maka tampaknya EE sepertinya terkena gejala yang pernah
> diungkapkan oleh seorang romo Brasil bernama Paulo Freire (1971) dalam buku
> "Pendidikan Kaum Tertindas". Sepertinya, EE menatap penuh kekaguman
> penjajahnya, sehingga bercita-cita untuk menjadi penjajah juga.
> 

Masih lumayan-lah kalau begitu, yang parah itu :

Bila giliran dijajah, menjadi pejuang sejati dan pahlawan, menolak untuk dijajah
( minimal ikut dijajah, walaupun dalam hati tidak mau ) ..........

tapi bila tiba gilirannya untuk menjajah..... dengan bersemangat akan ikut serta 
.........
dengan segala dalih untuk membenarkan semua ke-tidak konsistenan-nya...........

Mudah2 -an ngga ada mahasiswa yang bermental demikian...............


> Ucapan penutup, mengutip dari sumber yang seharusnya sudah Anda sering
> dengar, "Penjajahan diatas bumi haruslah dihapuskan, karena tidak sesuai
> dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." Bila Anda mempercayai kalimat
> tersebut, maka seharusnya Anda setuju, bila penjajahan, apapun bentuk dan
> maksudnya, tak dapat dibenarkan.
> 

Setuju sekali........

dan garis bawahi : .......... apapun bentuk dan MAKSUDNYA....................
banyak lho, yang berlindung di balik "maksud baik" demi melaksanakan 
penjajahan di atas muka bumi ini,


> Salam,
> Paulus Vincentius
> 


Lionov - 7397020



Kirim email ke