> ---------- Forwarded message ----------
> Date: Thu, 19 Aug 1999 21:29:50 +0700 (JAVT)
> From: =JAWS= <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
>  " Ego " memang harus disadari tapi pihak mana yang tidak menonjolkan
> egonya ? tarik - mulur berlanjut terus tanpa penyelesaian.... 
> dan positif thinkingnya ngak muncul.....
> 

Saya tidak tahu, di bagian mana yang tidak ada penyelesaiannya ????

Mungkin pada hal2 prinsipil masih tidak ada penyelesaian, tapi pada
prakteknya, penyelesaiannya sangat jelas koq.............

Berkaitan dengan OS di FMIPA tahun lalu misalnya, 
( yang sempat diwarnai "perdebatan" dan tarik mulur yang panjang)
penyelesaiannya kan jelas sekali ( di tingkat mahasiswa ), 
yang tidak dapat ( dan berkeras tidak mau ) menyetujui konsep acara OS di 
FMIPA itu kan suaranya sangatttttt kecil, hanya 4 ( EMPAT !!!! ) suara saja.........
( walaupun suara tersebut boleh dibilang mewakili beberapa mahasiswa lain yang 
tidak sempat datang pada saat rapat akbar dahulu itu ..... )
dan jelas, konsepnya jalan terus, sama sekali tidak terganggu dengan kerikil2 
yang empat itu kan ????

lalu, bagi saya pribadi, ada "ego" saya, prinsip saya yang tidak dapat 
sedikitpun dikompromikan dalam bentuk apapun juga..............
dan walaupun saya sedemikian keras kepala-nya, tetap pada prakteknya
ada penyelesaian, bukan begitu ????

Positive thingkingnya masih ada koq,
menghargai pendapat dan hak orang lain contohnya,

oh ya, orang lain ini siapa saja lho, termasuk mahasiswa baru...........
habisnya ada yang bilang "menghargai....bla....bla...bla",
tetapi pendapat dan hak mahasiswa baru "dibungkam"  saja 



> > On Wed, 18 Aug 1999, Aloysius Rusli wrote:
> > 
> > > Yang terakhir ini juga bermakna bahwa setiap mahasiswa termasuk yang baru,
> > > adalah sudah anggota penuh di Unpar, termasuk di himpunan program studi.
> 
> kenapa harus demikian ? apakah mahasiswa tidak bisa menentukan pola
> keanggotaannya ? apakah campur tangan tentang  keanggotaan ini sama dengan
> campur tangan tentang syarat calon pimpinan yang bersifat mutlak ? ego
> atau taktis ?
> 

Pola keanggotan seperti apa ????

Bagaimana kalau yang bayar uang DKM, berhak jadi anggota himpunan,
dan yang tidak bayar uang DKM, tidak berhak jadi anggota himpunan..........

dan jelas, bayar uang DKM dijadikan opsi saja, mo bayar boleh, 
ngga juga terserah aja.........................

Kan aneh juga, harus bayar "iuran keanggotaan" 
tapi yang bayar sendiri bukan "anggota"
atau "walaupun kamu udah bayar iuran, harus diseleksi dulu,
pantas masuk atau tidak ........."

Apalagi, kabarnya uang DKM akan dikelola oleh mahasiswa sendiri ( HMJ ??? )

Gampang kan ??? ........ =)))


> 
> solusi....... ?
> 
> salam perubahan,
> 
> =jaw's=
> 
> 

Lionov - 7397020






Kirim email ke