Bahwa orang sering lebih senang mengikuti egonya sendiri, memang benar;
akan tetapi itu bukannya lalu berarti 'ya sudah, peduli amat pendapat orang
lain', melainkan dengan berpikir agak jangka panjang, kiranya dapat
disimpulkan, bahwa 'demi perdamaian dan kesejahteraan jangka panjang,
terpaksa kita berapat dan berunding dan mencari jalan tengah yang realistis'.

At 02:39 PM 8/20/99 +0700, Nono Sukarno wrote:
>>  " Ego " memang harus disadari tapi pihak mana yang tidak menonjolkan
>   ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
>saya setuju dengan pernyataan ini, terkadang orang merasa benar dengan
>pemikirannya sendiri, sangat sulit menerima pemikiran orang lain yang
>berbeda.
>menurut pengalaman saya 2 tahun kebelakang ini, apa yang hendak dicapai
>sangat jauh dari sasaran. kepedulian mahasiswa akan himpunan dapat
>dikatakan nol BESAR. Saling mencurigai antar angkatan tumbuh di sana-sini.
>salah satu pihak menganggap dirinya "berkedudukan kuat", sementara pihak
>lain merasa terkungkung. Siapa yang harus disalahkan?

Daripada sibuk mencari kambing hitam, lebih baik (menurut saya) sadar bahwa
membangun komunitas yang rukun dan akrab dengan sejahtera hanya dapat
dilakukan secara berangsur, dan sikap positif konstruktif (bukannya
mengeluh karena harus kerja berat), dan berupaya terus menerus. Karena
jumlah mhs kita kecil, justru pengakraban lebih mudah diraih; akan tetapi
tetap perlu bijak dalam melangkah, jangan dipaksakan.

>Jika kita lihat Himpunan di fakultas yang lain, Himpunan ikom-lah yang
>paling parah. Mau diapakan himpunan ini?

Jangan patah semangat. Menurut saya sebagian mhs bingung karena mengira
bahwa kepedulian hanya dapat ditumbuhkan dengan pemaksaan; padahal itu pola
pikir 'jalan pintas' yang muncul dari budaya 'instant' yang sedang popular.
Kiranya kegiatan Minggu 22 Agu warga FMIPA agak menunjukkan bahwa tanpa
pemaksaan, kita juga dapat berkembang; malah dengan lebih tak-tegang.
Silakan pola 'merdeka' seperti itu terus dikembangkan; itu juga selaras
dengan pola negosiasi dan cara-damai yang makin terpaksa dilihat sebagai
jalan-terbaik di dunia mendatang ini.

Salam,          A Rusli 25 Agu 99

Kirim email ke