Menurut saya, kekecewaan ini berakar juga dari kelirunya konsep 'OS' selama
ini di mata sebagian besar dosen dan mahasiswa.
Kelirunya a.l. adalah :
1) Mengira bahwa dengan kegiatan massal dapat membina orang; padahal
pembinaan yang baik bagi seorang manusia rupanya harus personal, bukan
massal, dengan 'magang', bukan dengan regimentasi (memperlakukan orang
sebagai sebagian suatu rombongan saja, bukan sebagai persona dengan
kekhasan pribadi masing-masing).
Regimentasi memang cocok untuk mesin perang konvensional yang belum kenal
robot-robot, sehingga manusia disuruh menjadi robot saja.

2) Mengira bahwa dengan menekan dan membentak dsb, ketahanan mental
seseorang dapat ditumbuhkan dalam beberapa hari/minggu.
Saya melihat, yang dihasilkan adalah, bahwa orang menjadi cenderung
bersikap 'senior boleh berbuat semena-mena, yunior harus patuh total'. Ini
melatih generasi muda untuk mendukung suasana yang kini dianut di elit
politik dan keuangan bangsa ini.
Kiranya ini dampak 'budaya "instant"' yang melanda banyak orang; mau cepat
kaya peduli amat caranya, mau cepat membina peduli amat berhasil seperti
apa, dll.

3) Tampaknya ada persepsi keliru tentang tanggungjawab. Kalau semua masih
beres, mudahlah itu. Akan tetapi kalau mulai tak beres (baca kasus ISTN,
dan saya ingat kasus kematian angkatan FI '95), 'takdir' dan 'kesehatan
barangkali sejak dulu tidak baik' dan 'salah sendiri tidak lapor' yang
diucapkan. Budaya cuci tangan, hanya mau enaknya, tidak mau pahitnya?

4) Saya baca di koran, ucapan panitianya 'kami tanggung jawab', tapi
'secara resmi tidak ada kekerasan' (ada resmi dan tidak resmi, meniru
kelakuan senior di bangsa ini), 'kalau pun ada kekerasan, itu lebih ringan
daripada tahun lalu' (relativisme dalam norma, seperti ucapan 'sekian
milyar masih kecil', 'lihat yang lain lebih besar lagi'; seolah kekerasan
sendiri , korupsi sendiri sudah lumrah).

Menurut saya, cara yang lebih baik untuk menyambut mhs baru adalah :
a] Oleh staf ITB : Menyelenggarakan acara ramah tamah dengan pelakunya staf
ITB (seperti sepotong, sekarang ini), memberi orientasi tentang cara studi
dan struktur program studi, dan berkeliling di jurusan melihat
fasilitasnya, serta memperkenalkan para dosen wali dan dosen lain, dengan
ajakan menghubungi mereka kalau dirasa perlu, serta cara-caranya (email,
memo, bertemu, ...). Singkat saja, karena mhs baru sudah lelah mental
akibat sejak Maret sudah ditekan (sementara ini) oleh EBTA, bimbel,
menunggu hasil UMPTN, dll); relakanlah mereka melepas ketegangan dan
kegembiraan secara merdeka. Jangan diregimentasi lagi berbanyak-banyak.

b] Oleh mhs lama : Menyelenggarakan acara ramah tamah gaya ceria dengan
pelakunya mhs lama saja, dengan mhs baru justru sebagai 'undangan
terhormat' yang ingin ditarik minatnya untuk bergabung dengan 'kelompok
saudara yang siap membantu dalam studi dan pengalaman' (bukan sebagai
saudara tua yang tahu dan berwenang total). Lika liku kampus dapat
ditunjukkan dengan jalan keliling dipandu mhs lama yang cukup tahu, dalam
kelompok-kelompok kecil bagaikan pada 'tour wisata yang bagus'.
Perangai dosen dapat diinformasikan, sebagai gambaran bagaimana
menghadapinya dengan berhasil, fasilitas (kemudahan) yang tersedia di
kampus dan jurusan, dari sudut pandang mhs, dapat disampaikan.
Tetapi singkat saja dulu (misalnya total 3 jam), mengingat kelelahan tsb di
atas.

c] Setelah pertengahan semester, ketika mhs baru sudah mulai masuk dalam
irama kuliah dan praktikum, dapat ditawarkan bantuan studi dan nasihat
lagi, yang akan lebih mudah dihargai karena sudah ada pengalaman kemacetan
studi dsb.

d] Setelah lewat satu semester, dan mhs baru mulai melihat taraf
kesuksesannya, dapat ditawarkan (kalau masih dirasa perlu), kursus dan
kegiatan 'kaderisasi' (berbau regimentasi lagi, sebenarnya) bagi yang
berminat saja.
Menurut saya, kaderisasi hanya efektif dilakukan pada orang yang memang
berminat jadi kader (kerangka-penopang organisasi). Ini kader dalam arti
positif, yaitu yang mau menjadi penopang kegiatan secara positif (bukan
parasit yang mau memperoleh manfaat dan koneksi via organisasi, dsb).

Ini memang agak radikal; karena menurut saya saat ini sudah luas tersebar
'budaya' yang sakit.

Salam,          A Rusli 5 Sep 99

At 02:40 PM 8/31/99 +0700, you wrote:
>*This message was transferred with a trial version of CommuniGate(tm) Pro*
>Wah, jadi apa manfaatnya tuh OS KM,..
>
>
>-----Original Message-----
>From: yaddi <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tuesday, August 31, 1999 1:24 PM
>Subject: [HIMAFI] provokasi
>
>
>*This message was transferred with a trial version of CommuniGate(tm) Pro*

>'99 MENGGUGAT

>Asssalamu'alaikum Wr. Wb.
>Salam, teman-teman ITB semua
>Tak terasa sudah 2 hari semenjak aku mengakhiri masa-masa "bulan madu"
>(dengan madu terasa pahit) menempuh OSKM, yang sedikit banyak menimbulkan
>pro-kontra, terutama setelah ada yang mati di ISTN.
>OSKM. Sebuah kata yang semula kudengar indah, terutama jika kudengar
>penuturan kakak-kakakku, yang sudah lebih dahulu memasuki ITB. Maka, meski
>kurasa MAHAL, aku berikan uang sejumlah 25 ribu, suatu jumlah yang cukup
>besar bagiku, terutama sejak krisis ekonomi melanda Indonesia. Harapanku,
>setelah aku mengikuti OSKM, wawasanku bertambah, pandanganku kian luas, pola
>pikirku lebih sistematis dan hati nuraniku kian jernih.
>Namun, ketidakberesan sudah mulai kurasakan sejak hari terakhir pendaftaran
>mahasiswa baru. Beberapa orang, entah siapa, menjual belikan topi di depan
>gedung PAU. Topi tersebut merupakan salah satu tugas yang seharusnya kami
>kerjakan. Entah dengan motivasi apa, aku sendiri cenderung tidak peduli.
>Namun, aku menjadi tersentak, karena beberapa orang rekanku MEMBELI topi
>tersebut. BAYANGKAN, sebuah tugas yang SEHARUSNYA kami KERJAKAN, dalam
>kenyataannya BISA DIBELI. Ya Tuhan�sedemikian rendahkah moral teman-temanku?
>Apakah mereka saking malasnya untuk mengerjakan tugas ataukah dengan "dalih"
>membantu para pnejual? SIALAN KALIAN�!! Apa kalian pikir semua hal bisa
>dibeli dengan uang?
>Itulah kekecewaan pertama yang aku telan, yang ternyata menjadi awal dari
>berbagai kekecewaan yang kurasakan di masa berikutnya.
>Kekecewaan berikutnya, adalah mengenai panitia OSKM itu sendiri. Mulai dari
>dewan pusat, dewan keamanan, dewan mentor, dan (yang terakhir, kuharap)
>dewan itu sendiri (danlap). Aku dengar dari senior-senior dan kakak-kakakku,
>tugas mereka pada OSKM-OSKM terdahulu adalah MENSUKSESKAN jalannya OSKM,
>bukannya MENGACAUKAN.
>Teman-teman ITB, berikut uneg-unegku mengenai panitia OSKM. Untuk dewan
>pusat, mereka cenderung tidak berani untuk melakukan intervensi-intervensi
>terhadap kami, sehingga banyak teman-temanku yang berbuat "seenaknya".
>Yaa�terlambat datang-lah, gak bawa tugas-lah (psstt�ini rahasia, lhoo�!!
>Untung gak ketauan, hehehe). Aku sendiri tenang-tenang saja gak bawa tugas.
>Toh, gak ada dewan pusat yang sweeping. Andai aku bisa lihat wajah-wajah
>bego mereka kalo mereka marah, membuat aku terpingkal-pingkal, hahaha�
>lagian, dewan pusat kok gak ada serem-seremnya barang segede upil pun.
>Petantang petenteng saja kerja mereka. Sok galak, padahal diam-diam ngelirik
>cipres di sukuku. Huh, sok gaya, sok galak, padahal ngeceng�! Yang lebih
>asyik, dewan pusat yang cewe. Bajunya, wooowww�.buset maaakkk..!!
>Untuk dewan keamanan, kalian bukannya bertugas mengamankan jalannya OSKM,
>malah ikut-ikutan (sok) galak. Mana galaknya gak asyik�ketemu ama swasta aja
>langsung ngeper, hihihi� Ah, udah, adeh, kalian gak ada harganya di mataku.
>Dewan mentor, kalian terlalu ijo untuk njelasin masalah-masalah di kampus
>(kemahasiswaan) dan di masyarakat (kerakyatan) kepada kami. Berulangkali aku
>berusaha keras menahan diriku untuk tidak mengeluarkan kata-kata pedasku,
>sekedar untuk menghormati kalian (dengan terpaksa). Yang bener aja, masa
>"baru" 2 tahun udah sok (menurutku) berani memberikan wejangan-wejangan.
>Tahu apa sih kalian? Lebih baik aku denger cerita kakak dan seniorku. Lebih
>komplit, lebih menarik dan lebih menyenangkan dalam menyampaikan dan
>menceritakannya. Benar-benar buang waktu saja mendengar kalian ngoceh. Apa
>kalian gak cape ngoceh kayak burung beo gitu? Mbok ditajamin lagi kemampuan
>analisa dan pola pikir kritis kalian. Masa cetek kayak gitu, sih?
>Bagi dewan (danlap), sebenarnya kamu oke (kata cipres di kelompokku, suaramu
>kayak sheila on 8, hehehe) cuman, banyakan marahnya dibandingin "ngebantu"
>kami untuk melakukan tugas yang kamu suruh. Gak heran, swasta-swasta semua
>pada ber-huuu tiap kali kami gak beres ngelakuin formasi (terutama body
>wave) dan tugas yang kamu suruh. Cobalah meniti karir sebagai calo angkot,
>biar ngomongnya lebih jelas dan lebih dimengerti, yah?
>Temen-temen, kalian pikir kekecewaanku hanya segitu? Wooo�tidak, dong! Enak
>saja, masa kecewa cuman sedikit? Rugi, lah! Nambah doong�(temenku cerita,
>dia diajari oleh juragan sebuah banyolan"Tambo cieee�" terpingkal-terpingkal
>dia mendengar ungkapan itu. Setelah aku mengerti maksudnya, aku ikut tertawa
>mendengarnya). Tambahan kekecewaanku lainnya adalah orang tua temen-temen
>yang ikut menjemput. Kalian ini kayak anak kecil saja. MANJA, CENGENG, dan
>GAK ADA SEMANGAT JUANG sama sekali. Payah, pulang sedikit telat, langsung
>ortu kalian pada ngomel-ngomel. Ribut mau lapor ama pengacara. Huh, eneg aku
>ngelihatnya� Kalo begitu, jika tahun depan aku menjadi panitia (kalo
>pengen), aku bakal ngasih tugas harian: BAWA ORANG TUA dan KENDARAAN
>JEMPUTAN. Hahaha�temen-temen, ingetin aku tahun depan, yah?
>Adapun puncak dari segala puncak kekecewaanku adalah saat PELANTIKAN. Kami
>disuruh bolak balik ke Lebak Siliwangi lalu kembali ke lap basket tanpa
>tujuan yang jelas. Padahal, mendingan langsung kumpul saja di lap basket.
>Ketauan, panitia OSKM kerjanya GAK BECUS. Payah, masa kami sebagai angkatan
>baru musti disuguhi orang-orang gak becus dalam organisasi, sih?
>Aku berusaha untuk menelan puncak kekecewaanku ini. Namun, ternyata
>puncaknya bertambah lagi, saat ACARA PELANTIKAN. Masa yang melantik adalah
>(katanya) KETUA OSKM, dan bukannya PRESIDEN KM? DI MANA KAMU, Presiden?
>Kutau hanya namamu. Mukamu gak tau. MUKA LU JAUUUUHHH�.!!!
>Jadi, sebenarnya aku ini SUDAH SAH MENJADI ANGGOTA KM atau BELUM, sih? Lah
>yang melantik saja "cuman" 'manager' dan bukannya 'direktur'? Mana ada
>legalitasnya??
>Yang jelas, bagiku pribadi, OSKM 99 ini gak ada manfaatnya. Sasaran gak
>jelas, materi entah nyampe entah nggak. Kekompakan gak ada sama sekali, lah
>wong yang dikasih hanya tugas PRIBADI semua, GAK ADA TUGAS KELOMPOK.
>Ah, pusing aku�mendingan ngurus kuliah dan mikirin untuk ikut os himpunan
>aja. Kayaknya lebih asyik� Gak perlu ikutan kerja di KM ITB yang ternyata
>gak beres... Entar aku malah ikut-ikutan gak beres pula� dasar orang GILA!!!
>
>
>(katanya) angkatan kiu-kiu
>
>
>
>

Kirim email ke