Maaf jika terjadi timbulnya kebencian; akan tetapi selain hal yang tidak diharapkan itu, diharapkan terjadinya penyadaran bahwa manusia dapat menjadi amat kejam, jika tidak ada kendali dan kontrol serta keterbukaan; maka saya edarkan itu, agar kita terbiasa menghadapi realita, terbiasa menyaring dengan akal sehat, dan bukannya merasa 'semua biasa dan aman' atau sekedar mencari kambing hitam. Kalau kita menunggu sampai kita punya bukti sebelum memberitakan sesuatu, kita dapat digiring oleh penguasa (yang merasa agak mampu menyembunyikan bukti). Lebih baik berita yang kita nilai cukup benar, kita siarkan saja, secara bijak. Salam, A Rusli 16 Sep 99 At 07:34 AM 9/13/99 +0700, Sutisna Salim wrote: > >Alangkah bijaknya bila berita baru KATANYA tidak disebar luaskan, yang >hanya menimbulkan kebencian diantara kita saja. > >On Sun, 12 Sep 1999, A Rusli wrote: > >> > Saya dapat surat dari Australia. Saya teruskan berita yg berhubungan >> >dengan Timor Timur saja. >> >> ----- Original Message ----- Sent: Tuesday, >> >September 07, 1999 9:08 PM Aduh kejem pisan ya tentara Ind, ada >> >seorang wanita ngelaporin, dia teh baru diungsikan dari Dili, dia cerita >> >dia liat dgn mata sendiri ada anak Timor dipulintir lehernya dgn tentara >> >Ind. Aduh dengernya ati meuni linu dan ikut nangis, sebab dia ceritanyapun >> >sebari emosi sekali. Harap2 jangan ngerambat ke -mana2. >>
