Setahu saya, pendekatan terbaik ke 'pi' adalah dengan mencari limit poligon
(segibanyak) beraturan intern dan ekstern bagi suatu lingkaran; kedua limit
itu mestinya mendekati keliling lingkaran, dan dengan itu nilai pi dapat
dihitung melalui hubungan 'pi = keliling dibagi diameter'. Ini yang
diupayakan orang melalui komputasi, dan saat ini sudah dicapai berjuta
desimal bilangan pi tanpa berhasil menemukan pengulangan urutan
angka-angkanya.

Kiranya limit tersebut di atas dapat dirumuskan dalam berbagai bentuk deret
seperti dikemukakan pak Ibnu Rosyid.

Bilangan pi pak Agus adalah rasional, karena berbatas jumlah desimalnya,
sehingga senantiasa dapat ditulis sebagai 'rasio' atau hasil bagi dua
bilangan (maka disebut 'rasional'), dalam hal ini 3,154700538 = 3 154 700
538 per 10*9, dst.

Menurut saya, memang ketika harus menetapkan nilai tan 30o, akan harus
digunakan sifat lingkaran pula, sehingga masalah nilai pi muncul lagi.

Salam,          A Rusli 17 Okt 99

At 09:48 AM 10/15/99 +0200, you wrote:
>*****************************************************
>MILIS FISIKA INDONESIA (MFI)
>INDONESIAN FORUM FOR PHYSICS AND PHYSICS MANAGEMENT
>*****************************************************
>Ihsan Hariadi wrote:
>
>>      Dari hasil pendekatan tersebut, nilai Pi = ......................
>>      3,14159265358979323846.
>>
>>      Di  mana  kesalahannya?  Pertama,  sejauh  mana  ketepatan  hasil
>>      pengukuran  tersebut. Si A, bisa mengukur panjang benang keliling
>>      lingkaran,  sebagai contoh,  10,2 cm.  B  10,1,   C  10,3.   Per-
>>      bedaan  ini  tergantung  dari  sudut pandang si pengukur terhadap
>>      obyek pengukurannya. Karena itu,  papar  Agus,  hasil  pengukuran
>>      tersebut  kurang  eksak.  Tapi, menurut Agus, pendekatan tersebut
>>      pada saat itu bisa dimengerti karena belum ada metoda yang  dapat
>>      digunakan untuk menentukan keliling lingkaran sesungguhnya selain
>>      menggunakan cara pengukuran kuno tadi. ''Saat itu belum ada anal-
>>      isis teori matematis yang secara tepat dapat dipakai untuk menya-
>>      takan keliling lingkaran,'' katanya.
>>
>>      Berdasarkan kesalahan asumsi itulah, Agus kemudian mencari metode
>>      lain  untuk  pengukuran bilangan Pi tadi. Yaitu dengan pendekatan
>>      matematis-geometris. Agus menamakan  penemuannya  sebagai  Metode
>>      Nusantara  (MN).   Pendekatan dari MN berangkat dari perbandingan
>>      kerucut dan tabung. ''Metode  Nusantara  merupakan  suatu  metode
>>      analitis  matematis teoritis untuk menentukan bilangan Archimedes
>>      dengan mencari koefisien rumus  kerucut,''  ungkap  Agus.  Dengan
>>      metode ini, tidak seperti dalam pendekatan konvensional, Agus tak
>>      sedikit pun melakukan pengukuran yang bisa menimbulkan  kesalahan
>>      pengamatan.  Dengan perhitungan goneometri, akhirnya Pi dapat di-
>>      temukan dengan nilai: 2 (1 +  tan  30).  Besar  nilai  Pi  adalah
>>      3,154700538. ''Nilai Pi ini sangat eksak karena angka di belakang
>>      komanya yang sembilan angka itu adalah hasil yang tepat. Tak  ada
>>      lagi tambahan angka di belakang koma seperti pada nilai Pi tradi-
>>      sional yang  menggunakan  pendekatan  pengukuran  keliling  ling-
>>      karan,''  ujarnya.
>
>1) Representasi Vieta menyatakan bilangan \pi dengan ungkapan
>
>                \pi = 2[c_1 x c_2 x c_3 x...x c_n x...]^(-1),
>
>di mana
>
>2c_1 = 2^(1/2)
>2c_2 = [2+2^(1/2)]^(1/2)
> ...   =    ...
>2c_n = [2+[2 +[2+...]^(1/2)]^(1/2)]^(1/2)
>...    =    ...
>dst.
>
>Representasi ini diperoleh secara analitic tanpa pengukuran. Dapat
>dibuktikan bahwa dengan representasi ini diperoleh  3,1415923... < \pi
><  3,1415928... .
>(Lihat sebagai contoh U. Storch und H. Wiebe, "Lehrbuch der Mathematik.
>Band 1" 1996)
>Jadi, Pi Agus tersebut, yakni 3,154700538, berada jauh di luar interval
>itu.
>
>2) Bilangan \pi  adalah bilangan irrasional. Tetapi bilangan Pi Agus
>adalah bilangan rasional. (Why?)
>
>3) Yang perlu juga dipertanyakan bagaimana mas Agus ini memperoleh nilai
>dari tan 30.
>Dengan pengukuran?
>
>4) Bilangan Euler e = 2,7... didefinisikan sebagai
>
>                      e = lim_(n --> 0) [1+n]^(1/n)
>
>Dan inipun termasuk bilangan irrasional.
>
>Selanjutnya terserah anda...
>
>Ibnu Rosyid
>
>=====================================================================
>** Bantulah kemajuan fisika Indonesia dengan mengajak kolega anda
>bergabung ke Milis Fisika Indonesia (MFI), kirim email kosong
>ke [EMAIL PROTECTED] dengan isi SUBSCRIBE FISIKA. Untuk pengarsipan
>kirim data kerja/penelitian/studi anda ke: [EMAIL PROTECTED]
>** Kunjungi http://members.tripod.com/~fisika/. Terima kasih. **
>=====================================================================
>

Kirim email ke