Mengingat kita belum dapat meyakinkan mahasiswa bahwa penerimaan mahasiswa
baru perlu lebih berbudaya intelektual, saya setuju bahwa mahasiswa baru
dapat dihadapkan pada pilihan masuk ke himpunan yang lebih mereka condongi
(sejauh dirasa perlu; tampaknya di FMIPA yang kecil itu, belum perlu
ditempuh langkah drastis begitu).
Tentu ini perlu disertai pedoman bahwa pengelompokan macam-macam ini tidak
diijinkan menjadi berkelakuan preman atau
primordial-pokoknya-kelompok-saya-benar.

Cara lain adalah dengan menegaskan bahwa himpunan mahasiswa berkegiatan
hanya dalam bidang akademis (seminar, lokakarya, diskusi panel, ... )
sedangkan acara keakraban dijatahkan pada prioritas terendah, atau
dijatahkan kepada unit kegiatan mahasiswa. Akan tetapi kiranya pemisahan
seperti ini terlalu dibuat-buat dan tak sesuai dengan pola gado-gado jaman
sekarang.

Yang terpenting, bagaimana pun, adalah perlunya keberanian pimpinan untuk
menyatakan dengan sederhana dan jernih serta jelas, bahwa kegiatan
mahasiswa apa pun, adalah sukarela, dan fasilitas Unpar dikontrol ketat
agar tidak digunakan untuk perbuatan yang melanggar hak azasi manusia.

Salam,  A Rusli                 1 Mar 2002

At 01:33 PM 2/27/02 +0700, you wrote:
>
>
>On Wed, 27 Feb 2002, Sutisna Salim wrote:
>
>> Udah ach... bosan membicarakan Gaji lewat Bank , ganti topik lah...
>> Gimana kalau kita membahas mengenai rencana pembentukan Serikat Pekerja
>> Unpar yang lebih memperjuangkan nasib kita semua. gimana ?
>> monggo silahkan ada yang bisa mulai.
>>
>> salam
>> tisna
>>
>
>Pastor,
>
>Pembentukan Serikat Kerja sih boleh-boleh saja, hanya kalau bisa jangan
>wadah tunggal deh. Kalau bisa ada Serikat Pekerja-A,B, ..., Z, agar
>terjadi kompetisi yang tinggi antar Serikat Pekerja.
>
>Saya sedang tukar pikiran dengan Ketua Himpunan Mahasiswa, apa ada
>keinginan mereka untuk keluar dari kebiasaan wadah tunggal, misalnya
>dengan membentuk HMJTI-A, HMJTI-B, HMJTI-Reformasi, HMJTI-Perjuangan.
>
>Baik karyawan maupun mahasiswa rasanya lebih senang dibuat pusing karena
>terlalu banyak pilihan, daripada dibuat pusing karena pilihannya hanya
>satu.
>
>Salam
>Sani Susanto
>
>
>

Kirim email ke