Rekan yth,      Apakah ungkapan ini menggambarkan pendapat segelintir (atau
cukup banyak) lulusan SMU?

Salam,  A Rusli         10 Sep 2002

Date: Tue, 10 Sep 2002 02:41:09 -0700 (PDT)
From: 
Subject: tanggapan dan masukkan atas penghapusan OSPEK
To: A Rusli <[EMAIL PROTECTED]>

Salam Hormat..

Memang Gejala yang terjadi Di Indonesia, Dan telah
telah mungkin mendarah daging. Seperti itu SENIORITAS 
Dan Menindas Juniornya. Karena menurut mereka
Disiplin, Kebersamaan, Kekompakan, dll bukan datang
dengan sendirinya melainkan Itu ada karena DIBENTUK
Memang tujuan mereka baik walaupun masih didompleng
oleh keinginan "Balas Dendam", yang dilampiaskan
kepada Mahsiswa baru. Tapi apakah mereka berpikir
mereka adalah Mahasiswa. Yang bersuara lantang
meneriakkan reformasi : Meruntuhkan Rezim Orba yang
kurang menjunjung tinggi HAM dan KOrup, Menuntut
pencabutan dwifungsi ABRI sebagai SOSPOL dll.

Tapi apakah mereka sadar apakah mereka melaksanakanya
mulai dari tingkat kampus, sebelum berteriak-teriak di
lapangan parkir monas atau di gedung DPR. Saya sebagai
Mahasiswa merasa malu melihat itu semua. Disatu sisi
menginginkan penghormatan tehadap HAM tapi di satu
sisi
menindas HAM orang lain. main pukul, tampar, apalagi
yang saya dengar dari bapak sampai ada yang dipukul
pake balok segala. Oleh orangtua nya aja yang
melahirkan, memberi makan sampe gede, yang mencukupi
kebutuhannya belum pernah di pukul eh ini sama orang
yang baru dikenal langsung maen kekerasan. MEnjunjung
tinggi HAM yang meraka tuntut yang diantaranya
menyangkut tentang kebebasan beragama, telah mereeka
langgar. dibeberapa kampus   terjadi seperti itu.
jadwal OPSPEk tidak ada Jadwal ibadah pada sore hari
malah ada yang tidak sama sekali terutama bagi umat
Muslim yang wajib Sholat 5 waktu. yang nyata-nyata
telah menginjak-nginjak kebebasan beragama.

Mahasiswa menuntut untuk dihapuskannya dwifungsi ABRI,
tapi mereka malah memasukan unsur militer dalam
Kampusnya, yang nyata-nyata adalah lingkungan Sipil
bukan Militer. apakah mereka berpikir sampai sejauh
ini??????????

memang tidak semua mahasiswa dan lingkungan kampus
seperti itu. tapi ada pepatah yang mengatakan "Nila
setitik rusak susu sebelanga".

Saya mohon maaf apabila dalam surat saya yang pertama
ini kurang sopan dan kurang baik dalam hal tata
kata...
itu semata-mata dikarenakan saya masih belajar dan
rasa ingin mencurahkan apa yang saya rasakan.
Serta saya mohon
bapak dapat menghapus OSPEK yang berbau feodal dan
menggantinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat,
seperti halnya di FMIPA, Fakultas dimana bapak menjadi
dekan. serta membawa angin segar dalam kehidupan
Akadenis dan kemahasiswaan di Unpar..

Terima kasih 

I.

Kirim email ke