Menghormati Alam menurut Neuro Language Programmingsource:
http://www.oneearthmedia.net/ind/?p=198

Niat baik dengan implementasi yang kurang tepat

Seorang ibu menelpon anak gadisnya yang masih belajar di tempat
temannya, "Sekarang sudah larut malam sudah jam 10 malam cepat
pulang agar besok pagi tidak terlambat ke sekolah!" Niat Sang ibu
amat baik. Akan tetapi, Sang Anak Gadis berpikir hanya setengah jam lagi
tugas beres, dan besok ke sekolah tanpa beban tugas dan paparan di
sekolah bagus.



"Selalu ada maksud baik di balik setiap perilaku", demikian ujar
salah satu anggapan NLP (Neuro Language Programming). Ditambah lagi,
"Manusia itu lebih dari sekedar perilakunya", berarti selalu ada
kemungkinan bagi setiap orang untuk melakukan perubahan dalam dirinya.

"Segala sesuatu itu tergantung niatnya". Ya, niat memang
penting, tetapi niat yang terealisasi menjadi perilaku yang selaras jauh
lebih penting.

Seorang yang efektif adalah mereka yang selaras. Walk the talk. Sangat
teruji integritasnya, karena apa yang ia niat dan katakan, itulah pula
yang ia jalankan. Dalam law of attraction, orang yang kongruen memiliki
vibrasi energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang tidak.

Love Peace and Harmony

Sang Ibu bisa dilatih menerapkan NLP, untuk memahami Lingkungan,
Perilaku, Kemampuan, Keyakinan, Identitas dan Spiritual agar tindakan
Sang Ibu selaras dengan niatnya. Dalam spiritualitas, tindakan Sang Ibu
terhadap anak gadisnya sudah ada love, sudah kasih. Akan tetapi dalam
diri Sang Ibu belum terdapat kedamaian diri, rasa khawatirnya membuat
tindakannya kurang harmony. Seandainya Sang Ibu lebih tenang, dia akan
menanyakan baik-baik apa masalah Sang Anak Gadis, dan mungkin akan
keluar tindakan biarlah setengah jam lagi Sang Bapak menjemput Sang Anak
Gadis ke rumah temannya. Dengan love, peace and harmony maka niat dan
implementasi bisa selaras.

Semua agama meminta kita melayani tetangga, janda, anak yatim piatu dan
orang yang kurang mampu agar love, sifat kasih kita tumbuh. Setelah kita
sadar, aku ini siapa? Di Alam ini ada Yang Maha Kuasa. Aku pun bukan
badanku, pikiranku atau perasaanku, aku dapat menyaksikan badan, pikiran
dan perasaanku. Mengapa aku harus takut dan kawatir? Rasa peace, damai
dalam diri muncul. Setelah kedamaian diri dan rasa kasih muncul maka
segala tindakannya akan harmony, selaras dengan alam.

Menghormati Alam sesuai NLP

Sesuai teori agar niat baik menghormati alam dapat diimplementasikan
dengan tindakan, perlu introspeksi, memperhatikan beberapa hal:

    1.
Lingkungan, manusia harus sadar tindakannya selaras dengan alam atau
tidak?

    2.
Perilaku, menyesuaikan perilakunya agar selaras dengan alam.

    3.
Kemampuan, skill untuk bekerja selaras dengan alam.

    4.
Keyakinan, tindakan selaras dengan alam adalah tindakan bijaksana.

    5.
Identitas, diri kita adalah subsistem dari alam.

    6.
Spiritual, alam ini menghidupi kita, dan kita wajib melestarikannya.


Penerapan Teori NLP (Neuro Language Programming), selaras dengan
bagaimana cara kita menggunakan mind, menggantikan conditioning mind,
pikiran lama yang sudah terkondisi dan menggantikannya dengan created
mind, pikiran baru.

Yang Mulia Atisha menyampaikan setelah kesadaran seseorang telah
mencapai kesadaran murni, BoddhiChitta, maka conditioning mind harus
dibuang dan diganti dengan created mind. Terdapat keselarasan antara
ilmu pengetahuan dengan spiritualitas.

Triwidodo

September 2008.

Kirim email ke