terlepas dari background ibu Hafsoh, yang penting beliau kan termasuk cendekiawan juga, biarlah beliau berada dipihak "oposisi", kan bagus kalau ada perbedaan pengetahuan.
Kan seorang ilmuwan yang baik harus menggali dan menggali segala sumber daya, agar dapat membuat suatu kesimpulan yang baik yang masih bisa berubah terus.
Albert Einstein saja akhirnya mengakui bahwa ada Allmighty yang mengakibat kan adanya hukum relativitas dan beliau bilang bahwa agama masa depan adalah agama Buddha...!!!(walaupun menurut saya agama Buddha adalah bukan agama atau agama al ardh) Apakah ini benar.. bersamaan dengan dapat dipakainya theori relativitas Einstein sekarang ini?? Wallahualam..Hanya Tuhan/Allmighty/Energi Maha dahsyat Pengendali Alam semesta yang Maha Tahu...marilah kita buktikan kebenarannnya..
Kalau kita berkiblat hanya pada satu wawasan saja, maka kita akan memakai kaca mata kuda. Sayang kan.. Nabi kan, minta kita menuntut ilmu sampai kenegara Cina.. dalam artinya, kalau menurut saya, galilah ilmu se-dalam2nya.
Terkadang saya juga kurang suka secara emosi pribadi, tapi kalau dalam diskusi kan kita harus berkepala dingin..Jadi kalau lagi diskusi janganlah mengeluarkan kata-kata yang menghina, akibatnya hasil diskusi akan mengarah kepada emosi tadi yang berakhir pada selesainya diskusi, yang belum tentu benar..
Saya bukan mau membela ibu Hafsoh, karena saya juga tidak kenal beliau. Saya pernah menanyakan identitas beliau secara pribadi, juga tidak dijawab, karena namanya mirip dengan mantas dubes di-jerman, mungkin karena takut terkena emosi dari orang2 yang selalu berkeyakinan sudah benar.
Saya pribadi juga kurang setuju dengan ibu Hasoh, karena selalu menilai dari sisi fisik/materi/ logika saja, seperti halnya kebanyakan orang2 hidup dibarat, namun saya tidak merasa perlu untuk membuka latar belakang orang, sehingga akan memicu sentimen pribadi..
Saya pribadi juga hidup dibarat lama, sehingga dulu saya selalu memakai kaidah pertimbangan yang sama yaitu berdasarkan logika..tadi, tapi setelah kembali kedunia ke-3 yang dipenuhi beraneka ragam hal. Akhirnya saya "mengerti", bahwa pertimbangan yang hanya berkiblat pada hanya materi/fisik/logika saja tidak cukup (karena hanya bisa dipakai dipakai pada lingkungan mereka saja), ada hal lain yang mesti diperhatikan misalnya metafisik.. sejak itulah saya mulai meniti juga ke ilmu pengetahuan tersebut agar seimbang.
Kalau tidak seimbang akhirnya jadi seperti saya dulu atau seperti ibu hafsoh sekarang.. Hehehee...!
Tapi tidak apa apa.. Ibu Hafsoh silahkan teruskan, diskusi yang membangun tentunya akan membawa dampak perkembangan masing2, baik pada anda maupun pada yang lain.
Demikian dulu, maafkan saya kalau ada yang tidak berkenan..
Wassalam,
adsuri
kijeromartani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Rekan-rakan milis,
>
> Pertama-tama saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas
kebingungan
> Ny. Muslim binti Muskitawati. Perlu anda ketahui dia adalah
seorang
> janda kesepian yang ditinggal suami. Dia tidak tinggal di amerika
> tapi di sebuah gang sempit di manggarai dimana di dekat rumahnya
> yang sudah tak terpelihara ada sebuah warnet. Tapi sejak lama dia
> selalu berhayal untuk tinggal di amerika.
>
> Sebenarnya janda ini cukup terpelajar, bisa maen internet. Tadinya
> bukan agama islam, karena tergiur dengan kekayaan mantan suaminya
> maka dia dengan terpaksa masuk islam, kalo tidak yah... tidak
pernah
> mengenyam kenikmatan dunia. Sampai pada titik tertentu dia
ditinggal
> oleh suaminya yang sangat sering dia debat kepercayaannya.
>
> Karena dendam ditinggal suami itulah maka dia dendam juga dengan
> agama. Suaminya orang yang taat beragama. Dan si janda ditinggal
> oleh saudara-saudaranya karena pindah agama.
>
> Ohh..ya kata suaminya, kenapa dia ditinggalkan karena tidak tahan
> dengan peringainya yang hampir setiap saat melihat sesuatu dari
segi
> negatifnya saja, menyerocos terkadang tidak pake logika, hanya
emosi
> sesaat. Jangan berdebat, dengan orang yang lagi kumat, kalau
> didengar bisa-bisa anda kualat, bisa ikut bejat, dan dengan agama
> bisa khianat.
>
> Perlambang - stimulan - respon.
>
> Salam Hormat,
> Ki Jero Martani
>
>
>
>
>
>
> --- In [email protected], "Hafsah Salim"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > --- In [email protected], "rhea shaka"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> > >
> > > Saya tidak pernah menyatakan "tidak beragama", jangan
menebarkan
> > > fitnah, saya cukup menyatakan bahwa saya "tidak percaya agama"
> bukan
> > > berarti saya tidak beragama. <---- bu, mohon dijelaskan
kalimat
> ini,
> > saya
> > > tidak mengerti
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Beragama tidak perlu harus percaya, namun bisa dipastikan semua
> yang
> > beragama itu bergabung dalam suatu masyarakat dimana dia
> menyumbangkan
> > apapun yang bisa membahagiakan kelompok maupun orang2 lainnya.
> >
> > Contohnya saya, saya tidak percaya Islam, tapi saya diakui
sebagai
> > beragama Islam oleh lingkungan tanpa perlu saya mengakuinya.
Dan
> saya
> > mengabdikan diri saya kepada umat Islam itu sendiri dimana ayah
> ibu,
> > saudara2, maupun teman2 saya sangat percaya kepada agama Islam.
> > Dengan memberikan sumbangan penghasilan saya, saya mendapatkan
> > keuntungan lainnya, antara lain mendapat keringanan pajak yang
> sangat
> > besar untuk ukuran keluarga Indonesia.
> >
> > Di Amerika banyak orang yang menyumbangkan penghasilannya sekiat
> > persen untuk Gereja, Mesjid, Kuil ataupun organisasi penyayang
> > binatang. Sumbangannya itu pada akhir tahun digunakan untuk
> > pengurangan kewajiban pembayaran pajaknya. Demikianlah, mereka
> bebas
> > bergabung dengan agama manapun juga, dengan kata lain mereka
bebas
> > memilih agama manapun juga sebagai aktivitas sosialnya. Agama
> sebagai
> > sarana kita dalam mengharmoniskan hubungan antar manusia seperti
> salah
> > satunya saling tolong menolong. Namun meskipun anda beragama,
tak
> > perlu dan tak harus percaya. Kalo anda ke Mesjid atau Gereja
tidak
> > akan ada yang usil menanyakan apakah anda percaya Allah atau
tidak,
> > karena memang kepercayaan tidak perlu dibuktikan dan tidak
percaya
> pun
> > tidak akan dibuktikan.
> >
> > Tidaklah seperti di Indonesia, MUI berusaha membuktikan bahwa
> Ahmadiah
> > bukanlah Islam sehingga wajib dibakari mesjid2nya dan dijarah
harta
> > benda umatnya !!!! Yang begini tidak berlaku di Amerika, oleh
> karena
> > itulah akan jadi sangatlah kompleks untuk memahami bagaimana
bisa
> anda
> > mengerti apa yang saya katakan dengan beragama tidak perlu
percaya,
> > dan hal ini tidak bisa dianggap tidak beragama.
> >
> > KETIDAK MENGERTIAN ANDA ITU SE-MATA2 AKIBAT KEPERCAYAAN ANDA
KEPADA
> > AGAMA YANG MERUSAK KEMAMPUAN ANDA BERPIKIR LOGIS. AGAMA DALAM
HAL
> INI
> > MERUPAKAN RACUN UNTUK SEL2 OTAK ANDA. PADAHAL DI AMERIKA AGAMA
> TIDAK
> > DIGUNAKAN UNTUK MERACUNI PIKIRAN SIAPAPUN MELAINKAN UNTUK
> > MENGHARMONISKAN DALAM MENINGKATKAN KEBAHAGIAAN SEMUA ORANG
TERMASUK
> > SEBAGAI ALTERNATIVE ENTERTAINMENT !!!!!
> >
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > > On 5/18/06, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > >
> > > >
> > > > > Cuman kalau dari dulu anda mengaku orang amerika dan
tidak
> > > > beragama, kenapa masih seneng mengaku sebagai umat Islam ?
> seperti
> > > > dalam kalimat anda " Memang kesalahan utamanya kita
sebagai
> umat
> > > > Islam hanya mengenal orang Yahudi dari kitab yang disucikan
> AlQuran".
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Saya tidak pernah menyatakan "tidak beragama", jangan
> menebarkan
> > > > fitnah, saya cukup menyatakan bahwa saya "tidak percaya
agama"
> bukan
> > > > berarti saya tidak beragama.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Quotes :
> > > > " Spirituality is essentially a journey within. You need no
> > preparations,
> > > > no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is
> just :
> > LOVE ! And
> > > > this Love, can only come as an after effect of self-
> actualization,
> > achieved
> > > > though the practice of meditative way of life."
> > > > - Anand Krishna -
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > ------------------------------
> > > > *Yahoo! Groups Links*
> > > >
> > > > - To visit your group on the web, go to:
> > > > http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
> > > >
> > > > - To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > >
> > [EMAIL PROTECTED]<mayapadaprana-
> [EMAIL PROTECTED]>
> > > >
> > > > - Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
Terms
> of
> > > > Service <http://asia.docs.yahoo.com/info/terms>.
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > > --
> > > http://pamali.aban.info
> > > a schizophrenic culture
> > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.
[Non-text portions of this message have been removed]
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

