Jutaan orang di dunia ini menilai Sepak Bola sebagai agamanya, 
terutama di Brasil maupun di Itali, bahkan kalau direnungkan Sepak 
Bola itu ada jauh lebih dashyat dan jauh lebih hebat daripada agama 
manapun juga di kolong langit ini. Mana ada agama di dunia yang 
dapat mengumpulkan lima milyar manusia pada saat yang bersamaan 
seperti pada saat waktu pembukaan Piala Dunia. Mereka bisa berkumpul 
dengan damai menjadi satu di hadapan TV, tanpa menghiraukan ras,  
ideologi yang mereka anut, warna kulit maupun warna rambut. Disini 
sudah tidak ada lagi perbedaan pangkat antara president s/d abang 
becak semuanya menyaksikan pertunjukkan yang sama. Ialah Sepak Bola !

Jutaan orang di berbagai belahan dunia bersedia mengorbankan waktu 
tidurnya, dimana mereka melek khusus untuk bola, dan mereka 
melakukan ini benar-benar tanpa pamrih. Jadi satu persembahan dan 
pengorbanan tulen untuk sang Dewa Bola. Beda dengan yang mereka 
lakukan untuk illah-illahnya, pada umunya mereka berdoa semalam 
suntuk, kalau kebenaran ada maunya entah karena ia ingin jadi kaya 
ataupun ingin sembuh atau ingin dapat jabatan. Jadi bukannya suatu 
pengorbanan ataupun persembahan murni seperti untuk sang Dewa Bola.

Bisakah Anda berdoa selama sepuluh menit penuh dengan 
mengkonsentrasikan seluruh pikiran, emosi maupun perhatian untuk 
illah yang Anda sembah ? Boro-boro sepuluh menit lima menit azah 
udah sulit. Tetapi untuk bola kita mampu memusatkan seluruh 
perhatian, pikiran, otak, batin maupun emosi kita selama sembilan 
puluh menit penuh. Sampai seluruh emosi kita terkuras habis, sebab 
pada saat nonton bola kita bisa menangis, tertawa, gemetaran sampai 
keluar keringat dingin bahkan marah sampai mengeluarkan berbagai 
macam umpat serapah. Hal ini tidak mungkin pernah bisa terjadi pada 
saat Anda berdoa. Lihat saja para umat pemujanya terkadang mereka 
kelihatan seperti orang yang sedang kerasukan roh dan tak ingatkan 
diri lagi sambilkan mengucapkan „Bola – Bola – Bola" saja.

Relegion atau agama dalam bhs Inggris diserap dari bhs Latin = Re 
(mengulang) –Lego (membaca), jadi seperti baca mantera. Hal yang 
sama dilakukan juga oleh mereka dengan mengucapkan mantera bola 
berupa yel-yel atau jingle untuk memsupport team paforit kita. 
Kemungkinan lainnya juga diserap dari bhs Latin = Res-legere 
(berkumpul) menjadi satu di stadion.

Banyak fundis agama kalah jauh fanatiknya kalau dibandingkan dengan 
para umat pemuja bola. Setiap minggu mereka rajin bahkan jarang 
absen  pergi kerumah ibadahnya (stadion), dan kalau perlu mereka 
bersedia untuk pergi berziarah ke stadion lainnya di luar kota 
maupun di luar negeri. Oleh sebab itulah tidaklah heran banyak 
stadion yang disebut sebagai "katedral" misalnya, katedral Old 
Trafford, Bernabeu, atau San Siro. Dan Wembley stadion sebagai taman 
Firdaus nya.  

Seperti layaknya dirumah ibadah mereka juga mempunyai kidung pujian 
untuk memuja illah-illahnya. Misalnya umat pemuja dari FC Liverpool 
mereka selalu menyanyikan "You'll never walk alone!", lagu ini 
diambil dan dirobah dari lagu gereja yang berasal dari Kitab Yesaya 
43.

Yang dijadikan sebagai dewa adalah idolanya mereka seperti Zidane, 
Ballack, Totti, Ronaldinho,  bahkan untuk Beckham sendiri orang 
telah benar-benar membuatkan patungnya yang ditaro di salah satu 
kuil di Thailand untuk disembah. Para dewa ini juga banyak yang 
mendapatkan gelar seperti layaknya orang kudus benaran misalnya 
Claudio Taffarel, diberi gelar "Santo Taffarel" yang memiliki tangan 
ilahi. Bahkan  Stefan Effenberg pernah digambarkan sebagai sang juru 
selamat bola. Para dewa inilah yang melakukan jihad ditempat sakral 
atau di atas rumput kudus -  heilige gras (bhs Belanda & Jerman). 
Dan untuk sang Dewa mereka mendisain pakaian maupun sepatu khusus 
misalnya sepatu untuk Ronaldo; sepatu Mercurial Vapor dari 
perusahaan Nike yang beratnya belum juga 200 gr ini dijahit dengan 
tangan oleh tukang sepatu khusus di Milan – Itali.

Agama hanya bisa berkembang apabila ada nabinya, sedangkan dalam 
agama Bola, nabi mereka adalah para reporter yang selalu mengelu-
ngelukan maupun mempromosikan dewa-dewanya, tetapi dilain pihak 
mereka pulalah yang menentukan dewa mana yang sebaiknya digantikan 
dengan dewa baru. Seperti layaknya para Nabi mereka pulalah yang 
memberikan ramalan-ramalan mengenai apa yang akan terjadi dengan 
tindakan illahi (permainan bola) para dewa tsb.

Oleh sebab itulah mang Ucup yakin bahwa semua agama di dunia ini 
pada suatu saat nantinya akan digantikan oleh agama sepak bola. Dan 
apabila Anda setuju sepak bola ini dijadikan agama resmi, maka Anda 
bisa turut menanda tangani petisi pendirian agama sepak bola sedunia 
dimana antara lain kemungkinan besar mang Ucup yang akan dipilih dan 
diangkat sebagai Paus pertama untuk „Agama Sepak Bola" ini. 
Tertarik ? Silahkan lihat situs:
www.petitiononline.com/fballre/petition.html

Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net







Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 


Kirim email ke