--- In [email protected], "Bagus-Taruno Legowo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> saya memang sengaja memberikan perspektif ketuhanan dari > sudut hati nurani manusia, yang sebenarnya tidak bisa > terbantahkan oleh manusia sendiri. setiap kali dilawan, ya > bisa. tapi rasa sakit akan menerpa dirinya. itu saja. > Apanya sih yang anda anggap tak terbantahkan??? Aku sudah tulis hati nurani itu hanyalah istilah yang menggantikan perasaan orang yang ber-beda2. Hati nurani orang Kristen enggak sama dengan hati nurani orang Islam. Hati nurani orang Hindu engga sama dengan hati nurani orang Kristen. Hati nurani orang Buddhist enggak sama dengan hati nurani Islam bahkan hati nurani orang Islam sendiri tidak sama dengan sesama hati nurani orang Islam sendiri. Juga hati nurani orang Kristen tidak sama dengan hati nurani sesama orang Kristen sendiri. Lalu apanya yang bisa anda gunakan dari ber-beda2nya hati nurani semua orang untuk membenarkan adanya Tuhan??? Mau membuktikan apapun, tidak boleh menggunakan hati nurani karena hanya penelitian ilmiah itulah satu2nya yang bisa membuktikan nya. > saya tidak perlu menyanggah tesis anda bahwa Kitab Sucin > membuktikan sendiri bahwa Allah memang tidak ada. Karena, > semua orang tahu, bahwa pernyataan tesis anda itu banyak > mengandung kelemahan. kalau kitab suci membuktikan Allah > tidak ada, lha Kitab Suci itu yang bikin siapa? Kalau yang > bikin Allah, masak Allah membuktikan sendiri bahwa Dirinya > Tidak Ada? Yang bener aja. Saya membuktikan bahwa kitab suci itu ditulis orang tolol yang mau menipu pembaca tentang adanya Tuhan, namun dari tulisannya sendiri bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada !!! Memang benar, Allah tak perlu membuktikan sendiri bahwa dirinya tidak ada, tetapi juga Allah tidak membuktikan dirinya ada dan inilah yang sebenarnya!!!! > Atau kalau Kitab Suci yang bikin BUKAN Allah, lha untuk > apa dirinya SENDIRI susah-susah membuktikan Allah Tidak > Ada. Apa perlunya membuktikan Allah Tidak Ada, melalui > tulisan lagi. Khan aneh, dan jelas sekali kalau > argumentasi anda itu justru kebolak-balik! > Untuk apa susah2 membuktikan Allah tidak ada? Saya sih engga merasa susah untuk membuktikan Allah tidak ada, cuma 3 baris kalimat saja koq. Sama saja kalo anda tanya kepada sutradara filem Superman pertanyaan ini, untuk apa dia capek2 bikin filem yang cuma angan2 yang enggak pernah ada yang semua penonton juga tahu? Dan tanyakan juga kepada penonton, untuk apa nonton filem yang jelas2 mereka tahu bahwa filem ini bohong cuma angan2 sutradaranya saja. Juga tanyakan kepada pengarang2 cerita fiction, dari namanya saja sudah fiction yang artinya khayalan atau bohong2an, ada enggak gunanya ngarang2 yang bohong2. Bahkan isi kitab suci agama Hindu tentang Pandawa, Mahabharata dan BharataYudha juga diakui oleh umat Hindu sebagai dongeng2 khayalan..... koq diimani oleh mereka ???? Naaah.... dari jawaban2 mereka itu anda akan menemukan jawabat dari pertanyaan anda, saya enggak merasa perlu menjawab pertanyaan2 stupid anda itu. > Makanya, saya tidak terlalu tertarik mengomentari topik > dan argumentasi anda yang anda posting, sebab jelas-jelas > lemah sekali logika yang anda bawa itu. > Anda benar, tulisan saya memang bukan untuk menarik orang2 yang berpikir pakai hati nurani bukan berpikir pakai otak. Juga tulisan saya bukan untuk meningkatkan keimanan pembaca melainkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pembaca yang beriman untuk menyadari bahwa keimanannya merusak kemampuannya berpikir kritis. > Nah, tulisan saya itu, njelentrehno, daripada kita > berdebat tentang teks-teks Kitab Suci, anda saya ajak > masuk untuk bersama-sama merasakan kehadiran Allah dalam > hati nurani kita itu. > Tulisan njelentrehno itu apa??? saya enggak ngerti, apa maksudnya membuat istilah yang bukan bahasa yang dimengerti pembaca??? Mungkin maksud anda biar pembicaraannya bisa muter2 atau di-puter2, sorry yang begini enggak bisa saya layani atau komentari. Hati nurani itu ibaratnya speaker yang dipasang disamping layar bioskop agar penonton filem bisa ikut merasakan jalan ceritanya dengan menyentuh perasaan. Layar filem itu ibarannya adalah angan2 seseorang. Artinya, hati nurani itu hanyalah pelengkap seseorang untuk menikmati angan2nya. Memang sudah saya tuliskan sebelumnya bahwa agama itu hanyalah kepercayaan, dan kepercayaan itu merupakan bagian angan2, sedangkan hati nurani merupakan pelengkap untuk meningkatkan perasaan seseorang dalam menikmati angan2nya. Oleh karena itu, kehadiran Allah didalam angan2 seseorang juga akan direkam oleh hati nuraninya. Bahkan kewajiban dari Allah untuk menjagal penyembah berhala juga akan dikirimkan ke Hati Nurani umat yang diracuninya untuk dikirim ke sel2 motorik untuk pelaksanaannya seperti membomb, membakar, menjarah maupun memperkosa. Semua itu hanyalah kaitan anatomis dan fisiologis yang menerangkan terciptanya dorongan2 biadab seorang terorist yang mabok oleh ajaran2 agamanya. Ny. Muslim binti Muskitawati. > Oke, salaam ....... > > Bagus TL > > On Wed, 14 Jun 2006 03:03:40 -0000 > "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], "Bagus-Taruno > >Legowo" <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > >> > >> sebelumnya saya minta apabila anda membalas ini, jangan > >> dipotong pada paragraf yang hendak anda > >> komentari........baca semuanya, dan komentari semuanya > >> .........oke. > >> > > > > > > Yang saya komentari hanyalah bagian yang penting, yang > >tidak penting > > tak perlu saya komentari karena para pembaca bisa > >melihat sendiri > > kesalahannya tanpa membaca komentar saya. Biasanya yang > >saya > > komentari adalah bagian2 yang menyesatkan pembaca > >misalnya memutar > > balik topik permasalahannya--yang harusnya dibicarakan > >"utara" tapi > > yang dibicarakan justru "selatan". Misalnya, saya > >membicarakan > > Amerika menumpas teroris bukan memusuhi Islam, tapi > >ditanggapi sebagai > > Amerika memusuhi Islam bukan menumpas terorist, kemudian > >saya dituduh > > men-jelek2an Islam karena menganggap ajaran islam itu > >ajaran teror, > > padahal yang menyebut Islam terorist itu khan > >sipembicara itu sendiri > > dimana Amerika yang menyatakan memerangi terorist > >dibalik dengan kata > > bahwa Amerika memerangi Islam. Otomatis khan mengakui > >kalo Islam itu > > adalah terorist padahal bukan saya lah yang menyatakan > >seperti itu > > pada mulanya. Saya cuma mengikuti istilah yang anda > >sendiri gunakan > > bahwa Amerika memerangi Islam, padahal yang ditangkap > >dan ditembah > > Amerika bukan Islam melainkan terorist. > > > > > > > >> so, repotlah kalau anda memang orangnya guoblok banget. > >> hati nurani saja kagak tahu.........? ya memang benar > >> kalau begitu, anda itu memang hatinya "gelap" banget. > >>anak > >> SD aja tahu, seorang scientist (?) dan pendidik (?) > >> seperti anda gak ngerti apa itu hati nurani? payah > >> ........... > >> > > > > > > Enggak apa2 kalo mencaci saya goblok, tak perlu saya > >sanggahpun semua > > pembaca tahu, semua sekolah Islam di Indonesia tak ada > >yang satupun > > masuk nominasi untuk dianggap murid yang enggak goblok. > > Dan semua > > negara Islam didunia ini tak satupun yang bisa dianggap > >enggak goblok. > > Cukup khan.... aku kira semua pembaca tanpa aku > >komentari juga dalam > > hatinya tidak akan memandang tulisan2ku sebagai tulisan2 > >goblok. > > Karena kelebihan itulah, tulisan2 ku selalu dibaca semua > >orang baik > > itu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan animisme. Yang > >patut anda > > perhatikan adalah, tulisan2ku itu netral tidak berpihak > >kepada agama > > manapun juga, yang salah langsung aku komentari, kalo > >yang baik2nya > > sih silahkan saja ke mesjid atau gereja enggak perlu > >baca tulisan2ku, > > karena tulisan sejenis dengan yang aku tulis ini langka, > >dilarang MUI, > > dilarang pemerintah, karena membuat masyarakat jadi > >berpikiran kritis > > yang sangat berbahaya bagi penguasa negara maupun > >penguasa agama. > > > > > > > > > > > >> aneh juga ya, di negara yang konon demokratis dan > >>terbuka > >> seperti Amerika, dimana berkembang wacana Emotional > >> Intelegence-nya Daniel Goleman, dan Spiritual > >>Quotient-nya > >> Dannah Zohar dan Ian Marshal begitu luas, ada warganya > >> (apalagi seorang scientist) yang sama sekali gak ngerti > >> apa itu hati nurani? warga negara Amerika gadungan kali > >> ya.............??????? > >> > > > > > > Sorry jangan muter2 mempropagandakan pengetahuan anda > >tentang yang > > lain2nya, kita khan enggak diskusikan hal2 itu, jadi > >saya tak akan > > komentari. Diskusi itu adalah adu argumentasi yang > >disusun menurut > > logika yang rasional bukan disusun sesuai pemenuhan hati > >nurani. > > Silahkan tunjukin buku tentang logika yang mengandung > >hati nurani ??? > > > > Sorry, tulsan anda lainnya tak akan saya komentari > >karena enggak ada > > kaitannya dengan topik diskusi. Diskusi itu bukan > >mencerca masalah > > pribadi, sehingga kalo anda mau mencerca pribadi > >silahkan saja, saya > > tidak bisa meladeninya karena saya tidak punya hati > >nurani untuk > > berdiskusi dengan anda untuk masalah pribadi. Saya > >tidak perduli > > dengan pribadi anda, saya hanya berpatokan apa yang anda > >tulis yang > > ternyata tak ada kaitan dengan topiknya dan muter2 > >kearah topik lainnya. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > > ======================================================================================== > TELKOM Group Peduli Jogja, ketik PEDULI, kirim SMS ke 5000 > > Dengan mengirim SMS berisi PEDULI ke nomor 5000, Anda telah menyumbang sebanyak Rp. 5.000,- per SMS > bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. > Dana 100% akan disumbangkan TELKOM dan TELKOMSEL atas nama pelanggan ke Palang Merah Indonesia > setiap minggu selama 1 bulan, mulai 30 Mei s/d 30 Juni 2006. > Pengumpulan dan distribusi dana akan diaudit oleh auditor independen dan disaksikan oleh notaris. > Bantuan via SMS ini dapat diikuti oleh pelanggan Flexi, kartuHalo, simPATI, dan Kartu As. > > Khusus untuk pelanggan Flexi, Anda juga dapat menyumbang dengan nilai sumbangan lebih besar > dengan mengetik 10000 atau 25000 atau 50000 kirim ke 5000. > > > Informasi lebih lanjut, klik www.telkomflexi.com. > ======================================================================================== > Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

