--- In [email protected], "Bagus-Taruno Legowo" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> saya bersimpati pada korban-korban orang-orang yang 
> mengatas-namakan Islam dalam perjuangan mereka, 


Mereka melakukan kejahatan bukan mengatas namakan Islam, melainkan
mereka merupakan umat Islam yang menjalani kewajiban2 agamanya dimana
ayat2nya pernah saya tulis dan tidak perlu saya ulangi.


> dijelaskan oleh teman-teman di milis ini bahwa itu bukan 
> karena ajaran Islam, tetapi perilaku oknum umat Islam yang 
> salah. saya katakan bahwa itu adalah oknum yang 
> mengatas-namakan Islam, karena tidak pernah ada ajaran 
> Islam yang mengajarkan perilaku seperti itu. 


Ayat2 yang mewajibkan perbuatan itu sudah berulang kali juga saya
tulis, namun tidak ada bantahannya selain menyatakan bahwa ayat2 itu
tidak saya tulis selengkapnya.  Dan untuk hal ini saya sudah
berulangkali, bahwa ayat itu adalah bagian penting dari perintah
kewajiban2 biadab yang mendorong tindakan2 biadab para pelaku yang
diracuni ajarannya.  Ayat2 yang lainnya yang tidak merupakan dorongan
tindakan biadab tak perlu saya tulis, karena kegiatan umat Islam untuk
saling tolong menolong sesama umat Islam sama sekali tidak merugikan
umat lainnya dan cukup baik untuk sesama umat.  Kalo ada pembaca yang
ingin membaca lengkap semua ayat2 AlQuran, tentunya bukan tempatnya di
millist karena millist ini bukan tempat propaganda agama Islam ataupun
agama lainnya.  Demikianlah, baca saja AlQuran di perpustakaan atau di
Mesjid terdekat karena saya tidak bisa menolong untuk hal2 seperti ini.

Setiap perbuatan salah dimulai dari pikiran2 yang salah.
Pikiran2 yang salah bisa datang dari ajaran2, pendidikan, buku2
bacaan, bahkan dari kepercayaan2 yang salah.
Stalin berbuat salah karena memahami ajaran Komunis yang juga salah.
Hitler berbuat salah karena mempercayai ajaran2 yang salah dari buku2
yang salah.
Terorist Kristen dan Katolik saling membunuh meskipun membaca kitab
suci yang sama, disebabkan pemahamannya dalam membaca kitab yang salah
sehingga mempercayainya yang salah yang berakibat tindakan2nya juga
jadi salah.
Tidak berbeda halnya dengan Terorist Islam, mereka percaya hal2 yang
salah yang ditulis AlQuran yang memprovokasi dengan kewajiban2 yang
salah sehingga mengakibatkan tindakan2 mereka juga jadi salah.

Contoh sederhana, Amerika itu tidak memusuhi Islam, namun kalo ada
rampok beragama Islam maka akan dihukum bukan karena dia beragama
Islam melainkan karena tindakan2nya salah dalam merampok.  Amerika
juga bertindak sama terhadap terorist Islam, apapun yang dipercaya
pelakunya tidak pernah menjadi pertimbangan tindakan pemerintah
Amerika, namun tindakannya yang menjatuhkan korban2 tak berdosa yang
merugikan masyarakat banyak inilah yang jadi pertimbangan untuk
membasmi semua terorisme dimuka bumi ini.  Dilain pihak, reaksi umat
Islam diseluruh dunia menuduh Amerika bukan membasmi terorist
melainkan membasmi Islam.  Semua terorist Islam yang terbukti jelas
melakukan terorisme ditangkap ataupun ditembak, dan reaksi umat Islam
menuduh Amerika memerangi Islam meskipun berulangkali pemerintah
Amerika menyatakan bahwa orang2 itu ditangkap atau ditembak karena
perbuatannya melakukan terorisme bukan karena kepercayaannya kepada Islam.

Contoh lebih jelas, Osama bin Laden yang terbukti dengan jelas
merupakan otak pelaku terorisme diberbabai tempat termasuk peledakan2
kedutaan USA di Amerika, Libanon, Syria, maupun penculikan2 diberbagai
tempat, akhirnya dia juga meledakkan NY pada 911.  Dari biaya
perjalanan para pelaku2nya, bisa dilacak bahwa dananya berasal dari
account Osama bin Laden dan kesemuanya ini bisa dibuktikan dengan
jelas sekali.  Namun Amerika memberi waktu kepada Afghanistant untuk
menyerahkan Osama bin Laden sesuai hukum Internasional, namun reaksi
Afghanistant justru mengajak perang jihad dan seluruh umat Islam dunia
diajak ikut membantunya bersama Allah karena katanya Amerika mau
memerangi Islam.  Satu umat Islam diganggu, maka seluruh umat Islam
akan terganggu.  Satu umat Islam disakiti, maka seluruh umat Islam itu
disakiti, tak peduli apakah umat Islam itu pelaku terorist atau bukan
yang penting setiap umat Islam tidak boleh dihukum kalo membunuh orang
kafir, karena orang kafir itu lebih rendah daripada binatang bukan
manusia, hanya umat Islam yang menyembah Allah saja yang manusia
tertinggi yang diciptakan oleh Allah.  Wajar saja setelah waktu yang
telah ditentukan, Osama bin Laden bukan diserahkan, melainkan mereka
mempersiapkan perang Akbar yang katanya akan menghancurkan Amerika
atas kemauan Allah.  Hasilnya kita sama2 tahu, Afghanistant diduduki
Amerika Osama bin Laden lari ter-birit2 dalam pengejaran di-gunung2.



 
> saya sangat tidak setuju dan mengutuk mereka melakukan 
> teror-teror seperti itu karena itu sangat-sangat menodai 
> Islam. Oke, cukup puas?


Kalo anda tidak setuju dan mengutuk mereka, maka tulisan saya juga
bukan untuk anda, salah alamat kalo anda mengomentarinya karena semua
tulisan2 saya tidak ditujukan kepada nama orang manapun juga melainkan
kepada umat yang beriman kepada ajaran2 yang salah yang bersikap dan
bereaksi salah dalam mendukung tindakan2 biadab para pelakunya. 
Ajaran yang menyatakan "Satu Islam disakiti, semua umat Islam ikut
sakit" merupakan ajaran biadab yang tidak seharusnya diajarkan dalam
mendukung pelaku2 terorist Islam ini.  Amerika menindak kelakuan
terornya, dilain pihak umat Islam bereaksi untuk agama Islamnya !!!






> 
> yang saya persoalkan adalah mengapa dan bagaimana anda 
> berargumentasi dengan menuduh bahwa itu adalah karena 
> ajaran Islam, yang kemudiaan anda kembangkan menjadi Islam 
> agama biadab, lalu Allah itu tidak ada, Kitab Suci 
> Membuktikan Sendiri bahwa Allah Tidak Ada, Allah itu 
> Angan-angan, Kepercayaan itu Angan-angan, Menyembah Ka'bah 
> = Menyembah Berhala, dan seterusnya.
> 



Biadab itu adalah tindakan saling membunuh hanya didasari oleh
nalurinya bukan atas dasar realitas apapun yang mendorongnya.

Orang yang membunuh tanpa alasan yang real se-mata2 karena angan2 atau
kepercayaannya, maka orang ini dinamakan pembunuh yang "biadab".  

Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo seorang penterjemah dari
sebuah perusahaan diculik kemudian dipenggal kepalanya ????

Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo amoy2 dijalanan ditangkapi
kemudian diperkosa rame2???

Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo gereja2 dibakarin??

Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo mesjid ahmadiah dibakarin?

Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo harta pribadi umat ahmadiah
dijarahi???

Realitas apa yang bisa anda ajukan kalo orang2 Cina dibunuhi dan
hartanya dijarahi rame2 atas nama agama islam ????

Semua tindakan bisa berasal dari realitas ancaman, namun kejadian
diatas bukan berasal dari realitas ancaman melainkan angan2 ancaman
yang datang dari kepercayaan yang bersumber dari bacaan kitab suci
agama yang dipercayainya.





> kalau yang anda persoalkan karena adanya teror-teror oknum 
> Islam terhadap Amerika, Jepang, Eropa, atau yang lainnya, 
> mestinya yang harus anda angkat bukan topik-topik tersebut 
> yang sangat tendensius itu. Tapi mengapa perilaku mereka 
> seperti itu? Saya sendiri sebagai bagian umat Islam, 
> sampai hari ini masih saja heran, kenapa orang-orang 



Kalo anda masih heran, tentu anda tidak bisa menyalahkan Amerika dan
mereka yang tidak heran.  Pemerintah Amerika tidak berkewajiban
menjawab keheranan anda, karena tugas pemerintah Amerika memberi
keamanan dan kesejahteraan rakyatnnya sendiri dan rakyat sedunia
secara umum.

Jadi untuk mengerti kenapa pemerintah Amerika bertindak seperti itu,
atau kenapa saya menuliskan semua ini, adalah tugas anda untuk
memahaminya.  Namun banyak umat Islam termasuk anda sendiri yang salah
kaprah dengan menuduh diri saya yang kurang memahami Islam atau
pemerintah Amerika yang perlu mempelajari Islam.

Secara pribadi saya lebih dari cukup bahkan jauh diatas siapapun di
Indonesia dalam mengerti, dan mendalami agama Islam itu sendiri. 
Namun untuk memahami tulisan2 saya, semua pembaca tak perlu beragama
Islam, tak perlu memahami Islam, tak perlu memabaca AlQuran, bahkan
tak perlu mempelajari agama Islam sama sekali.  Demikian juga dengan
keputusan2 Amerika dalam bertindak sama sekali tidak perlu mempelajari
Islam, melainkan mempelajari bagaimana mengejar, menangkap, dan
menghukum para pelakunya tanpa mem-beda2kan agamanya !!!!



> kalau anda tetap mencaci-maki dan memerangi Islam (yang 
> benar, yang tidak menebar teror), berarti anda adalah 
> musuh saya. dan ini sesuatu yang bukan luar biasa. karena 
> anda telah menyinggung harkat kepercayaan saya dan umat 
> Islam yang lain. Apakah saya salah? bagaimanapun saya akan 
> tetap membela keyakinan saya itu. jelas ya?
> 



Saya tidak pernah mencaci maki, justru sebaliknya, saya pribadi inilah
yang terus menerus menjadi sasaran caci maki yang tidak pada tempat
atau sasaran yang tepat.  Juga saya tidak memerangi Islam, itu adalah
tuduhan stereotype yang memang diajarkan oleh AlQuran yang mewajibkan
umatnya untuk memusuhi dan memerangi siapapun yang menyalahkan ajaran
Islam yang memang salah.  Siapapun dan ajaran manapun yang
menghalalkan jatuhnya korban2 yang tidak berdosa merupakan musuh saya
dan saya tidak pernah takut untuk melindungi masyarakat banyak dalam
menegakkan kebenaran dan keadilan untuk semua bukan cuma untuk satu
kelompok umat beragama yang haus pahala.

Kepercayaan yang salah harus dikoreksi bukan digunakan sebagai alasan
untuk tersinggung, karena kalo hal itu yang lakukan maka anda hanya
menjerumuskan diri anda sendiri kedalam perbuatan2 biadab yang pasti
tidak akan terlepas dari hukum yang berlaku.

Saya tidak memusuhi anda atau siapapun juga, juga tidak memusuhi
ajaran manapun juga, namun sama sekali bukan berarti saya harus
membenarkan ajaran yang salah.

Saya hanya menyalahkan ajaran yang salah, bukan memusuhi ajaran yang
salah.  Ajaran yang salah mudah diperbaiki, namun memusuhi ajaran yang
salah tidak pernah memperbaikinya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.













> silahkan komentari, kalau ada yang belum jelas 
> ..............
> 
> Salaam,
> 
> Bagus TL
> 
> On Wed, 14 Jun 2006 03:32:47 -0000
>   "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > --- In [email protected], "Bagus-Taruno 
> >Legowo" <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> >>
> >> HS alias MM yang terhormat, sungguh kasihan sekali saya 
> >> membaca tulisan dan jalan pikiran anda. bertobatlah 
> >> sebelum terlambat. lihatlah bahwa banyak teman-teman 
> >>anda 
> >> sebenarnya menaruh kasih sayang pada anda. kenapa anda 
> >> tidak bisa mengerti?
> >> 
> > 
> > 
> > 
> > Terima kasih, terima kasih atas kasihan dan kasih sayang 
> >anda. 
> > Sebenarnya saya hanya ingin menyalurkan kasih sayang 
> >anda kepada
> > korban2 yang digorok lehernya karena dia bukan Islam, 
> >seperti wartawan
> > diculik, biarawati diculik, penterjemah bahasa Arab yang 
> >orang Korea
> > diculik, setelah mereka diculik si penculiknya 
> >memerintahkan Amerika
> > keluar dari Irak, menghentikan serangan2 terhadap Islam. 
> > Kasihannya,
> > sandera2 yang diculik itu bukanlah jenderal perang 
> >sehingga tak bisa
> > memenuhi keinginan duta2 Allah ini, dan nasib akhirnya 
> >kita sama2 baca
> > dikoran semuanya digorok dengan bacaan "Bismillah....". 
> > Duta2 Allah
> > kemudian juga ke Russia, membomb anak2 TK dan SD 
> >sebanyak 640 orang
> > yang mati jadi persembahan idul qurban.
> > 
> > Semua umat Muslim tidak ada yang mengutuk, yang salah 
> >katanya adalah
> > Amerika sebagai dajalnya.
> > 
> > Amoy diperkosa, bisakah anda merasakan perasaan mereka 
> >???  pelakunya
> > bukan muslim melainkan pemuda2 gereja yang sengaja 
> >menodai Islam,
> > kasihan khan ???  Muslim difitnah oleh pemuda2 gereja 
> >yang direkayasa
> > MUI !!!???
> > 
> > Gunakanlah hati nurani anda untuk ikut merasakan 
> >perasaan amoy2 yang
> > diperkosa, cina2 yang dijarah dan dibakar rumahnya, umat 
> >kristen yang
> > dibakar gerejanya, pelajar2 kristen yang ditutup jalan 
> >masuk
> > kesekolahnya, umat ahmadiah yang dijarah harta 
> >kekayaannya yang
> > dikumpulkannya seumur hidup yang lenyap sekejap akibat 
> >kedatangan
> > duta2 Allah.  Kenapa tulisan2 saya yang anda anggap 
> >menyinggung hati
> > nurani anda???  Saya justru ingin anda merasakan 
> >bagaimana hati nurani
> > mereka yang jadi korban ibadah anda dalam mengejar 
> >pahala !!!!
> > 
> > Naaah....  kepada amoy2 itulah seharusnya kasih sayang 
> >anda
> > disampaikan, juga kepada korban2 umat Ahmadiah itulah 
> >sebaiknya anda
> > sampaikan kasih sayang anda.
> > 
> > Kalo ekspresi kasih sayang itu dengan memotong kepala 
> >orang2 dayak,
> > orang2 bule, orang2 Yahudi dan kafir atau murtad 
> >.........  maka kasih
> > saya semacam ini dizaman sekarang dinamakan "biadab". 
> > Kasih sayang
> > seperti ini tidak dikenal dalam "Human Right 
> >Declaration".
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >> saya akan mengomentari tulisan anda, kalau anda mau 
> >> mengomentari balik, jangan potong tulisan saya 
> >> ya.............
> >> 
> >> On Tue, 13 Jun 2006 08:09:50 -0000
> >>   "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >> > Mengomentari tulisan umat yang keracunan dogma Islam 
> >> >yang rusak sel2
> >> > otak logiknya seperti yang bisa anda saksikan dibawah 
> >> >ini, dia begitu
> >> > kalap membela kepercayaannya tanpa akal yang sehat 
> >> >melainkan
> >> > menggunakan keimanan yang menyesatkan akal sehatnya:
> >> 
> >> anda menuduh umat Islam keracunan dogma Islam, saya 
> >>jawab 
> >> anda salah. saya dan banyak lagi yang lain sama sekali 
> >> tidak keracunan dogma Islam. malah kami bersyukur dengan 
> >> ke-Islam-an kami. saya khawatir justru anda yang 
> >>keracunan 
> >> oleh pikiran anda sendiri. apa yang saya maksud anda 
> >>yang 
> >> keracunan? anda yang dimaksud adalah Ruh anda, yang 
> >>suatu 
> >> saat akan meninggalkan anda alias anda mati. Nah, saat 
> >> mati itu, ruh anda itu membawa racun dari pikiran anda 
> >> itu. Dan ruh yang keracunan pikiran seperti itu patut 
> >> dikasihani karena perjalanan-nya pasti akan sangat 
> >>sukar. 
> >> saya gak menakut-nakuti, tapi kalau gak percaya, ya gak 
> >> papa dan buktikan sendiri.
> >> 
> >> Saya tahu pasti, anda akan menyangkal tulisan saya di 
> >>atas 
> >> dengan mangatakan bahwa itu angan-angan. Tidak apa-apa. 
> >> Kita akan lihat nanti.
> >> 
> >> > --- In [email protected], "bulebuuk" 
> >> ><[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >> >>
> >> >> DARI KEMAREN MALAM SAYA SUDAH MENEBAK JALAN PIKIRAN 
> >>ANDA 
> >> >>DARI 
> >> >> ANALISA SAYA ANDA AKAN MENGAKATAN ITU DAN MEMANG 
> >> >>TERBUKTI ... BASI 
> >> >> NENG 
> >> >>  KETIADAAN YANG ANDA AMBIL DARI MATERI GA AKAN 
> >> >>MENIADAKAN ALLOH 
> >> >> KARENA DIALAH PENCIPTANYA JADI ALLOH DILUAR DEFINISI 
> >>ITU 
> >> > 
> >> > 
> >> > Kitab suci mana yang punya "Definisi" tentang Allah 
> >>????
> >> > Anda ngerti enggak artinya Definisi ???
> >> > Definisi itu adalah standarisasi pemahaman yang sama 
> >> >pada semua agama.
> >> > Oleh karena itu AlQuran tidak memiliki "Definisi 
> >>Allah", 
> >> >karena dalam
> >> > agama lainnya tidak dikenal "Allah", sedangkan Tuhan 
> >>itu 
> >> >bukanlah
> >> > Allah, dan Allah itu bukanlah Tuhan demikianlah apa 
> >>yang 
> >> >dikatakan
> >> > dalam Syahadat.
> >> 
> >> definisi tidak bisa didefinisikan. secara sederhana 
> >> definisi dapat diartikan sebagai formulasi tertulis dari 
> >> suatu hukum-hukum alam (ilmu pasti atau sosial). 
> >>bagaimana 
> >> anda mencoba untuk "mendefinisikan" Allah? wong alam ini 
> >> ciptaan Allah, gimana sih anda itu?
> >> 
> >> Sori ya, anda pernah mengaku bahwa anda pernah nyantri 
> >>di 
> >> pesantren. di sekolah dulu pun, pasti anda juga menerima 
> >> pelajaran agama (Islam). dan saya yakin, sedikit atau 
> >> banyak, fasih atau setengah fasih anda pasti juga bisa 
> >> membaca Al-Qur'an. kalau anda mengatakan bahwa di 
> >> Al-Qur'an tidak ada definisi Allah anda sangat-sangat 
> >> salah. banyak sekali di dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang 
> >> menjelaskan siapa Allah itu. Kalau anda maksudkan 
> >> pendefinisian Allah sesuai dengan pikiran manusia 
> >> sebenarnya bisa dan boleh-boleh saja, tetapi ada 
> >> bahayanya. karena setiap orang akan mendefinisikan 
> >> sendiri-sendiri sesuai dengan jangkauan akal dan 
> >> pengalamannya sehari-hari. Mengapa harus sulit-sulit 
> >> mencari definisi Allah, kalau Allah sendiri telah 
> >> menjelaskan DiriNya sendiri dengan jelas di Kitab-kitab 
> >> Suci. Bahwa Allah disebut Tuhan, Dei, Eli, Yehowah, 
> >> Brahman, Ingkang Murbeng Dumadi, God, atau apapun 
> >> bahasanya, tidak-lah menjadi persoalan penting, sebab 
> >> hakekatnya sama dan satu.
> >> 
> >> Soal syahadat, sebenarnya itu adalah soal afirmatif, 
> >> penegasan kesaksian bahwa memang banyak (yang dianggap 
> >> oleh manusia) tuhan-tuhan (yakni, sebuah ultimate power 
> >> yang dianggap menguasai hidup manusia dan dunia) seperti 
> >> patung-patung, gunung, matahari, bulan, batu, pohon, 
> >> science, ego, manusia, raja, binatang, jin-syetan, dan 
> >> sebgainya yang dinegasikan oleh Allah bahwa semuanya itu 
> >> bukan tuhan (yang sebenarnya), dan menunjukkan bahwa 
> >>tuhan 
> >> yang sebenarnya adalah Allah (atau boleh juga ditulis 
> >> Tuhan - dengan T besar). Tapi sekali lagi ini hanya 
> >>untuk 
> >> wacana di tulisan yang tidak terlalu penting untuk 
> >> diperdebatkan. Karena kelaziman dan Tuhan sendiri 
> >>menyebut 
> >> DiriNya dengan Allah, tidak ada keberatan sedikitpun 
> >>untuk 
> >> menyebutNya Allah. Cukup.
> >> 
> >> Kalau dipaksakan untuk didefinisikan (Ya Allah hamba 
> >>mohon 
> >> ampun dan petunjuk-Mu), Allah adalah Sesuatu yang tidak 
> >> sama dengan sangkaan manusia tentang tuhan-tuhan (karena 
> >> tuhan-tuhan itu adalah ciptaan dan terkena hukum alam, 
> >> sementara hukum alam juga ciptaan Allah), bersifat SATU, 
> >> tidak beranak dan tidak diperanakan, dan Sesuatu yang 
> >> mengatur alam semesta beserta isinya. (ini pendefinisian 
> >> dari Al-Qur'an lho). Nah, itulah definisi Allah. Mau 
> >> dimatematikan? Bisa.
> >> 
> >> X/Allah = 0. Atau Allah = X/0. Keterangan : X adalah 
> >> segala sesuatu.
> >> 
> >> Jadi, segala sesuatu kalau dibagi Allah, menjadi nol 
> >>alias 
> >> nihil alias tidak ada apa-apanya. Dan segala sesuatu 
> >> dibagi nol menjadi tidak berhingga. Yang tak berhingga 
> >> itulah Allah. Karena segala numerik, kata-kata, pikiran 
> >> atau apapun tidak mampu menjangkau yang terberhingga 
> >>itu. 
> >> Yang namanya tak berhingga, ya sampai kapanpun anda 
> >>tidak 
> >> akan mampu menjangkau. karena kalau mampu dijangkau itu 
> >> tidak lagi tak berhingga. gimana, puas gak?
> >> 
> >> > 
> >> >> ANDA KATAKAN DALAM BIBLE DAN ALQURAN BAHWA YANG ADA 
> >>ITU 
> >> >>ADA 
> >> >> PERMUALAN DAN ADA AKHIR SEDANG KAN ALLOH GA BERMULA 
> >>DAN 
> >> >>GA BERAKHIR 
> >> >> SEBENARNYA ANDA SENDIRI SEHARUS NYA MEMAHAMINYA BUKAN 
> >> >>MALAH 
> >> >> MENGKERUH KAN PERNYATAAN ITU .. ANDA PAKE LOGIKA YANG 
> >> >>MANA SIH 
> >> >> ANDA DARI PLANET YANG MANA NENG
> >> >> JELAS SEKALI PERKATAAN NYA TADI 
> >> >>  MATERI DAN SEISINYA ADALAH CIPTAAN NYA MAKANYA ADA 
> >> >>PERMULAAN DAN 
> >> >> ADA PENYELESAIAN ( AKHIR ) SEDANGKAN ALLOH ADALAH 
> >> >>PENCIPTA JADI 
> >> >> ALLOH DILUAR MATERI YANG DICIPTAKAN NYA DIA TAK KENA 
> >> >>DENGAN ANALISA 
> >> > 
> >> > 
> >> > 
> >> > Siapa yang bilang Allah itu "Materi" ???
> >> > Dan apa artinya diluar "Materi" ???
> >> > Apa artinya "Materi" ???
> >> > Apa contohnya "bukan Materi" ???
> >> > Angan2 itu merupakan materi atau bukan ???
> >> 
> >> Yang benar adalah bukan semua yang ada persoalkan. Allah 
> >> sesuai dengan persangkaan hambanya. Allah disebut 
> >>materi. 
> >> Bisa. Karena semua "materi" berasal dari unsur Allah. 
> >> Allah disebut bukan "materi". Bisa. Karena semua yang 
> >> bukan "materi" juga berasal dari unsur Allah. Lalu, 
> >>Allah 
> >> itu apa? Tidak ada sebutan apapun yang bisa 
> >>menggambarkan 
> >> Allah itu apa. Mau memperdebatkan hal ini. Pikiran 
> >>manusia 
> >> tidak akan nyampe! Lalu, bagaimana memahami Allah? Akal 
> >> pikiran ketika ingin menjangkau Allah, hanya sampai pada 
> >> pengakuan bahwa iya benar Allah ada. Allah ada dibalik 
> >> alam semesta ini. Itu saja. Kalau ingin "merasakan" 
> >> kehadiran Allah, jangan menggunakan akal. Pakailah 
> >> hati/kalbu untuk merasakan atau membuktikan kehadiran 
> >> Allah, karena Allah itu lebih dekat dari urat leher 
> >> manusia. Artinya Allah itu sesungguhnya sangat-sangat 
> >> dekat dengan manusia! Persoalannya ada yang bisa 
> >>merasakan 
> >> dan ada yang tidak bisa (seperti anda itu).
> >> 
> >> > Allah itu bukan materi,
> >> > Angan2 itu juga bukan materi,
> >> > Semua yang bukan materi itu tidak ada permulaan dan 
> >> >tidak ada akhir,
> >> > Angan2 tidak ada permulaan dan tidak ada akhirnya,
> >> > Kesimpulannya, Allah itu adalah angan2 !!!
> >> 
> >> Tidak terlalu salah juga menyebut Allah itu angan-angan. 
> >> Tapi itu bagi orang yang tidak mengerti saja, karena 
> >>hati 
> >> dan pikirannya tidak mampu menjangkau. Tidak apa-apalah. 
> >> Yang lain, menyebutnya justru Yang Maha Realitas. Apakah 
> >> ini anda salahkan? wow, nanti dulu. Itu hak mereka 
> >>karena 
> >> mereka telah menyaksikan dan melihat Allah dengan mata 
> >> hatinya.
> >> 
> >> > 1.   Segala sesuatu yang ada harus ada permulaan dan 
> >> >harus ada akhir
> >> > 2.   Allah itu tak ada permulaan dan tak ada akhir
> >> > 3.   Conclusion:  Allah itu tidak ada.
> >> 
> >> Pertanyaannya, bisa-kah "robot" yang anda buat/ciptakan, 
> >> menjawab siapa diri anda dengan cara berpikirnya sendiri 
> >> tanpa anda program sebelumnya? Pasti anda jawab, robot 
> >> mana bisa berpikir seperti manusia, dia-kan melakukan 
> >> sesuatu karena sudah diprogram! Nah, apakah kita sebagai 
> >> manusia yang menjadi ciptaan Allah, bisa mengetahui 
> >> sebenar-benarnya tahu (dengan pikiran kita sendiri) 
> >> tentang Allah kecuali yang pernah Allah sendiri 
> >>Firmankan 
> >> dalam Kitab Sucinya?
> >>   
> >> > A.   Segala yang ada, harus ada penciptanya
> >> > B.   Allah tidak ada penciptanya
> >> > C.   Conclusion:  Allah itu tidak ada.
> >> 
> >> Betul adan katakan, segala yang ada harus ada 
> >>penciptanya. 
> >> Bisakah robot (yang ada) tadi, mengatakan bahwa dirinya 
> >> diciptakan oleh anda? Anda sendiri yang mencipta siapa? 
> >> Ayah dan Ibu anda. Ayah dan Ibu anda yang menciptakan 
> >> siapa? Kakek dan Nenek anda. Lalu, yang menciptakan 
> >>mereka 
> >> siapa? dan seterusnya dan seterusnya sampai anda mentok 
> >> pada manusia pertama yang menciptakan siapa? Apakah 
> >> manusia pertama itu tiba-tiba saja ada? Lalu, alam 
> >>semesta 
> >> ini yang menciptakan siapa? Bagaimana alam semesta itu 
> >> bisa berjalan sedemikian teratur? Hukum Alam. Hukum alam 
> >> yang mencipta siapa? Pasti akal anda gak akan bisa 
> >> memberikan jawaban yang memuaskan. Dan ilmuwan di 
> >>seluruh 
> >> dunia, sampai hari ini masih belum mampu menguak misteri 
> >> alam semesta dan manusia dengan memuaskan. Dan misteri 
> >> alam semesta dan manusia masih jauh-jauh lebih banyak 
> >>yang 
> >> belum terkuak dari pada yang manusia ketahui saat ini. 
> >>  Pikiran manusia itu terbatas, sadarilah. Tidak ada 
> >> ruginya sama sekali dan justru hidup anda akan lebih 
> >> lapang, jika anda bersaksi tentang Allah dan keesaan 
> >> Allah.
> >>   
> >> >  I. Allah itu bukan materi
> >> > II. Angan2 juga bukan materi
> >> > III. Allah itu bagian dari angan2.
> >> > 
> >> > 
> >> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >> 
> >> Logika yang anda pakai ini, logika mainan anak-anak. Eh, 
> >> anda itu pendidik Taman Kanak-kanak ya? Waduh, berabe 
> >> deh.................... padahal saya tulis yang 
> >> berat-berat untuk level kaum berpikir nih...... anda 
> >>bisa 
> >> ngerti nggak ya?
> >> ........... pasti deh, anda bakal menyangkal 
> >> lagi............wah repot ... pot .... pot...
> >> tapi gak papa koq, siapa tahun dengan 
> >> penyangkalan-penyangkalan itu anda nanti naik 
> >> kelas.................he he he
> >> 
> >> NB:
> >> kalau mau komentar, jangan dipotong-potong lagi lho 
> >> ya.............
> >> 
> >> Salaam,
> >> 
> >> 
> >> Bagus TL
> >>
> >
========================================================================================
> >> TELKOM Group Peduli Jogja, ketik PEDULI, kirim SMS ke 
> >>5000
> >> 
> >> Dengan mengirim SMS berisi PEDULI ke nomor 5000, Anda 
> >>telah
> > menyumbang sebanyak Rp. 5.000,- per SMS
> >> bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa 
> >>Tengah.
> >> Dana 100% akan disumbangkan TELKOM dan TELKOMSEL atas 
> >>nama pelanggan
> > ke Palang Merah Indonesia
> >> setiap minggu selama 1 bulan, mulai 30 Mei s/d 30 Juni 
> >>2006. 
> >> Pengumpulan dan distribusi dana akan diaudit oleh 
> >>auditor independen
> > dan disaksikan oleh notaris. 
> >> Bantuan via SMS ini dapat diikuti oleh pelanggan Flexi, 
> >>kartuHalo,
> > simPATI, dan Kartu As. 
> >> 
> >> Khusus untuk pelanggan Flexi, Anda juga dapat menyumbang 
> >>dengan
> > nilai sumbangan lebih besar 
> >> dengan mengetik 10000 atau 25000 atau 50000 kirim ke 
> >>5000. 
> >> 
> >> 
> >> Informasi lebih lanjut, klik www.telkomflexi.com.
> >>
> >
========================================================================================
> >>
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
>
========================================================================================
> TELKOM Group Peduli Jogja, ketik PEDULI, kirim SMS ke 5000
> 
> Dengan mengirim SMS berisi PEDULI ke nomor 5000, Anda telah
menyumbang sebanyak Rp. 5.000,- per SMS
> bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
> Dana 100% akan disumbangkan TELKOM dan TELKOMSEL atas nama pelanggan
ke Palang Merah Indonesia
> setiap minggu selama 1 bulan, mulai 30 Mei s/d 30 Juni 2006. 
> Pengumpulan dan distribusi dana akan diaudit oleh auditor independen
dan disaksikan oleh notaris. 
> Bantuan via SMS ini dapat diikuti oleh pelanggan Flexi, kartuHalo,
simPATI, dan Kartu As. 
> 
> Khusus untuk pelanggan Flexi, Anda juga dapat menyumbang dengan
nilai sumbangan lebih besar 
> dengan mengetik 10000 atau 25000 atau 50000 kirim ke 5000. 
> 
> 
> Informasi lebih lanjut, klik www.telkomflexi.com.
>
========================================================================================
>







Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 



Kirim email ke