Terima kasih untuk tanggapan dari Rekan Dodi. Disini
doa dilihat sebagai affirmasi. Memang affirmasi,
tetapi lebih daripada itu. Doa sebagai affirmasi
terutama dipegang oleh mereka yang bergerak di bidang
penyembuhan spiritual, tetapi ada pengertian doa di
luar doa sebagai affirmasi.

Doa adalah juga penyembahan. Doa adalah juga Jalan
atau Tarekat untuk mencapai yang Hakiki. Doa adalah
jalan menuju Union with God. Makrifatullah.

Tapi kalau sudah Makrifat kan tidak perlu berdoa lagi?
Itu kata suatu sumber yang santer tapi tak jelas.
Menurut saya tidak. Makrifat or Not, Doa selalu ada
gunanya. Selama kita masih manusia, kita perlu doa.
Kita perlu berkomunikasi. 

Paling tidak, kalaupun Doa sudah tidak dipercayai lagi
sebagai Doa dalam pengertian tradisional... aktifitas
berdoa tetap bisa positif. Ada Dialog kan?

At least kita berdialog dengn diri kita sendiri.
Berkomunikasi dengan diri kita. Ber-Refleksi. Dan itu
adalah kemanusiawian Doa. Refleksi, Kontemplasi, Doa.

All the Best,
Leo


Note: forwarded message attached.


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 


Kirim email ke