alhamdulillaah... maturnuwun untuk penilaian anda bahwa aku telah teracuni dogma agama. maturnuwun juga dinilai gak akan lulus ujian perguruan tinggi.
tapi, siapa tidak memahami siapa sih ya? kalimat "ada realitas angan-angan", harus ditulis gimana agar dimengerti dengan maksud paparan bahwa angan-angan itu ada. dengan kata lain, ada "sesuatu" yang disebut, dinamai dan bahkan paling sering anda gunakan, yakni: kata dan pengertian tentang "angan-angan". sama halnya jika ku pengen menyatakan adanya realitas, salahkah dengan menuliskannya sebagai "realitas (tentang) realitas"? hla, percaya atau tidak percaya, sahih atau tidak sahih, terbukti atau tidak terbukti, benar atau tidak ISI angan-angan itu, endak jadi soal. yang penting IA, angan-angan itu, ADA. berpotensi atau tidak menjadi realitas, juga bukan soal. pernyataan-pernyataan anda sendiri selama ini soal angan-angan, bukankah sudah dengan sendirinya menjadi bukti tak terelakkan bahwa ada sesuatu yang bernama angan-angan? simak lagi kalimat yang mestinya muncul dari isi kepala anda: "Meskipun kita menyadair bahwa idea itu merupakan angan2 juga yang dibedakan dari potensinya yang bisa berubah menjadi realitas" see? "...IDEA ITU MERUPAKAN ANGAN2 JUGA..." ini juga, "Manusia dilengkapi dengan angan2 dengan tujuan untuk menghibur dirinya dan untuk mampu mengembangkan teknologi itu sendiri. Namun ajaran2 agama yang dinamakan kepercayaan telah menyalah gunakan angan2 sebagai bencana kemanusiaan." see? anda sendiri bahkan telah merumuskan bahwa angan-angan itu bisa dimanfaatkan. anda bisa menjelaskan bagaimana anda bisa memanfaatkan sesuatu yang tidak ada? perkara angan-angan itu disalahgunakan, ndak jadi soal. bisalah kita perdebatkan pada topik lain. yang penting, angan-angan itu ada. ada realitas angan-angan ada realitas yang bernama angan-angan. ada realitas tentang angan-angan. jelas? btw, runtutan proses yang anda nyatakan soal 'berubahnya' angan-angan, menjadi idea lalu teknologi, menurutku juga tidak tepat, atau tepatnya tidak lengkap. anda terburu-buru. aku sarankan, angan-angan anda perihal itu perlu segera diubah jadi realitas secara baik dan benar. dan jangan lupa, koordinasikan dulu dengan team anda. ok? salam, puthut yang sudah tidak lagi perlu ujian perguruan tinggi... --- muskitawati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tidak ada angan2 yang merupakan realitas karena > semua realitas tidak > pernah dinamakan angan2. > > Juga tidak ada kepercayaan yang dianggap sebagai > realitas, karena > semua realitas tidak ada yang dinamakan kepercayaan. > > Memang ada kalanya angan2 bisa berubah menjadi > realitas, namun angan2 > yang mempunyai potensi menjadi realitas tidak > dinamakan angan2 > melainkan "IDEA". Meskipun kita menyadair bahwa > idea itu merupakan > angan2 juga yang dibedakan dari potensinya yang bisa > berubah menjadi > realitas. > > Semua science dan penemuan2 teknologi yang sekarang > ini memang dimulai > dari "Idea" yang kemudian berubah menjadi realitas > sehingga tidak lagi > dinamakan idea melainkan "teknologi". Semua "idea" > yang gagal berubah > menjelma menjadi "realitas" tidak pernah dinamakan > "idea". > > Agama, Tuhan, Allah, Yesus, Muhammad, dan semua Dewa > Dewi bukanlah > "Idea" karena tidak ada kemungkinannya untuk bisa > menjelma menjadi > realitas. Artinya, semua angan2 yang tidak > memungkinkan untuk bisa > berubah menjadi realitas, tidak pernah dinamakan > "Idea" melainkan > cukup dinamakan "angan2" secara umum atau > "kepercayaan" sebagai > istilah yang lebih specifik. > > Seorang Scientist, adalah orang yang mampu mengubah > "Idea" menjadi > "Reality". > > Seorang ulama, adalah seorang yang mampu membohongi > umatnya untuk > dipengaruhinya agar "angan2" itu bisa dirasakan > se-olah2 seperti > "realitas". Dan umat manapun yang bisa menipu > perasaannya sendiri > untuk mengubah angan2nya menjadi se-olah2 seperti > "realitas" disebut > sebagai umat yang "beriman". > > Seorang Scientist bertugas menciptakan "idea2" baru > untuk kemudian > diubahnya menjadi "realita2" baru sebagai bagian > dari kemajuan ilmu > pengetahuan yang bertujuan meningkatkan kualitas > kehidupan semua umat > manusia tanpa membedakan agamanya. > > Seorang ulama bertugas untuk menguburkan atau > menutupi "realita2" yang > ada agar se-olah2 tidak bertentangan dengan angan2 > kepercayaan mereka > yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan umatnya > dengan tidak segan2 > menimbulkan malapetaka kemanusiaan bagi mereka yang > menolak > kepercayaannya. > > Melalui pendidikan moral yang universal yang > didasari oleh HAM, banyak > ulama dari berbagai agama menyadari tentang perlunya > kepercayaan yang > bisa melindungi semua umat manusia tanpa membedakan > kepercayaannya > sehingga keimanan umat beragama tidak perlu > menimbulkan korban2 > malapetaka kemanusiaan akibat keimanan yang > menyesatkan. Dalam hal > ini lahirlah manusia2 beragama seperti diri saya, > gus dur, ulyl, dan > banyak lainnya yang sering dituduh dan difitnah > sebagai musuh2 Islam > tanpa mereka memusuhi siapapun juga. > > Manusia dilengkapi dengan angan2 dengan tujuan untuk > menghibur dirinya > dan untuk mampu mengembangkan teknologi itu sendiri. > Namun ajaran2 > agama yang dinamakan kepercayaan telah menyalah > gunakan angan2 sebagai > bencana kemanusiaan. Filem2 cerita semuanya adalah > angan2 yang > dibutuhkan setiap manusia sebagai hiburan bagi > dirinya masing2, namun > filem2 cerita yang cuma fiktif sekalipun bisa > menjadi malapetaka kalo > ada penontonnya mengimani kebohongan2 yang ada dalam > filem itu > sendiri. Misalnya, ada penonton yang mengimani > filem tentang adanya > seorang berkepala botak menjadi pemerkosa. Keimanan > yang kuat seperti > ini seharusnya dibuang atau dihilangkan dalam > memasuki kehidupan > realitas. Namun kalo keimanan sesat ini tetap > melekat dalam diri > penontonnya dalam kehidupan realitasnya, maka > terjadilah yang kita > namakan sebagai "conflict of reality" yang menjadi > syndrome utama dari > semua jenis "Psikosa" sehingga sang penderita bisa > membunuh siapapun > yang botak kepalanya akibat melekatnya keimanan yang > melekat akibat > tontonan filem yang merupakan angan2 sang sutradara. > Memang, untuk > menikmati tontonan filem, kita harus menyerahkan > kepercayaan kita > kepada cerita yang telah diatur oleh sang > sutradaranya. Namun > kepercayaan itu hanya dibutuhkan selama menikmati > tontonan filem itu > saja, dan tak boleh kepercayaan itu melekat diluar > waktu tontonan yang > berlangsung. Demikianlah, tak berbeda dengan > kepercayaan terhadap > agama dengan segala Tuhan atau Allahnya, cukup untuk > anda percaya > selama ditempat dimana anda membutuhkan dalam > mengabdikan diri untuk > menghibur mereka yang perlu dihibur, seperti mereka > yang kematian > orang2 yang dicintainya, atau mereka yang sakit > kanker yang tak > mungkin disembuhkan sehingga untuk mengurangi > ketakutan dan kecemasan > dalam menghadapi kematian perlu kita menolongnya > dengan kebohongan2 > ajaran agama tentang kehidupan setelah kematian, dan > tentang > kebahagiaan masuk ke sorga, serta meyakinkan sang > penderita bahwa dia > akan masuk kesorga akibat amal baktinya terhadap > kemanusiaan maupun > agama yang dianutnya. Namun semua kebohongan itu > jangan sekali2 > digunakan untuk menimbulkan bencana memusnahkan > Yahudi. Kebohongan > tetap kebohongan, kalo bisa anda manfaatkan demi > kemanusiaan tentunya > bisa bermanfaat, sebaliknya kalo anda salah gunakan > untuk memusnahkan > manusia lainnya yang tidak percaya, maka hal itu > kita namakan > kebiadaban yang bertentangan dengan peradaban maju > sekarang ini. > > > > > > realitas terhadap angan-angan yang seperti apa? > > apapun. terserah. > > realitas terhadap kepercayaan yang bagaimana? > > bagaimanapun. terserah. > > > > > Realita bukanlah angan2, dan angan2 bukanlah > realitas, jangan diputer > balik menyesatkan apa yang telah saya tuliskan. > > Tidak ada realitas yang menjadi kepercayaan, dan > juga tidak ada > kepercayaan yang dinamakan realitas. > > Anda sulit untuk memahami tulisan saya, sehingga tak > mungkin anda > mampu lulus ujian untuk perguruan tinggi dalam > meningkatkan ilmu > pengetahuan yang berdasarkan kemampuan logis otak > setiap mahasiswa > dalam memastikan keberhasilan studinya. Rendahnya > kemampuan anda > dalam memahami logika rasional disebabkan keracunan > dogma agama > kepercyaaan yang membrainwash sel2 otak anda itu. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

