--- In [email protected], "bulebuuk" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > BETUL SEKALI MAS DUBLEX .. KITA MUDAH SAJA LAH .. INI LAH CIRI DARI > PENYAKIT YANG DITIMBULKAN DARI REALITAS HIDUP NYA .. SILAHKAN > DIDAGANGKAN DIATAS BIS JUGA GA AKAN LAKU KALO HASIL NYA JADI KAYA > ORANG SETENGAH ..... SAYA AJA MALU NULIS NYA > MANA ADA YANG MAU DIAJAK MODEL HIDUP ANDA YANG ASAL CEPLAS CEPLOS > PADAHAL DINEGARANYA SAJA KALO KETAUAN ORANG KAYA GINI DAN MASUK RS > JIWA ...MAAF SAYA TIDAK MEMFITNAH .... GA ADA GUNANYA > MEMFITNAH ..INI ADALAH REALITA .. COBA SAJA KALO MAU BUKTI BACA LAGI > TULISAN ANDA YANG SEKARANG AJA ..NGAKU UMAT ISLAM TAPI GA USAH > MENYEMBAH TUHAN BAHKAN GA MENGAKU KEBERADAAN TUHAN ... DASARNYA DARI > MANA TUH ..DARI NGAYAL .... > > BULEEBUUK >
Iya, boleh saja apapun pandangan anda, namun bukan pandangan saya. Dan sama sekali juga tidak mempengaruhi pandangan saya mengenai agama yang kesemuanya memang cuma kepercayaan, dan kemanapun dimuka bumi ini anda pergi, tetap agama itu kepercayaan, dan kepercayaan itu angan2. Namun memang istilah angan2 itu bisa saja diganti dengan kata2 lain yang sinonimnya atau yang maksudnya sama, misalnya, khayalan, angan2, imagination, abstract, dsb, dsb, bahkan ada yang menganggap kepercayaan itu sebagai perception, namun saya enggak setuju, juga ada yang menganggap kepercayaan itu sebagai "idea", juga saya enggak setuju, alasannya juga sudah pernah saya tulis. Jadi tetap saja pendapat saya tak mungkin diubah, bukan untuk menghina atau merendahkan atau untuk menganggapnya tidak masuk diakal, sama sekali bukan itu tujuannya. Definisi kepercayaan sebagai angan2 bukan berarti saya menyepelekan agama secara umum atau menyepelekan Islam secara khusus, tujuannya hanya untuk illustrasi sebagai pembanding bahwa agama sebagai angan2 dan korban2 yang jatuh secara real. Dengan cara membuat kontrast seperti itulah saya mengharapkan renungan semua umat Islam didunia ini, bagaimana tidak sebandingnya bahwa sebuah angan2 harus merugikan secara real atau secara fisik kepada Islam keseluruhannya baik yang melakukan teror maupun juga mereka yang tidak melakukan teror. Bahkan, ada orang Kristen dari Indonesia sendiri menyatakan bahwa dia yang Kristen jelas2 bukan islam, tapi sempat ditangkep FBI dikira terorist. Hal inilah yang harus disadari semua umat Islam, bahwa kalo sudah menyangkut terorist, memang pelakunya Islam, agama Islam menjadi jelek, tapi akibatnya bukan cuma kepada agama Islamnya saja yang terkena melainkan juga kepada bangsanya. Contohnya saja, masalah deportasi akibat adanya terorist ini tidak berdasarkan kategory agamanya, melainkan negaranya, tak peduli dia Islam, Kristen, dan Hindu atau Buddha, tetap langsung dicabut keluar Amerika. Engga mungkin sampai kapan sekalipun Amerika mengkategorikan orang2 berbahaya seperti terorist ini berdasarkan agamanya karena setiap orang bisa mengaku agama apa saja, dipasport-nya enggak dicantumin agamanya. Apakah harus ditest agamanya? juga enggak bisa, agama bisa dipelajari semua orang tanpa perlu mempercayainya. Memang di millist ini saya bebas untuk mengaku terus terang bahwa saya enggak percaya agama meskipun asalnya dulu2 memang dari lahir keluarga yang Islam Fundamentalist, namun dalah kehidupan sosial tentu tak mungkin saya bilang kalo saya tak percaya agama. Seperti yang pernah saya tulis, pura2 dalam soal agama tidak akan membawa pengaruh yang buruk. Kalo saya pura2 percaya Islam dalam lingkungan sosial Islam dimana orang2 tahu saya ini memang berasal dari keluarga Islam, tentu mereka merasa marah dalam hatinya kalo tahu saya tak percaya Islam. Berbeda orang bule yang jelas2 bukan Islam, tapi kalo mereka ber-pura2 percaya Islam, meskipun orang Islampun tahu kalo dia enggak percaya islam tapi cuma basa basi saja, maka dalam hal ini orang2 Islam malah bersimpati kepadanya. Ini memang masalah kecil dalam hubungan sosial, tapi banyak umat Islam yang tidak begitu suka memperhatikan soal2 kecil seperti ini. Namun itulah perlu saya ungkapkan semuanya disini bukan untuk kerangka pura2 karena kalo mau pura2 boleh saja diluar sana dalam kehidupan sosial yang sebenarnya. Memang kata pura2 ini juga to the point sangat kontras dan kasar, namun kalo mau dihaluskan, mungkin lebih sopan saya katakan basa basi bukan pura2. Tapi sekali lagi dalam tulisan dimilist, saya harus tegas, tak akan menggunakan kata basa basi, tapi pura2 !!!! Kenapa saya gunakan kata pura2, mungkin bisa anda tuduh sebagai merendahkan nilai2 agama itu sendiri, dan saya akan jawab "Ya" bisa dianggap begitu. Seperti juga saya gunakan kata "angan2" untuk kepercayaan. Anda boleh menyalahkan saya, tapi sekali lagi, kalo caci maki tidak akan saya ladeni, karena anda menganggap saya menghina Islam saya menjawab bahwa saya tidak merasa hina. Sesuatu yang hina kalo dihina bukanlah penghinaan, sesuatu yang rendah kalo direndahkan bukanlah merendahkan, sesuatu yang jelek kalo dijelekan bukanlah menjelekan. Kata2 biadab untuk ajaran2 yang tidak baik juga bukan penghinaan itu hanyalah bentuk kontrast penekanan pada sifat2 tertentu yang harus saya tonjolkan. Hal ini perlu saya lakukan karena terlalu banyak basa basi atau pura2 dalam dunia keagamaan di Indonesia, seperti sang romo yang dari katolik, dia bilang semua agama sama baiknya, saya bilang semua agama sama buruknya. Ada yang bilang, semua agama mengajarkan kebaikan, saya bilang, semua agama mengajarkan keburukan untuk saling memusnahkan. Siapa yang jujur dalam masalah ini, dialah yang akan berhasil memecahkan masalahnya karena membohongi diri sendiri seperti dalam dunia agama khususnya Islam hanya menghancurkan dirinya sendiri dan community-nya. Menyadari keburukan agama kita tak akan menghancurkan agama kita malah berarti tahu cara memperbaikinya. Menganggap agama kita paling sempurna dan paling baik, maka hancurlah agama kita itu dan tak mungkin lagi diperbaiki. Seperti yang pernah saya tuliskan, Amerika belajar dari kesalahan masa lalu untuk dicatat, dipelajari, dan diperbaiki, itulah sebabnya Amerika berhasil paling maju didunia sekarang ini. Semua agama termasuk Islam, justru sebaliknya, mereka menutupi kesalahan dan kesalahan itu diputer balik sehingga se-olah2 benar, dan hal ini dilestarikan, diulangi, untuk menjadi kesalahan lagi dimasa depannya, wajar kalo akhirnya juga hancur. Kalo mau jujur, semua institusi agama didunia ini sudah hancur kecuali Katolik, namun institusi katolik juga secara ideologis sudah berantakan dan mereka hanya bertahan untuk tetap bersatu se-mata2 cuma untuk kegiatan sosialnya dalam mempertahankan kehidupan pejabat2 institusinya itu sendiri seperti Paus yang corrupt. Namun akibat keberhasilan mereka mempertahankan institusinya, maka institusinya inilah yang belakangan menjadi kekuatan politik yang berpengaruh didunia, namun kekuatan politiknya inipun lebih dimanfaatkan oleh Amerika, hanya Amerikalah yang mampu mendikte Paus dibelakang layar. Dalam hal ini tak perlu dianggap buruk karena hal itu hanya membuktikan besarnya pengaruh Amerika. Kalo Amerika bisa mengendalikan Paus sama saja Amerika juga bisa mengendalikan Caliph. Secara kasar, saya hanya menyatakan semua institusi agama diseluruh dunia berada dibawah payung atau pengaruh Amerika. Lalu bagaimana pandangan saya mengenai terorisme Islam, memang mereka itu semua bekas kaki tangan Amerika sewaktu menggempur Russia, bisa jadi semua pemimpin terorisme itu melakukan terornya bukan untuk idealisme islam itu sendiri, artinya memang bukan untuk menegakkan syariah didunia seperti yang diteriakannya melainkan untuk membalas sakit hati untuk hal2 ang mereka gagal mendapatkannya dari Amerika, bahkan kemungkinan ada oknum2 dalam CIA atau Amerika itu sendiri sebagai biangkeroknya. Namun satuhal yang harus semua umat Islam ini mendalaminya, bahwa ajaran2 Islam yang biadab ini berhasil dimanfaatkan untuk merekrut para terorist. Jadi daripada menyalahkan mereka yang menggerakan teror dibelakang layar seperti Osama bin Laden, lebih baik menyadarkan umatnya itu sendiri, karena Osama bin Laden itu tak mungkin bisa merekrut terorist kalo dalam ayat2 AlQuran tidak ada ayat2 yang biadab itu untuk bisa dimanfaatkannya. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > > > > In [email protected], Dablex Scali <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Ha..ha...ha... > > Inilah akibatnya manusia sudah kelamaan di 'amerika' tepatnya > tinggal di 'LA" alias Lenteng Agung tapi merasa tinggal di amerika > dan tepatnya di Los Angeles... > > > > Baik, saya coba mengikuti kemampuan mengarang anda dan mungkin > anggota milis disini akan coba memberi anda ponten > (nilai)..ha..ha...Kalau memang di jaman Muhammad belum ada tulisan > dan angka arab, lalu sejak kapan mulai ada tulisan dan angka ? Apa > karena Muhammad buta huruf lalu anda mengatakan di jaman beliau > tidak ada tulisan dan angka ? > > Terus ceritakan dong, koq tiba2x ada tawanan perang, yg anda > maksud perang apa waktu itu ? Tahun berapa ? > > > > Syiria sebenarnya masuk arab bukan ya ? Yg anda maksud arab itu > yg mana ?.... > > > > Ditunggu karangan anda selanjutnya..ha..ha..ha... > > > > > > > > Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Anda hidup dalam kebohongan2 > dunia Islam, Angka Arab itu bukanlah dari > > Arab hanya dinamakan angka Arab karena masuk kedunia Barat > melalui > > pedagang2 Arab. > > > > Dizaman Muhammad, orang Arab belum mengenai angka maupun tulisan, > > sebab itulah Muhammad sendiri buta hurup tak bisa membaca maupun > > menulis. Tulisan maupun angka2 masuk keArab melalui tawanan2 > perang > > dari luar Arab terutama dari Syria. Dari tawanan2 inilah orang > Arab > > mengenal huruf dan angka2. Syria maupun Arab jauh sebelum > lahirnya > > Muhammad memiliki kerajaan2 maju yang oleh AlQuran secara sangat > > menyesatkan dinamakan zaman jahiliah. Demikianlah, angka2 Arab > yang > > berasal dari syria atau tepatnya berasal dari kerajaan Phoenicia > jauh > > lebih maju dari umat Islam dizaman Muhammad, namun AlQuran > memfitnah > > dan memutar balik zaman sebelumnya sebagai zaman jahiliah. > > > > Angka2 Arab ini akhirnya dikenal didunia barat melalui pedagang2 > budak > > dari Arab, sehingga sewaktu para ahli matematik memilih > penggunaan > > simbol angka yang effisien untuk 10 digit, maka angka2 Arab > inilah > > yang paling memenuhi selera para ahli itu. Namun dalam berbagai > > penggunaan simbol angka2 untuk kebutuhan lain masih juga > menggunakan > > simbol2 angka romawi. > > > > Demikianlah simbol2 angka Arab sama sekali bukan ciptaan umat > Islam > > dari Arab, melainkan sudah tercipta jauh sebelum Muhammad sendiri > > dilahirkan dan dikenal umat Islam melalui tawanan2 dari Syria. > > > > Oleh karena itu sangatlah takabur untuk membanggakan ciptaan2 > mereka > > yang bukan Islam (kafir) sebagai ciptaan umat Islam demi > mempertebal > > keimanan yang se-mata2 bertujuan membohongi umat itu sendiri. > > > > Semua tulisan saya bisa anda baca dalam sejarah matematika yang > > menyangkut asal muasal simbol2 Arab itu sendiri. > > > > Tak patut bagi umat Islam yang merendahkan penyembah berhala > sementara > > ciptaan simbol2 matematik hasil karya mereka dibanggakan sebagai > > ciptaan umat Islam yang pada kenyataan tidak pernah memiliki > ciptaan > > apapun yang dapat dibanggakan. > > > > Masalah komputer maupun internet sama sekali tidak ada > hubungannya > > dengan angka2 Arab melainkan berhubungan dengan bilangan binary > simbol > > yang sangat berbeda dengan simbol angka2 Arab. Dalam binary > simbol > > hanya dikenal dua simbol angka yaitu satu dan nol. Semua simbol > > angka2 matematik yang kita gunakan memang diperkenalkan kepada > dunia > > Barat melalui pedagang2 Arab yang Islam, namun khusus untuk > simbol > > angka nol dan satu asalnya bukan dari Arab melainkan dari simbol > angka > > India. Demikianlah dalam penggunaan simbol matematik banyak > sekali > > asal2 simbol yang ber-beda2 dari budaya masa lalu bangsa2 > lainnya. > > Seperti simbol pi, omega, alfa dlsb berasal dari peradaban > Yunani, > > bahkan nama2 planet semuanya berasal dari nama dewa2 Yunani > kuno. > > Oleh karena itu sangatlah arrogan sekali sikap umat Islam yang > > merendahkan para penyembah berhala yang secara genius menciptakan > > berbagai kemajuan yang dicatut sebagai hasil karya Islam. > Semoga anda > > mau rendah hati menghormati jasa2 para penyembah berhala yang > > dihalalkan Alquran untuk ditumpahkan darahnya karena difitnah > > derajatnya sebagai lebih rendah daripada hewan. > > > > Masalah Piagam Madinah tidak pernah ada dalam catatan sejarah > kecuali > > rekayasa sejarah oleh umat Islam dalam memutar balik realitas > > kegagalannya untuk memusnahkan bangsa Yahudi. Seperti yang sudah > > berulang kali saya katakan bahwa piagam Madinah tidak dikenal > dalam > > realitas sejarah yang sebenarnya, anda hanya menemukan dalam > sejarah > > yang direkayasa umat Islam dalam menjunjung keimanan umatnya agar > > tetap percaya meskipun dalam kebanggaan2 yang penuh kebohongan. > > > > Memang kebohongan tidak pernah bisa mencerdaskan suatu bangsa > manapun > > juga sehingga tak aneh kalo sekarang umat Islam merupakan umat > yang > > paling tertinggal dalam segala bidang akibat hidup dalam > kebohongan2 > > yang direkayasa para ulamanya. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

