--- In [email protected], Dablex Scali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
   
>   DS :
>   Pak, yang jadi masalah adalah bukan kitab umat Islam atau kitab
umat  Hindu, tapi yg jadi masalah adalah umat atau manusianya yg
diberi akal,  


BENAR, DENGAN AKALNYA ITULAH MANUSIA BERHASIL MENCIPTAKAN ALLAH,
MENCIPTAKAN ALQURAN, MENCIPTAKAN AGAMA ISLAM, DAN MENCIPTAKAN
MALAPETAKA.  Lalu dengan akalnya itu apa yang ingin diciptakan??? 
Kalo di Amerika sih dengan akalnya berhasil menciptakan teknologi.

Disini anda tersesat, agama itu kepercayaan, dan kepercayaan itu
angan2 tak ada yang memerlukan akal.  Kalo mau pakai akal tak perlu
percaya Allah.  Kepercayaan itu bukan pemikiran.  Demikianlah, kalo
anda tetap menganggapnya begitu tentu tak mungkin saya lanjutkan
karena perdefinisi saya menguasai semua ini.  Saya scientist tulen
tetap berpegang kepada definisinya bukan pada kepercayaannya.  Kalo
anda mau ubah definisi bahwa kepercayaan anda itu adalah hasil dari
akal anda, cukup stop saja disini karena hal itulah yang menjadi
malapetakan kemanusiaan.  Itulah sebabnya, saya tahu kemana diskusi
ini harus saya arahkan untuk tidak berdebat kusir.  Kalo anda
selewengkan definisinya, sudah jelas dimana akhirnya.

Oleh karena itu, tegas dulu lah, jangan menggunakan kepercayaan untuk
dasar berdebat tapi gunakanlah logika secara rasional, jangan sekali2
mencampur aduk untuk masalah ini anda gunakan iman dan masalah lain
pakai logika karena hal itu invalid.





apakah bisa membuktikan yg mana yg benar dan mana yg salah. Seperti yg
 anda sebutkan diatas ada detektif atau polisi, kita sebagai manusia 
ditugaskan menyelidiki. Jadi bila ada ada kasus yg tidak terpecahkan,
 jangan salahkan kasusnya tapi salahkan detektifnya/polisinya yg tidak
 becus dalam mengumpulkan dan menganalisa data. Mereka semua (polisi,
 detektif, sekolah hukum, jaksa dll) di ajarkan bagaimana caranya 
menyelidiki. Analoginya adalah sama seperti peristiwa 'pembunuhan' 
(baca:penciptaan alam),  tugas 'detektif /  polisi' (baca :  umat
manusia)  adalah mencari 'pelaku' berdasarkan bukti2x yg ada.  Apakah
karena anda tidak melihat 'pelaku peristiwa pembunuhan' lalu  anda
berkesimpulan bahwa tidak ada 'pelakunya' (Tuhan) ? Bila ternyata  2
'detektif / polisi ' berkesimpulan bahwa 'pelakunya'  adalah  berbeda,
apakah anda
>  lalu mengatakan tidak ada pelakunya ? 


Enggak usah panjang2, anda cuma ingin menyatakan adanya "Tuhan", saya
cuma ingin memberi tahu bahwa "tidak ada tuhan", lalu anda mau bilang
kalo tuhan itu enggak ada maka darimana semua ini datangnya?  jawabnya
jelas...... masalah itulah yang harus kita bicarakan, bukan menyatakan
itu semua datang dari Tuhan.  Sesuatu yang harus kita selidiki atau
yang belum berhasil kita selidiki bukan berarti adanya Tuhan atau
berasal dari Tuhan.  Kalo anda mau mendiskusikan darimana semuanya ini
tercipta oke saya akan meladeni, tapi kalo anda menyatakan semua ini
datang dari Tuhan....... sorry no comment karena itu bukanlah jawaban
karena agama lain bisa asal sebut seperti semuanya dari Nyai Loro
Kidul, zeus, dewi sri, dsb, dsb, yang cuma debat kusir.







Bila  ternyata sudah ketemu 'pelakunya' yg berbeda (Tuhannya Islam dan
 Hindu), lalu apakah anda tidak berusaha mencari  siapa 'pelaku' 
sebenarnya ? Apakah anda lebih suka mengatakan tidak ada pelakunya  ?
 Sampai sini paham ? 
>     


Kalo mau tahu pelaku sebenarnya, boleh kita diskusikan, tapi kalo mau
percaya agama, cukup stop karena agama isinya kepercayaan bukan bahan
untuk didiskusikan sama saja kalo anda bilang semuanya diciptakan oleh
Superman, maka saya juga cuma "no comment", kalo anda percaya semua
diciptakan oleh Superman, atau diciptakan oleh Allah, lalu apa yang
mau dibicarakan????  Padahal sudah saya katakan penciptaan itu bisa
dibuktikan bukan oleh Allah, bukan oleh Tuhan, bukan oleh Zeus, lalu
anda tanya, kalo gitu oleh siapa???  Itulah yang jadi bahan ilmiah,
kalo Tuhan, Allah, dan Zeus itu bukan ilmiah tapi kepercayaan sehingga
tak perlu didiskusikan.





>   Jadi bila umat agama lain sudah menemukan Tuhannya, lalu jangan 
salahkan orang lain tapi salahkan diri anda yg tidak becus dalam 
mencari dan menganalisa data. 
>     


Kalo mau diskusi atau menganalisa data harus lebih dulu anda sadari,
kitab suci bukan berisi data, pengetahuan anda dangkal bahkan definisi
data sekalipun enggak tahu, seharusnya anda definisikan dulu setiap
kata yang anda enggak tahu.  Isi AlQuran dan Bible itu bukan data
melainkan kepercayaan, kepercayaan itu bukan data tapi angan2, inilah
pertama harus anda pahamkan lebih dulu.  Data itu hasil observasi,
sedangkan wahyu itu bukan hasil observasi.  Dunia ilmiah engga
mengakui kegaiban, kalo mau ngomong kegaiban silahkan diskusi dengan
paranormal.  Usul atau pendapat apapun yang anda ingin orang lain
menerimanya, jangan dengan cara2 kepercayaan karena cara2 kepercayaan
itu dinamakan pemaksaan, artinya anda hanya bisa mendapatkan apa yang
anda inginkan melalui reasoning, argument yang logis dan rasional
bukan dengan keimanan.  Data apa yang bisa anda analisa dari Alquran
sehingga bisa memastikan Allah itu ada ????  Alquran bisa dibuktikan
ditulis manusia diatas abad ke 10, kalo ada ulama Islam yang bilang
dizaman sebelumnya, itu enggak ada buktinya.  Propaganda kebenaran
agama oleh orang yang percaya agama tidak bisa digunakan sebagai
kebenaran karena kebenaran harus bisa ditegakkan secara netral bebas
dari kepercayaan.  Kalo anda sudah berpihak kepada kepercayaan, anda
sudah salah, karena kepercayaan seseorang bisa berbeda dari orang lain
sehingga akibatnya bukan perdebatan melainkan debat kusir.



>     
>     
>   > DS:
> >   Sedangkan argumen anda "Karena kalo masalah hak penciptaan
> > berkaitan dengan pasal2 lain dalam UU yang berhubungan dengan Hak
>   > Cipta (maaf buka Copyright), berarti anda tetap harus bisa
menentukan



di Indonesia memang namanya Hak Cipta, di Amerika namanya copyright,
namun oke saja.





>   > penciptanya dahulu baru bisa memberikan Hak Cipta. Berarti
masalah ini
>   > anda harus bisa menentukan siapa pencipta sebenarnya baru 
>   > memberikan "Hak Cipta"
> 


Itu kalo penciptanya mau mempatenkan, kalo yang anda bicarakan itu
justru terbalik, ciptaannya sudah ada tapi ada yang ngaku2 beberapa,
dan untuk menentukan siapa penciptanya gampang saja, suruh mereka
menunjukkan buktinya, certifikat hak ciptanya.  Katakanlah Hindu
bilang pencipta itu si A, Islam bilang si B, Kristen bilang si C. 
Lalu mana yang penciptanya benar ????  Jelas enggak ada karena masing2
enggak bisa menggunakan bukti kitab sucinya untuk mendukung klaim
mereka.  Meskipun, kalo mau diperdebatkan berdasarkan kitab suci
mereka sekalipun jelas mereka enggak ada yang bisa menang
argumentasinya.  Namun saya enggak bisa meladeni debat dari sudut
kitab suci masing2 karena kitab suci itu bukan bukti, isinya cuma
kepercayaan enggak ada sebagian kecil juga yang bisa anda ajukan
disini untuk argumentasi.  Tapi kalo masih mau ngotot, saya juga no
comment....  untuk apa memaksakan bukti2 kitab suci yang anda percaya
sementara orang lain tidak percaya ????  Ini bukan masalah kepercayaan
melainkan masalah tegaknya kebenaran.  Saya sudah bilang, kalo anda
sudah tahu semua ini tidak benar, anda tetap boleh percaya, karena
kepercayaan dasarnya bukan kebenaran, namun dengan kesadaran bahwa
semua kepercayaan itu bukan kebenaran, paling sedikit anda menggunakan
kepercayaan anda cuma untuk kegiatan sosial, untuk pengabdian sosial,
bukan untuk teror.



>
>   DS: 
>   Anda sangat salah, agama Islam dan Hindu mendapatkan legitimasi
dari umatnya masing2x.  
>   Anda benar, alam semesta ini tercipta  dengan berbagai proses yg 
komplex dlm ribuan tahun, tapi apakah proses itu berjalan sendiri 
hingga kini ?


Benar, namun itu yang jadi masalah, masing2 memiliki legitimasi
sendiri2 untuk saling berperang.  Dan teror2 islam juga merupakan
legitimasi.  Oleh karena itu kita jangan ngomongin legitimasi yang
seperti itu tapi legitimasi badan ilmu pengetahuan yang pasti bisa
mempertanggung jawabkan legitimasi yang dimilikinya untuk berpihak
kepada kebenaran yang bebas dari keberpihakan kepada kepercayaan. 
Lembaga Science memberikan legitimasi atas dasar kemanusiaan yang
tidak membedakan agamanya.  Semua produk science dan teknologi memang
untuk semua umat manusia tanpa membedakan agamanya.  Kalo ada pabrik
mobil yang jual mobil cuma untuk orang Kristen dan orang Islam
dilarang membelinya karena mobil itu diciptakan Yesus.....maka
legitimasi begini bukan yang kita bicarakan dan tak perlu dibicarakan.





>   Apakah anda mau mengatakan bahwa alam semesta ini terjadi begitu
saja  tanpa sengaja ? Bila anda mengatakan alam semesta terjadi begitu
saja  tanpa sengaja, sama seperti  mengatakan bahwa komponen2x pesawat
 yg belum terpasang dalam gudang akan terpasang dengan sendirinya
tanpa  pelakunya sehingga menjadi jet tempur...ha..ha..ha..
>   Apakah ketika anda melihat mobil berseliweran dijalan lalu anda 
mengatakan bahwa mobil itu terjadi dengan sendirinya tanpa pelaku   yg
memproses ?...wak..kak..kak....sampai disini logika anda masih 
nyampai gak ?
>   


Udah saya bilang, bagaimanapun proses terjadinya alam semesta ini,
adalah masalah lain, masalah yang utama itu adalah bahwa saya
menyatakan tidak ada Tuhan dan tidak ada Allah. Keberadaan alam
semesta ini sama sekali tidak membuktikan adanya Tuhan atau Allah. 
Itulah pokoknya.  Kalo anda mau mendiskusikan masalah proses
terjadinya alam semesta ini, tentu bisa saja, tapi itu ada study-nya
sendiri, dan kalo anda tertarik tinggal daftar saja sekolahnya.

Janganlah memaksakan kepercayaan yang tidak bisa dipertanggung
jawabkan, jelas2 sudah saya katakan bahwa Tuhan dan Allah itu secara
eksak bisa dibuktikan tidak ada.  Bukan berarti anda harus berkilah
terjadinya alam semesta ini sebagai bukti adanya Tuhan dan Allah.

Adanya alam semesta ini jangan dikatikan dengan adanya Tuhan dan
Allah, karena itu hanyalah cara2 agama untuk menipu umatnya yang kita
bisa buktikan tidak benar.

Sekali lagi jangan belok kearah ajaran agama, saya tak akan
mendiskusikannya.  Justru diskusi ini mempermasalahkan kepercayaan
agama Islam yang menghasilkan perbuatan2 umat yang biadab dimana
terkait ayat2 yang tertulis dalam Alquran.





>   
>   >DS :
>   >   Di Alquran di ajarkan cara untuk mengenal pencipta, ini yg tidak
>   diajarkan di kitab suci anda TIPITAKA, yg ketika di tanya siapa
>   penciptanya saja Si Buddha tidak tahu jawabannya. 
>   >    
>   


Itulah kepercayaan, siapa bilang tidak ada dalam kitab suci agama
Hindu????  Apakah anda belajar agama Hindu ?????  semua agama punya
alasan2 kepercayaannya sendiri, namun tak ada yang bisa diterima pakai
akal maupun logika, jadi kalo umat Islam cuma percaya AlQuran, Hindu
cuma percaya Tripitaka, dan Kristen percaya Bible, etc, etc, dan
masalah itu kaitan nya adalah kepercayaan dan kepercayaan itu angan2,
sehingga saya engga bisa mendiskusikan angan2nya, namun logikannya.





>   DS :
>   Lalu kita percaya kepada siapa ? Apakah menurut anda agama Buddha
 paling rasional ? Tunjukan ke-rasionalannya bila itu pendapat anda.
>   Disini saya mau coba berdiskusi dengan anda secara rasional dan 
realitas. Jadi silahkan tunjukan agama mana yg paling rasional menurut
 anda. 
>  


Sekali lagi, anda bebas mau percaya siapapun juga sama sekali enggak
ada masalah.  Yang saya bicarakan disini adalah kesadaran setiap umat
beragama bahwa ajaran agamanya itu kepercayaan, dan kepercayaan itu
angan2.  Setelah itu, anda akan menyadari, bahwa agama mempunyai
tempat tertentu dalam membahagiakan manusia bukan mencelakakan
manusia, dari pemahaman inilah anda akan menyadari bahwa ayat2 biadab
yang tertulis dalam kitab suci manapun tidak bisa diamalkan sehingga
anda tak terjerumus dalam perbuatan2 seperti terorist.

Itulah sebabnya, saya juga menulis, bahwa gunakanlah agama
kepercayaanmu untuk menghibur dirimu dan membahagiakan orang2
disekelilingmu seperti anda menggunakan video tape anda untuk
menghibur diri anda dan membahagiakan yang lainnya untuk anda ajak
nonton bersama.  Disinilah pemahaman bahwa agama merupakan hal yang
sangat pribadi yang akan mencegah anda untuk melakukan perbuatan2
terkutuk yang diwajibkan agama.

Sejak pertama saya sudah tegas menulis bahwa saya bukan atheist, saya
bukan anti agama, saya beragama, saya juga tak percaya agama.  Itulah
sebabnya kenapa saya menerangkan kenapa sebagai orang beragama saya
tidak percaya agama.  Banyak yang menganggap kacau balau, padahal saya
bilang bahwea kepercayaan itu ada sikonnya, ada timingnya, karena pada
dasarnya kepercayaan itu bukan logika, bukan akal melainkan
kepercayaan, dan kepercayaan itu angan2.  Sama sekali bukan
menyepelekan angan2 karena angan2 itu bisa membahagiakan dan bisa
mencelakakan tergantung kemana anda mau arahkan angan2 anda itu.  Kalo
anda menyadari hal ini, tentu anda selamat dan negara bisa maju, namun
kalo tetap berkukuh kepada kepercayaan2 yang jelas2 biadab dan
mencelakanan, anda tahu sendiri nasibnya.  Saya beragama, maka saya
tahu apa yang saya tulis dan saya juga tahu apa yang kebanyakan
dipercaya orang2.  Orang yang tidak beragama tidak bisa menulis
seperti apa yang saya tulis, dan mereka juga tidak bisa menerangkan
kenapa orang beragama itu salah meskipun mereka juga sering
menyalahkannya.  Saya tidak menyalahkan umat beragama, namun memang
saya mengakui banyak kesalahan2 dalam ajaran agama yang mengakibatkan
umatnya juga berbuat salah.  Menjadi masalah besar dikalangan umat
beragama, kalo agamaku terbutk salah, apakah aku harus tidak beragama,
apakah aku harus jadi atheist, jababnya jelas "tidak".  Itulah
sebabnya aku menekankan bahwa kepercayaan itu adalah "angan2", dan
angan2 itu bukan hal yang sepele karena semua juga berasal atau
dimulai dari angan2.  Namun dengan kategori angan2 ini paling tidak
setiap umat beragama akan menyadari dimana dia harus bergerak, dimana
mereka harus mengabdi, dan mana yang membawa malapetaka kemanusiaan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 


Kirim email ke