Githu shaja khok rhepot...kata Mbah Dur..he..he.. Udah kerja enak-enak, di perusahaan Bank yang enak, karna udah enak, coba-coba mikir yang agak susah, seperti kedatangan Bush, berpolemik dan lain-lain..
ada pertanyaan dari gue :Sudahkah Anda berbuat baik (kasih) hari ini? Gitu aja kok repot... --- In [email protected], nicholas dwi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Maaf sebagai orang awam, saya tidak tahu tulisan ini memuji atau menyindir. > Saya cuman mau kasih komentar soal para investor yang menanamkan modal di Indonesia, entah itu freeport, exxon dll. > Saya memang menyayangkan kenapa sebagian kecil saja yang didapat negara kita dari sebegitu bsar keuntungan yang ada. > Tapi saya pikir bukan salah para investor itu kalo mereka mendapat keuntungan besar, bukankah sudah menjadi prinsip ekonomi untuk membeli yang semurah mungkin dan menjual yang semahal mungkin (modal kecil, untung gede), kesalahan itu terjadi pada para pemimpin kita yang punya wewenang mengambil keputusan. > Sama seperti kita kalo nggak mampu mengolah tanah kita lalu kita suruh orang lain yang menggarap, kalo kemudian orang yang kita suruh itu minta pembagian yang lebih besar, ya pinter-pinter kitalah untuk nego, sekalipun kita ada dibawah tekanan. Toh itu tanah kita sendiri ya to? > > Salam Damai, mohon petunjuk kalo ada yang salah (maklum orang awam) > > > syamsi kusyanti <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Lega, Tuan 'Kebon' Puas! > > > "LEGA aku, tuanku puas melihat kebon-nya!" ujar Temin. > > "Jelas, menjelang kedatangannya usahamu keras untuk membuatnya puas!" sambut Temon. "Majikan mana tak puas punya tukang kebon tahu apa maunya!" > > "Jadi wajar kan, kalau penguasa negeri kita berusaha menyambut sebaik-baiknya kedatangan Presiden Bush?" tegas Temin. "Apalagi ladang Bush di negeri kita amat penting bagi kemajuan bangsa!" > > "Jelas! Tanpa dukungan ladang Bush yang menguasai 70 persen eksplorasi migas negeri kita, tak terbayang bagaimana gerak ekonomi negeri kita!" timpal Temon. "Penanaman modal mereka di sini tak kepalang, di Blok D-Alpha Natuna, saham ExxonMobil mutlak 100 persen, tanpa ada modal pemerintah kita!" > > "Juga di pertambangan emas dan tembaga, seperti New Mont dan Freeport!" sambut Temin. "Di Freeport, misalnya, saham pemerintah kita cuma 9,36 persen!" > > "Kalau Freeport dan New Mont ikut dihitung, total penguasaan asing atas pertambangan nasional kita 92 persen!" tegas Temon. "Maka itu, kedatangan tuan majikan harus dibuat puas, agar menambah investasinya di sini!" > > "Seperti kedatangan Tuan Kebonku untuk memastikan pemilikan mutlaknya atas kebon ini baik-baik saja, Bush juga datang untuk memastikan liberalisasi ekonomi yang menjamin pemilikan asing secara mutlak, aman di sini!" tukas Temin. "Apalagi di sini masih banyak BUMN, dalam liberalisasi harus diprivatisasi, saham pemerintah dijual dengan akuisisi--penjualan mayoritas sahamnya!" > > "Dan Bush, memberlakukan koersi ekonomi lewat liberalisasinya itu setara dengan koersi militer!" sambut Temon. "Maka, kepuasan yang diperoleh dari kunjungannya dapat diperkirakankan, berkat penguasa negeri yang dikunjungi benar-benar dapat dipercaya akan melayani lebih baik para pemodal dari negerinya memperluas investasi di sini!" > > "Berarti investor bakal ramai!" timpal Temin. > > "Tapi bisa jadi simalakama bagi penguasa kita!" tegas Temon. "Karena harus selalu memprioritaskan pelayanan terhadap investor, hingga pelayanan kepada rakyatnya malah terpaksa dikesampingkan! " > > "Apa harus antagonis begitu?" kejar Temin. > > "Kalau model pelayanan investor seperti pada ExxonMobil dengan saham 100 persen itu, tanpa sepermil pun saham pemerintah?" tukas Temon. "Bukan saja pelayanan kepada rakyat dikesampingkan, malah, kepentingan rakyat dikorbankan! " > > "Bukti siap mengorbankan apa saja tampak pada pembabatan Kebun Raya Bogor untuk landasan heli Bush!" timpal Temin. "Padahal heli Bush tak jadi mendarat di situ karena tak muat untuk mendarat bersama empat heli pengawalnya! " > > "Kalau heli Bush akhirnya mendarat di GOR Pajajaran karena agar sekaligus bisa melihat pabrik Good Year--milik Amerika Serikat--yang terletak dekat situ! Betapa Bush tak puas, salah satu ladangnya bahkan dekat Istana Bogor! Good bye, Mister Bush!" ** > > -- > > Best Regards, > > > Syamsi Kusyanti, > > Consumer Loan Group > PT. Bank Mandiri, tbk > Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 36-38 > Jakarta 12190 > > my profile : > http://syamsikusyanti.multiply.com/journal > http://www.friendster.com/syamsiku > > > > > --------------------------------- > Sekarang dengan penyimpanan 1GB > http://id.mail.yahoo.com/ >

