"Dari peristiwa kejadian ini - maka ada kekuatiran pada diri saya - dan hal ini 
wajar bukan? Kalau saya tiba-tiba sakit - sakit keras - lalu siapa yang akan 
menolong dan mengetahui bahwa saya sedang sakit bahkan sekarat misalnya? Saya 
hanya sendirian - dan mana ada orang yang mau memperhatikan atau mau menemani! 
Maka apa yang saya harus lakukan? Tak tahu saya! Karena semua alasan itu - saya 
sudah menyiapkan agar pintu rumah saya tidak terkunci dari dalam. Artinya 
seandainya ada kunci rumah yang lain - dan memang ada - lalu bisa dibuka dari 
luar. Karena ada pintu yang dari dalam bisa dikunci lagi dengan cantolan yang 
memang ada di situ. Nah, kaitan atau cantolan itu tidak saya kaitkan atau 
cantolkan ke bagian pintu dalamnya. Sehingga apabila ada orang mau masuk - bisa 
tanpa mendobrak atau merusak pintu luar. Jadi saya bermaksud - jangan sampai 
banyak menyusahkan orang. Buatlah dan berusahalah mempermudah orang lain dalam 
mengurus kita - itulah pendapat dan usaha yang sudah
 saya lakukan sementara ini."
   
  Paris,- 10 November 05,-
  Sobron Aidit 

Diatas adalah tulisan Sobron Aidit yang dikutip dari tulisannya "Obrolan Malam 
(Beban Pikiran Orang Tua - lanjutan - habis). Selengkapnya tulisan tersebut 
dapat dibaca melalui link berikut:
  http://groups.yahoo.com/group/aksarasastra/message/2458
  http://groups.yahoo.com/group/aksarasastra/message/2460
   
  Ada kecemasan sejak dulu dalam diri Sobron kalau saja nanti meninggal di 
apartemen lalu bagaimana? hal ini sangat dipahami karena selama ini Sobron 
Aidit tinggal sendirian saja.
  Bagaimana kecemasan itu diatasi, Sobron pun menuliskan:
  "Semoga tidak jadi beban berat benar. Semoga Tuhan ada cara lain buat 
menghapuskan beban pikiran saya ini - dan saya percayakan kepadaNYA,-

  Mungkin karena kepasrahan dan kepercayaannya sehingga apa yang di khawatirkan 
itu tidak terjadi. Sobron meninggal dengan tenang di Rumah Sakit dan dapat 
dengan segera dapat diketahui banyak orang - sangat banyak orang.
   
  Ada ungkapan yang pernah saya dengar bahwa guru yang baik adalah orang yang 
mengajar tapi guru yang paling baik adalah orang yang menginspirasi. Kepergian 
Sobron Aidit  sebagai penulis yang tekun luar biasa membawa kesedihan banyak 
orang - yang pernah disapanya, disinggahi dan akrab dengannya.
   
  Ketekunannya itu sangat mengagumkan mengingat usianya sudah berkepala 7, 
ketika di Jakarta hampir setiap hari pasti akan ke warnet untuk menulis padahal 
langkah nya sudah pendek-pendek dan kakinya sakit jika ditekuk. Perjalanan dari 
rumah Bunda Asmaralda (tempat dimana Sobron menginap jika datang ke Indonesia) 
menuju ke angkutan umum lumayan jauh. Waktu itu bulan Februari 2006 dan musim 
hujan, pagi-pagi sekali sekitar jam 7 Sobron sudah berangkat ke warnet dengan 
tas putih tipis dikalungkan ke leher sambil membawa payung sementara Bunda 
Asmaralda menyiapkan sarapan biasanya roti dan teh panas. Lalu itu bu Nung akan 
datang menjemput di siang harinya, bu Nung adalah mantan kekasih Sobron semasa 
muda - ketika mereka bertemu di pameran buku dulunya bersama Pramoedya Ananta 
Toer dan Mimi. Pramoedya Ananta Toer dan Mimi lalu menikah sedangkan bu Nung 
dan Sobron terpisah karena peristiwa 1965. Bu Nung banyak membantu transportasi 
jika Sobron Aidit datang ke Jakarta, kemana-mana
 akan selalu diantarnya padahal usianya sudah cukup tua. Luar biasa dan sangat 
mengherankan saya melihatnya. Jika dalam perjalanan hendak ke suatu tempat, ada 
saja yang lucu karena Sobron kerap "memarahi" Bu Nung karena salah mengatakan 
sesuatu istilah atau sesuatu hal. "Ahh..hati-hati kalau ngomong kamu itu 
Nung...", dan bu Nung akan tertawa seolah meng-iyakan dan bunda Asmaralda akan 
membela. Tentu semua itu sekedar bercanda saja, saya pun sempat tak luput dari 
"ejekan", kata Sobron : "Nah, Jen liburanmu kali ini kau habiskan dengan dua 
janda dan satu duda!"
  (maksudnya dua janda adalah bunda Asmaralda dan bu Nung, satu duda adalah 
Sobron Aidit sendiri)
  Lalu semuanya jadi tertawa.
   
  Jika ke warnet Sobron harus naik angkutan umum sebanyak dua kali - pulang 
pergi jadi empat kali dan kerap duduk di pinggir pintu atau di depan - dekat 
supir. Karena kakinya sakit jika ditekuk. Meski hujan, Sobron akan tetap pergi 
juga melewati jalan panjang, sepi dan becek - berjalan pendek-pendek tapi 
cepat. Dan jika ada jalan yang licin akan selalu mengingatkan, "awas..." - 
padahal yang muda lah yang seharusnya mengingatkan.
   
  Begitulah Sobron memiliki kenangan dengan banyak orang, seperti bapak dan 
kakek banyak orang.
   
  Sempat pula Sobron dulu menyampaikan untuk menyimpan e-mail pribadinya di 
satu yahoogroups lettresdenousdeux. Entah untuk apa, tapi saya simpan saja 
sampai e-mail yang terakhir.
  Dan saya baru menyadari ada suatu kebetulan ketika dari semua e-mail yang 
saya simpan, didahului dengan tema kematian melalui tulisan "Obrolan Malam 
(Beban Pikiran Orang Tua - lanjutan - habis)."
   
  From: "Jeni Sudarwati" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Sobron Aidit" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE:OBROLAN MALAM (Beban Pikiran Orang tua - habis)
Date: Thu, 10 Nov 2005 17:55:47 -0000

Saya tidak pernah membaca secara langsung beban pikiran semacam yang
anda tuliskan kecuali dari anda untuk yang pertama kali, ketika
membaca tulisan anda tentang kematian yang seperti selalu mengikuti
membuat saya teringat tentang cita-cita mati muda.

Tentang OBROLAN MALAM (Beban Pikiran Orang Tua), boleh saya panggil
anda 'kek'? :)

Kembali ke Obrolan anda yang masuk menjadi beban pikiran. Saya kira
banyak mata yang membaca tulisan anda di milis yang memang tidak
menemani anda secara fisik tetapi  mereka mengamati dan membaca jadi
saya kira sukma anda tidak sendirian. Saya akan terus membaca tulisan
anda di milis kalau anda mau?
Sampai anda tidak menulis lagi?! atau mungkin justru saya yang tidak
me- reply lagi....
Who knows? umur muda (saya sekarang 19 tahun) bukan berarti jaminan
untuk tidak mati duluan bukan?
Hidup anda bukan berarti fisik anda seutuhnya.

Have a dream, I shall continue to work for that dream as long as life
it self, if necessary I shall even die for that dream. (Dr.Marthin
Luther King sebelum ditembak mati). Kita bisa meniru semangat hidup
semacam itu walaupun banyak pertanyaan sebagai silent conversation
yang menjadi dialog batin kita, pertentangan, kesedihan dan kesepian
itu wajar selama saya menganggapnya demikian dan saya harap anda juga
menganggapnya demikian.

Saya sering kali memiliki hati yang maju mundur.
Ghandi pernah menuliskan, "Anda jangan pernah berputus asa terhadap
sifat manusia."

Itulah salah satu hal yang di ungkapkan pada ajaran-ajaran Gandhi
yang dijuluki Mahatma, Mahatma yang berarti 'Jiwa Yang Agung'.
Sehingga lebih dikenal sebagai Mahatma Gandhi daripada nama yang
sebenarnya, Mohandas Karamchand Gandhi.

Gandhi, yang lebih menyukai jika dipanggil Bapu yang berarti bapak.
Tidak di lahirkan sebagai sosok yang hampir sempurna seperti yang
telah kita kenang sekarang sejak peristiwa penembakan terhadap
dirinya tanggal 30 Januari 1948. Justru pada masa mudanya dia
melakukan kesalahan-kesalahan yang membawanya kepada penyesalan yang
membentuk pribadinya di kemudian hari. Gandhi dibunuh oleh seorang
bujangan bernama Nathuram Vinayak Godse setelah melakukan doa
bersama, hal yang terasa aneh adalah ketika si pembunuh mengaku tidak
membunuh Gandhi karena rasa benci personal tapi karena keyakinannya
yang fanatik. Bahkan sebelumnya Nathuram Vinayak Godse sempat ikut
dalam doa bersama yang di lakukan Gandhi.
Sama saja ketika kita dengan mudah mengasihi manusia sebagai massa
tapi tidak sebagai individu. Mengapa?
Saya kira hal itu se-cermin ketika kita sewot saat kepentingan kita
di recokin orang lain.

Impian Gandhi tentang India yang bersatu telah kandas. India Merdeka
tapi tidak seutuhnya, karena Pakistan pun lahir pada saat yang sama
sebagai "India yang terpisah" sampai sekarang

Saya kira Mahatma Gandhi meninggal dengan kesedihan yang belum
terselesaikan, lagi pula kebanyakan 'sosok tragic history' sering
berakhir seperti ini. Kalau kita baca sejarah maka bisa secara naif
menafsirkan seperti itu; Soekarno meninggal di pengasingan, Mas Marco
Kartodikromo (perintis kemerdekaan) meninggal di tanah pembuangan
Boven Digoel bahkan Munir pun meninggal karena di racun. Kemudian
secara serampangan pada akhirnya saya bisa berkata:
"Apakah mati muda itu memang suatu kebaikan?"

Karena saya tidak punya tempat bertanya maka saya tanya lewat buku
saja dan yang saya temukan sebaris kata-kata seperti ini...
"Akhirnya, usia tualah yang memegang kata akhir : Pandangan tentang
kehidupan yang murni bersifat naturalistik, betapa-pun antusias pada
awalnya, pasti akan berakhir dalam kesedihan."

Kalau memang begitu adanya pada akhirnya nanti dan "rahasia alam" itu
telah kita ketahui bersama berarti keputusan pun ada di tangan kita
dengan cara berusaha bahagia dari saat ke saat atau sedikit
menyangkal, "ah, omong kosong!"

Bagi saya anda telah menyelam ke konvensionalitas yang tenang sampai
pada tataran melankolis, saya yang belum seumur anda pastilah tidak
tahu apa-apa.
Saya harap anda terus menulis atau bahkan me-reply...seperti yang
saya katakan diatas.
"Sampai anda tidak menulis lagi?! atau mungkin justru saya yang tidak
me- reply lagi...."
Karena saya bisa merasakan kebahagiaan dengan penyangkalan dari saat
ke saat sebagaimana hidup dari saat ke saat.
Bagaimana dengan anda?

Jeni Sudarwati
http://groups.yahoo.com/group/jenisudarwati
   
  Dan di balas dengan :
   
  In-Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]
From: "Sobron Aidit" [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE:OBROLAN MALAM (Beban Pikiran Orang tua - habis)
Date: Fri, 11 Nov 2005 19:49:08 +0000         
Jeni Sudarwati yang baik,-    sangat terimakasih atas surat-emailnya. Tulisan 
Anda sangat baik - bagus dan  sangat menarik. Anda pandai menguraikan 
memaparkan pikiran secara  transparan. Dan saya suka membaca tulisan Anda. Anda 
masih begitu muda  tetapi sudah begitu banyak yang Anda ketahui tentang banyak 
perkara,-    Kalau sempat dan ada waktu - seringlah menulis kepada saya - saya 
sangat  suka membaca saurat maupun tulisan Anda,-    Salam hangat dam akrab,-   
 sobron,-    Amsterdam,- 11 November 05,-    

   
   
   

 
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

Kirim email ke