++ Abu Indonebia, ini saatnya yang tepat untuk jadi terkenal bung! 
Mumpung BBC mau wawancara nich. Daripada ente hanya wara-wiri di 
milis dalam negeri, nama ente nanti jadi melambung ke mancanegara 
setelah diwawancara ama BBC. 

Atau Abu Indonebia hanya macan milis saja nih? hihihi
di milis macan, prakteknya kucin?? ah masa sih... buktikan dong!

Abu Brewok

--- In [email protected], indonebia indonebia 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr wb,
>    
>   Pada suatu hari di siang bolong, ana dapat email dari seorang 
reporter BBC. Setelah ana baca dengan seksama dalam tempo sesingkat-
singkatnya, rupanya ia ingin  mewawancarai ana sebagai narasumber 
bertopik penegakan Syariat Islam di Indonesia. Yang ana herankan, 
dari mana  BBC tahu bahwa ana adalah seorang pakar tentang Arabisasi 
di negeri ini? Padahal ana cuma lulusan Madrasah Ibtidaiyah sahaja. 
Ana memang pernah ke Mesir beberapa tahun lamanya, namun ana disana 
bukannya mencari ilmu agama, tapi bekerja di sebuah toko kurma dan 
aneka oleh-oleh khas padang pasir. 
>    
>   Setelah ana tanya kanan kiri ke sohib-sohib ana yang  tersebar 
dimana-mana, kita sepakat untuk menolak wawancara tersebut. 
Pasalnya, BBC adalah media kafir. Keberadaan BBC terkait erat dengan 
pemerintah Inggris yang kini menjajah Irak bersama negeri jahanam 
Amerikun Kafirun. Jadi BBC pasti corongnya kapitalis neoliberalis.
>    
>   Siapa tahu reporter BBC itu ternyata antek Barat? Ogah ah. Nanti 
ana kena ciduk, bisa berabe.
>    
>    
>   Wassalamu'alaikum wr wb
>    
>    
>   INDONEBIA
>   hanya mau diwawancara harian Republika, Radio Dakta, Radio RAS 
FM, Sabili, harian Pelita, Hidayatullah dan eramuslim.com sahaja
>    


Kirim email ke