Pandanglah Kayu Salib, Tanda Yang Agung

Jumat Agung, ketika aku berkontemplasi dibawah kaki Yesus yang tersalib, hatiku 
rasanya tersayat-sayat, sedih dan pilu. Aku juga melihat Bunda Maria 
disampingku, ia bahkan jauh lebih sedih daripadaku bahkan sampai jatuh pingsan, 
demikian juga Yohanes, ia meratap sambil memanggil-manggil nama Tuhan tiada 
hentinya, sungguh......sungguh sangat sedih,  tak  dapat dilukiskan dengan 
kata-kata.

Yesus disalib dan digantung, Ia terentang antara langit dan bumi. 
Apa salah-Nya, sehingga Ia disalib dan digantung ?

Yesus telah mengalami penderitaan dan kelelahan, disiksa, dipukul, dicambuk, 
ditendang, dicerca, diludahi, dicemooh, dianiaya dengan keji, sungguh kejam dan 
biadab, semua beban berat ini Yesus jalankan untuk menebus dosa-dosa kita, 
untuk membawa kerajaan dunia ini kedalam kerajaan Allah, kerajaan sorga yang 
kekal abadi, supaya disana tiada lagi penderitaan.

Sungguh mulia dan agung kasih-Mu Tuhan...........................
Dalam kontemplasiku, tanpa terasa airmataku telah mengalir tiada henti-hentinya

Aku terisak-isak dan makin menjadi-jadi ketika ketika merenungkan, bahwa aku 
sering menyakiti hati Yesus, tapi Yesus masih mau mengampuni aku..........
Oh Tuhan, Sungguh besar 
kasih-Mu..............................................................

Aku memandang-Nya dan bertanya kepada-Nya : "Tuhan, seberapa besar kasih-Mu 
kepada kami yang penuh dosa-dosa ini ?"

Aku melihat jawaban-Nya dalam bahasa isyarat, Sebesar inilah kasih-Ku, 
"Dia merentangkan kedua belah tangan-Nya........dan kemudian meninggal dunia"

Aku masih tersimpuh di kaki-Nya dan berdoa : "Ya Tuhanku dan Penyelamatku"
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

Kirim email ke