PENDEKATAN UNITY VS. PENDEKATAN DUALITY
Dear Friends, Maybe ada yang bertanya-tanya juga setelah Mata Ketiga itu apa, yang akan saya jawab bahwa setelah Mata Ketiga is Mata Keempat, Mata Kelima, dst sampai Mata Ke-takterhingga. Kalau matanya sudah tak terhingga berarti sudah sampe ke Final Destination which will NEVER sampe2 karena kita MEMANG gak pernah meninggalkan the starting place which is also the finished line. Gak pernah misah, jadi gimana mau nyampe, hmmm hmmm hmmm... So, kita melihat dari ARAH SINI ke suatu TITIK disana. On the other hand, yang disana itu juga melihat ke suatu TITIK disini which is diri kita disini ini. Kita melihat itu, dan kita sebut itu "Tuhan". Tuhan melihat kita, dan disebutnya "Dirinya". One body, one spirit, gak pernah misah dari dulu, sekarang, dan sampai kapanpun. Lalu di DUNIA ini apa, that's the question kan ? Well, di dunia ini kan cuma becanda doang. COSMIC DRAMA. So, God HIMSELF itu gak bisa experience dirinya sendiri karena cuma satu, maka diciptakanlah other gods. Pertama kali cuma ada HIMSELF, GOD yang pertama. Lalu diciptakanlah HERSELF dari dirinya sendiri juga. Nah, HERSELF it GOD yang kedua. Karena sekarang sudah ada HIMSELF dan HERSELF, maka mudahlah berkembang-biak, dan jadilah THEMSELVES. Kita itu semuanya THEMSELVES. Nah, karena sekarang sudah ada banyak, maka GOD yang pertama, si HIMSELF itu bisa ENJOY. Enjoy apa ? Ya enjoy dirinya sendiri, wong semuanya dari dia kok. Jadi, seperti ada multiplikasi. Dan multiplikasi itu dari dirinya sendiri. Seperti MEMBELAH DIRI. Yang jadi masalah, THEMSELVES itu mengira dirinya itu terpisah dan mencari-cari segala daya dan upaya (teknik2) untuk kembali ke HERSELF, dan akhirnya ke HIMSELF sebagai the original source. Pedahal GAK PERNAH MISAH. Selalu satu, always ONE even from the begining. Nah, cara pandang yang seperti itu bisa dibilang pendekatan "Unity". Jadi, seperti Swami Vivekananda dan para mistikus itu, semuanya selalu bisa merasakan unity, dan pendekatannya itu IMAN. I know that I know that we are always one, gak pernah misah. Tetapi, pendekatan "Unity" itu terlalu berat bagi kebanyakan orang, maka agama2/tarekat2/aliran2 itu menggunakan pendekatan "Duality". Jadi diajarkanlah tentang ada yang baik dan ada yang jahat. Ada Yin, dan ada Yang. Ada Maskulin, dan ada Feminin. Di dalam setiap hal yang "kiri" selalu ada benih untuk hal yang "kanan". Di dalam setiap kebaikan selalu ada benih dari kejahatan, dan di dalam setiap kejahatan selalu ada benih dari kebaikan. Melalui pendekatan "Duality" itu akhirnya kebanyakan manusia itu akan BELAJAR. Belajar untuk memahami bahwa kalau mau bergerak, ya harus menggunakan pendekatan DUALITAS. Karena ada "kejahatan", maka saya harus bertindak agar "kebaikan" itu bertambah. Karena saya merasa "maskulin", maka saya harus cari yang "feminin" supaya bisa bikin anak sehingga memiliki keturunan, and so on and so forth. Tetapi, ketika segalanya telah dijalani (yang oleh orang2 Hindu/Buddha disebut sebagai Jalan Dharma/Bhakti Yoga), ketika telah pula IKHLAS dan PASRAH (menerima konsekwensi dari jalan "Duality" yang sering pula disebut sebagai Karma), maka akhirnya akan sampai pula pada satu TITIK dimana mau gak mau jalan "Unity" itu harus diambil juga. Kalau kita sudah siap, kita harus melakukan LOMPATAN KUANTUM dan mengambil Jalan "Unity". Kalau kita memakai Pendekatan "Unity" artinya kita menjadi diri sendiri saja, jalan saja. Gak perduli ada yang bilang itu "kiri" atau "kanan", kita akan jalan saja. We know that we know that we have never been apart. Ini kan COSMIC DRAMA saja. Maksudnya agar THE ONE itu bisa enjoy dirinya sendiri. Dan kita bagian dari THE ONE. Selalu begitu, worlds without end. (Leo) +++++++++++++ SEMUANYA MULAI DARI GAK PEDE C = Clara L = Leo C = Leo, r u there ? L = Ya, baru online ini. C = Akhirnya ketemu juga. L = Hmmm hmmm hmmm... tulis aja di milis SI, sharing apa saja. Sharing pengalaman bertaon-taon bantuin orang laen, hmmm hmmm hmmm... C = Ga pede lagi Leo, rasanya kalau baca milis senang juga banyak yg punya pengalaman sama. Dan ternyata aku bukan seorang yg "aneh". L = Well, semuanya mulai dari gak PEDE. Aku ini juga begitu, tapi akhirnya ngumpul juga begitu banyak. Almost 650 orang sekarang tumplek di milis SI. Lintas agama. Kita ini gak perduli agama orang, sama kayak Tuhan yang JUGA gak perduli agama orang. Sharing aja, tulis aja. You are MORE SENIOR than I am. Tulis apa aja, hmmm hmmm hmmm... Di milis SI itu juga banyak yang Katolik. Tapi kita gak perduli background orang, we KNOW that semua orang itu sama. Semua memang memiliki PENGALAMAN BATIN (Spiritual). Semuanya itu memang ORANG2 ANEH, hmmm hmmm hmmm... Ada juga yang mantan broeder. Tapi sekarang ya biasa2 aja, kayak kita2 begini, dan enjoy2 aja tanpa merasa harus ikut begini atau begitu. That's spirituality in a nutshell. Menjadi diri sendiri aja. You are yourself, I know you are yourself, even DARI DULU. You are different, I KNOW that you are different, even dari dulu. Nah, itu kan yang bisa di-sharing. Sharing aja. Kita ini paling suka baca2 sharing pengalaman pribadi ASLI yang gak dibuat-buat, gitu lho. C = "You are yourself, I know you are yourself, even DARI DULU. You are different, I KNOW that you are different, even dari dulu", aku quote kata2 kamu tuh how do u know that I am different. We never met, that's why I eagerly wished to meet u. Jadi km bisa kasih tahu apa yang harus ku lakukan sekarang ini. Tell me more about me, Leo. L = I only know that you are DIFFERENT than most people. Rasanya seperti berlari-lari, dan mau menjadi diri sendiri. Lalu merasa belum juga bisa menjadi diri sendiri. Tapi, pada pihak lain, inilah yang MAKSIMAL yang bisa dijalani. Ini sudah kompromi. You have already compromised. Itu yang maksimal. So, enjoy aja, be yourself. Gak usah merasa harus ini atau harus itu lagi. Kita di dunia ini MEMANG harus kompromi. And you have compromised to the optimum. That's what I feel about you in a nutshell. C = I got tears in my eyes... I even don't know about myself or what i want in life... coz i can do nothing to help them who in pain or need help, help me to get out from the nutshell. L = You have already done what you can do. What we can't do, we just leave it alone. Kita cuma bisa melakukan apa yang kita bisa lakukan. Yang tidak bisa kita lakukan, kita pasrahkan saja. Itu yang Ibu Theresa dari Calcutta lakukan. She DID what she could do. Yang dia tidak bisa lakukan, dia pasrahkan. You know what Mother Theresa DID all the time ? Menguburkan orang2 miskin itu. Yang dia bisa lakukan cuma menguburkan orang2 itu. Memandikan mayat2 orang miskin di Calcutta, sehingga mereka bisa MATI DENGAN LAYAK SEBAGAI MANUSIA. She could only do that, and she just DID that. Apakah Mother Theresa bisa memberi makan jutaan orang yang kelaparan di India ? Tidak bisa, dan dia terima itu. Tapi dia melakukan apa yang bisa dia lakukan which is membantu SEBAGIAN dari orang2 itu yang datang ke biaranya. Just that. Dan aku gak pernah tahu kalau Mother Theresa pernah complained tentang ketidak- adilan. Gak pernah, she only DID what she could do. Itu yang namanya "Berkat". Menerima apapun sebagai berkat... Segalanya adalah berkat. Kalau kita MAMPU membantu itu berkat. Kalau kita TIDAK MAMPU membantu, itu juga berkat. To accept everything as "Berkat". C = I never heard about that kind of thing in my life... sesekali aku mimpi juga bisa mengerti apa yg sesungguhnya dibutuhkan oleh org yg datang curhat... ya sudahlah kalau memang aku seperti org biasa yg ngga bisa apa2, semua kan "berkat" juga... Jadi aku ini elemennya apa, air atau tanah ? L = Banyakan apinya itu lho. Air juga, tanah juga, udara juga, tapi banyakan apinya itu lho. Impulsif lho Gak sabaran lho. Itu Api, elemen Tindakan. C = Harusnya bisa dibuat semuanya balance ya, kan jadi hidup seimbang... Iya juga sih mau chat sama kamu aja beneran ga sabar. L = You are mostly Elemen Api. Action oriented. C = Kecepetan action jadi suka salah ya ? Atau kalau org curhat bertele-tele bisa ngga sabar tuh dengerinnya jadi langsung aja deh nyeplos, maksudnya gini kan jadi maunya gini kan.. bla bla bla L = Lha, orang api memang seperti itu. Bertindak dulu, mikir belakangan. Always like that. C = Mau ganti bisa ga ? L = Kita belajar, perlahan-lahan belajar. Jalanin aja, kita semua berubah, sedikit demi sedikit. Gak usah dipaksain berubah. Kalo dipaksain malah jadi kesel sendiri. C = Kalau ngga menggebu2 gitu bukannya tergantung suasana hati ? Kalau hati lagi adem ya rasanya cuek aja deh... eh kebanyakan cueknya kata orang2. Maunya masa bodo aja deh yg lain mo bilang apa juga, dapat deh cap baru org paling cuek. L = Mendingan GAK USAH mikirin orang laen bilang apa. Mendingan BE YOURSELF aja. Biarin aja orang ngomong apaan kek, kan memang ada mulutnya. Yang penting, be yourself, enjoy yourself. +++++++++++++ PENGLIHATAN DALAM MEDITASI Mas Leo, saya kemarin meditasi malam jam 11.00 wita, di pertengahan meditasi, saya melihat ribuan orang dengan berbagai jenis kelamin datang dari depan saya dan berbaris rapi di sebelah kiri saya, seperti mau adakan upacara bendera, satupun saya tidak tahu sama wujud orang tersebut. Lalu ada 1 orang yg mendekati saya dan berbisik di telinga kanan saya tapi tidak terdengar suara apapun, lalu 1 orang lagi mendekat dan duduk disamping kanan saya, diam tanpa bergerak. Menurut Mas Leo, kira2 apa arti dari kejadian tersebut, makasi atas penjelasannya. (Gede, Bali) +++++++++++++ JAWABAN SAYA: PENYEIMBANGAN TEORI DAN PRAKTEK Dear Mas Gede, Thanks for sharing your experience. Well, menurut aku itu artinya anda sedang dalam PROSES menuju ke keseimbangan yang baru. Mula2 kan datang ribuan orang dan semuanya itu berada di sebelah KIRI anda. Lalu datang satu orang dan duduk di sebelah KANAN anda. Lalu datang satu orang lagi yang juga mengambil tempat di sebelah kanan anda. Menurut perasaan aku, from now on, yang akan datang setelah ini semuanya itu akan mengambil tempat di sebelah kanan untuk MENYEIMBANGKAN yang ribuan di sebelah kiri itu. Jadi, seperti semacam Bhakti Yoga juga. Dalam hal ini, tampaknya seperti telah terjadi penumpukan pengertian2 dan tenaga2 untuk menjalankannya (disimbolkan oleh orang2 di bagian kiri anda itu), dan sekarang anda mulai melakukan penerapan dari pengertian2 yang telah didapat itu (disimbolkan oleh orang2 yang mulai datang dan mengambil tempat di bagian kanan anda). (Leo) +++++++++++++ SHARING TENTANG "PEMBALASAN" Mas Leo, Apakabar ? Saya selalu ikuti email-email Mas Leo serta bergabung di milis-milis dimana Mas Leo juga ikut bergabung. Boleh tanya Mas ? Capek nggak Mas, melihat jauh kedalam diri orang lain terus, ditanya melulu .... Amalnya banyak ya Mas :) Pingin juga, boleh curhat nggak Mas ? Kalau bisa ya di kasih feed back Mas... Begini Mas Leo, saya telah melakukan hal yang jahat, dan sekarang sedang dalam proses menerima balasan atas kejahatan itu, ini saya sudah sadar bertahun-tahun lalu. Saya coba sholat tahajud terus di banyak malam, ingin ikhlas dan siap, tapi kok sekarang saya masih bingung terus bertanya pada diri saya sendiri ... Semua hal pasti ada hikmah dan manfaatnya ... kenapa untuk hal ini saya masih belum bisa lihat ya Mas ? Seperti tidak pernah siap, padahal saya sudah yakin hal ini akan saya hadapi sejak bertahun lalu. Saya penasaran juga sih Mas, apakah saya yang benar-benar melakukan kejahatan itu, atau ada faktor lainnya juga yang ikut menambah parah kejahatan saya itu ? Saya takut ni Mas Leo, tapi entah takut apa... Maaf Mas, merepotkan. (Irna) +++++++++++++ JAWABAN SAYA: CUMA KONSEKWENSI BIASA2 SAJA Dear Mbak Irna, Thanks for sharing with us all, hmmm hmmm hmmm... Well, lucu juga yah. Aku cuma merasa lucu sendiri saja membaca sharingnya itu. Kayaknya seperti ada sesuatu yang dipaksakan gituh. Well, yang terasa dipaksakan itu adalah "pengertian" anda tentang sesuatu yang "salah". Anda terbiasa berpikir bahwa yang anda lakukan itu "salah", tetapi anda juga tidak bisa merasa sreg dengan pemikiran seperti itu. Anda mau bertobat dan menerima konsekwensinya. Tapi kok rasanya hambar saja, hmmm hmmm hmmm... Menurut saya, yang salah adalah pengertian anda bahwa anda telah berbuat "salah" dan sekarang menunggu-nunggu "pembalasan". Pembalasan apaan sih ? Kesalahan apaan sih ? ... Begini lho mbak, kita itu TIDAK berada di ruang vakum. Kalau anda bilang bahwa anda berbuat "kesalahan", maka lingkungan (termasuk orang2) yang ada pada saat itu juga ikut berbuat "kesalahan". Semua itu ada konteksnya. Kalau ada yang salah, maka SEMUANYA SALAH. Anda berbuat salah, maka orang2 yang ada disitu dan memainkan berbagai peran juga ikut bersalah. So, kalau anda sekarang mau tahajud setiap malam dan "bertobat", maka hal itu akan terasa hambar saja karena orang2 lain itu TIDAK melakukan hal yang sama. So,... in the end tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Jadinya IMPAS saja. Itu yang aku lihat. Jadi, benernya BUKAN pembalasan atau something like that, melainkan KONSEKWENSI. Setiap perbuatan itu ada konsekwensinya, dan itu ditanggung apa adanya saja, tanpa harus merasa melakukan dosa yang gimana gituh. (Leo) +++++++++++++ [Leo seorang praktisi Psikologi Transpersonal dan bisa dihubungi di no HP: 0818-183-615. Untuk bergabung dengan Milis Spiritual-Indonesia, please click: <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia/join>. NOTE: Except mine, all names used in the YM / email conversations are PSEUDONYMS.] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

