ANTARA BERBAGI TUHAN DAN BERBAGI PACAR
Dear Friends, Berikut ini tanya jawab di milis SI (http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia> tentang Berbagi Tuhan dan Berbagi Pacar. Semoga bermanfaat bagi rekan2 lainnya. (Leo) +++++++++++++ MAS J MENULIS: BERBAGI TUHAN Kalau ada film 'berbagi suami', ini ujungnya akan jadi film berikunya (yang) adalah 'berbagi Tuhan'. Bagaimana kalau yang Islam menyembah Tuhan orang Katolik atau Orang Katolik nyembah Tuhannya orang Hindu yang Kristen Nyembah Buddha dst. Setiap agama pasti mengatakan bahwa Tuhannya adalah Tunggal - Pencipta alam semesta yang Maha Kuasa dan Maha Adil. Setiap cara penciptaan alam semesta hanya benar apa yang mereka tahu dari Tuhannya. Tuhan mereka punya SURGA dan NERAKA - neraka menurut pemahaman masing2 pemeluk agama dibuat untuk ORANG JAHAT dan.... PEMELUK AGAMA SELAIN MEREKA. Pemahamanku nggak perlu begitu bahwa apa yang setiap pemeluk tahu dari Tuhan masing2 itu benar adanya. Setiap alam semesta memiliki Tuhan yang tunggal menciptakan sesuai dengan karakter Mereka sendiri dan membuat kriteria surga sendiri2. Jadi nggak perlu berebutan Tuhan siapa dan surga yang mana. Masing2 dicipta dengan Tuhan masing2 dan memiliki kriteria surga sendiri2. Pengikut Yesus nggak akan pergi ke surga Tuhannya orang Hindu, Pengikut Maria nggak perlu kawatir dibawa ke surga Sakyamuni Buddha; begitu agama dan aliran2 lain nggak akan tertukar. Seyogyanya setiap pengikut agama atau aliran apapun berlaku baginya apa yang diperintahkan padanya agar masuk kriteria surga masing2 Tuhannya.Itulah fungsinya BAIAT; itulah fungsinya SYAHADAT dsb. Alam semesta ini begitu luas... Maha luas. Buddha, Tao, Dewa, Shen DIATAS MEREKA masih ada banyak lagi yang tidak lagi mengurus manusia TAPI MENGURUS Buddha, Tao, Dewa, Shen di bawah mereka. Begitu seterusnya... sampai dimana? Tentu saja tak ada Fa yang mengatakan ini karena setiap tingkat Buddha, Tao, Dewa, Shen TAK DAPAT melihat tingkat diatasnya sehingga menganggap Merekalah yang TERTINGGI. +++++++++++++ KOMENTAR SAYA: MENDING BERBAGI PACAR Mending BERBAGI PACAR daripada berbagi Tuhan, alasannya: 1. Tuhan GAK bisa dibagi. 2. Pacar BISA dibagi, maksudnya giliran gituh. Aku tuh gak mudheng, asli, gimana caranya berbagi Tuhan. Wong tunggal dan ada dimana-mana kok dibagi, Kalo pacar kan JELAS BISA dibagi, semacam time sharing gituh,... Tuhan itu gak mengenal time sharing karena adanya di dimensi NO TIME (Eternity). Pacar itu bisa dibagi pake time sharing karena adanya di dimensi waktu (ada past, present, future); as well as di dimensi ruang (ada body-nya, ini yang penting kan). The question now is PACAR siapa yang mao dibagi, dan baginya gimana gituh, apa musti openly atau quietly. Musti ada metodenya gituh. Talking about sharing God, aku itu bener2 gak ngerti, apa bisa ? Aku ini mengikuti macam2 ritual dari macam2 agama dan aliran kepercayaan kok rasanya biasa2 saja, GOD yang aku temui itu tetap saja the ONE and the SAME GOD. Waktu aku sembahyang di Pura Besakih di depan tiga PADMASANA yang diperuntukkan untuk Brahma, Wishnu, dan Shiva, rasanya itu SAMA PERSIS seperti ketika berdoa di dalam Gereja Katolik. Waktu aku wiridan pake Al Fatihah, rasanya sama saja seperti berdoa Bapa Kami. Waktu meditasi di vihara, rasanya sama saja seperti ketika meditasi di candi2. No difference at all. Maybe temen2 yang lain punya pengalaman about SHARING GOD. Mungkin ada yang rasanya beda karena aku sendiri merasakan bahwa berdoa dengan CARA berbeda-beda itu nyampe juga ke GOD yang sama. Rasanya juga sama. So, what's the problem ? Kalo berbagi pacar, aku tuh MEMANG belom pernah, so maybe I can do that. Maybe I can't. Gak bisa ngomong karena memang belom pernah dijalanin. (Leo) +++++++++++++ KOMENTAR MAS S: BINGUNG DAN GAK NGERTI Dear All, Aqu juga sempat bingung dan bener2 ngga ngerti.. napa pengalaman mati suri setiap penganut beragama berbeda; apa nirwana dan stasiun menuju surga tu banyak versi.. atau surga itu mang berbeda untuk masing2 penganut agama.... (S) +++++++++++++ KOMENTAR SAYA LAGI: CUMA SIMBOL2 SAJA Jelas beda2 mas, karena yang muncul di KESADARAN (consciousness) manusia itu kan SIMBOL2 saja. Simbol2 itu merupakan BAHASA untuk mengkomunikasikan sesuatu yang berada beyond bahasa. Tanpa adanya simbol2 itu, kesadaran kita tidak bisa menerjemahkan PENGALAMAN BATIN ketika mati suri itu. So, orang yang percaya kepada Buddha akan merasa bertemu dengan Buddha Gautama ketika orang itu mengalami mati suri. Yang percaya kepada Yesus akan merasa bertemu dengan SINAR PUTIH penuh kasih yang dipercayainya sebagai Yesus Kristus. Lalu ada yang bisa bertemu dengan Dewa Ganesha; ini bagi yang percaya pada Ganesha. Lalu ada yang bisa ketemu Eyang Semar; ini bagi yang percaya pada Semar. lalu ada yang bisa ketemu Bunda Maria; ini bagi yang percaya pada Bunda Maria. Tetapi, orang2 itu tidak menyadari, bahwa yang muncul di kesadaran mereka ketika mati suri itu hanyalah SIMBOL2 belaka untuk mengkomunikasikan sesuatu yang adanya di balik simbol2 itu. Sesuatu itu adalah yang hakiki (essensial). Bisa dibilang "God". Tetapi God (Allah) itu juga tidak jelas seperti apa. Untuk mendeskripsikannya kita masih memerlukan BAHASA. Nah, simbol2 itu adalah bahasa. Dan bahasa itu hanyalah MEDIUM (perantara). Perantara untuk KOMUNIKASI antara kesadaran kita dengan sesuatu yang adanya DI LUAR kesadaran kita. Sesuatu yang bisa kita lihat tetapi tidak ada padanannya di dimensi fisik dan waktu ini. Maka digunakanlah SIMBOL2 itu. Simbol2 itu sendiri dipilih oleh Kesadaran yang ada di diri kita secara OTOMATIS. Apa yang kita percayai (Belief System yang kita pegang) akan menentukan simbol apa yang akan muncul di Kesadaran kita. Yang dikomunikasikan adalah hal2 yang ESSENSIAL (Hakiki), something like the Source of All Lives (sumber dari segala hidup). Tetapi simbol yang muncul bisa berbeda-beda tergantung dari Belief System orangnya. Maksudnya agar orangnya itu BISA MENGERTI apa yang dikomunikasikan itu. Kalau orangnya itu sudah mengerti bahwa yang muncul itu simbol2 saja, maka simbol2 itu akan berubah lagi. Akan menjadi lebih abstrak, seperti tidak ada hubungannya sama sekali dengan yang ada di dunia ini. Could you follow what I mean here ? --- Jadi, kita gak perlu terjebak dalam permainan SIMBOL2 belaka. Alam Pikiran manusia itu bekerja dengan simbol2, dengan bahasa. Simbol / Bahasa itu cuma Perantara / Medium saja. Dan BUKAN sesuatu yang dikomunikasikan itu. Sesuatu yang dikomunikasikan itu ya SAMA SAJA. Secara essensial, sesuatu yang dikomunikasikan kepada SEMUA MANUSIA itu sama saja, cuma simbol2 yang digunakan (yang muncul di kesadaran manusianya) itu memang beda2, tergantung Belief System dari manusianya. That's MY SECRET actually, hmmm hmmm hmmm... Ada yang bilang kalau aku bisa "membaca" mimpi atau penglihatan atau whatever. Sebenarnya gak begitu. Aku ini cuma membaca SIMBOL2 yang muncul di kesadaran orang2 itu. Dan aku mengartikan simbol2 itu. Dan TIDAK memperlakukan simbol2 itu sebagai hal yang hakiki. Gak gitulah. Itu JEBAKAN-nya. Jebakan segala agama dan aliran kepercayaan adalah memperlakukan simbol sebagai hal yang hakiki. Pedahal TIDAK DEMIKIAN. Simbol is Simbol only, dan the Real God itu BEYOND SIMBOL. (Leo) +++++++++++++ [Leo seorang praktisi Psikologi Transpersonal dan bisa dihubungi di no HP: 0818-183-615. Untuk bergabung dengan Milis Spiritual-Indonesia, please click: <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia/join>. NOTE: Except mine, all names used in the YM / email conversations are PSEUDONYMS.] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

