Maaf Aku terlalu Mencintai MU
By: Erwin Arianto
Sebelum perkenalan dengannya Hidup ku sangat lah berjalan dengan baik, Aku
Mempunyai keluarga, Sahabat, Karir, dan Cinta. Karena suatu pertemuan yang
tidak sengaja dari sebuah Group milist dari internet.
Hidup memang penuh kejutan, setidaknya bagiku. Semuanya berawal dari hobi ku
chat dalam dunia maya, layar monitorku berkedip bertanda ada obrolan masuk
disana, dan Ninien memanggilaku untuk melakuakan chat, kami bercerita
berbagi pengalaman dengannya. Ya Ninien adalah sebuah nama yang tidak
sengaja mengubah semua kehidupanku.
"Namaku Ninien… aku merantau ke Jakarta untuk menggapai mimpiku" begitulah
Ninien mengawali percakapannya dengan ku, dia ternyata perantau dari
Semarang, sebuah kota yang tenang untuk menggapai Mimpi di Jakarta.
Setelah lama berbagi mimpi dan berbincang lama pada dunia maya, Ninien
memberiku no Hp "ini nomer Hp ku 081575412345.., No Hp Kamu berapa" dia
menayakan No Hp Ku, "Tenang nanti aku telp kamu, aku tidak punya HP" Elakku,
karena aku tidak gampang percaya memberi no HP ke sembarang orang.
Setelah Ninien, memberi no hp, aku pun menelponnya dengan menggunakan telp
kantor, dari obrolan kami, saya mendapatkan Ninien adalah seorang yang
lembut dan penuh perhatian.
Dari pembicaraan telp kami pun sepakat untuk dapat berjumpa / kopi idarat di
bilangan Otista, Ninien bekerja di suatu bumn di Jakarta. Saat ini adalah
bulan puasa, kami berjanji untuk buka puasa bersama.
Awal pertemuan ini aku hanya berniat tahu sosok Ninien, karena aku telah
memiliki kekasih Wulan. Dan waktunya tiba kami berjumpa di tempat yang
dijanjikan
Saat tiba di tempat janjian, sepulang kerja "Ninien ya" Tanya ku kepadanya
karena kala itu aku banyak orang dan ada tidak ada orang yang mirip dengan
foto yang diberikannya "Iya.. kamu Ridwan ya" dia bertanya balik kepadaku…
dan mengaskan bahwa itu adalah aku.
"Kamu jatuh ya dari sepeda motormu…" Ninien mengawali perbincangan kami
berbuka puasa bersama.." " iya nih tidak apa-apa Cuma lecet sedikit saja"
kataku menjelaskan kepada Ninien. "Makanya cari pendamping dong, biar ada
yang merawatnya" Ninien penuh perhatian dengan senyum yang lembut begitu
mengguyur hati ini. Dan setelah selesai aku mengantarkan Ninien ke tempat
kosnya. Dan tanpa sadar ku kecup kening Ninien. Dia pun memasang muka yang
bingung.
"mas ini maksudnya apa…?" Ninien mengungkapkan kebingunganya itu. Akupun
tidak berkata dan hanya tersenyum, setelah itu aku pun kembali pulang karena
malam telah larut. Dan Semenjak itu kami sering berjanji berjumpa kembali,
kami bagaikan dua orang kekakasih yang sempurna, walau terdapat bom waktu
yang akan meledak, karena terdapat cinta segi empat dalam percintaan kami,
dimana Ninien telah memiliki seorang kekasih di semarang bernama Heru, dan
aku telah memliki kekasih pula yang telah aku lamar dan kami telah berjanji
untuk menikah 3 bulan lagi, sebuah waktu yang singkat.
waktu malam takbiran, aku main ke tempat kos Ninien, "mas anterin aku
belanja di Atrium senen ya" dan akupun pergi ke atrium senin untuk
berbelanja keperluan hari rayanya, ternyata Ninien adalah wanita yang
tanguh, dia dapat mengendari motorrku yang bisa di bilang adalah motor
laki-laki. Dalam perjalanannya dia berkata "mas seandainya hubungan kita
normal seperti banyak percintaan pada umumnya aku bahagia mas, tapi kita
menjalani percintaan yang luar biasa, dan kamu telah memiliki Wulan
disamping mu" dengan tangis air mata dia mengungkap kan itu. Dia telah
tahu aku telah punya kekasih bernama wulan.
Kami juga suka melakukan hal-hal yang unik, karena itu begitu menyenagkan
buat kami, seperti kami makan Ice Cream dari restoran A&W sambil berjalanan
di mall, Ninien berlari sambil memeluku di jembatan itu, dimana banyak orang
yang melihat, Setiap pagi hari aku ke tempat kos Ninien, Ninien selalu
membuat kan teh dan aku mengantarkanya berangkat ke halte dan di halte
sebelum berangkat aku sering mencium kening Ninien, sehingga banyak orang
yang melihatya… hahaha… begitu indah saat itu….
Aku dan Wulan telah menetapkan pernikahan kami, kurang lebih waktu dari
pernikahan itu tinggal 3 bulan lagi. Hati ku pun semakin kacau, di satu sisi
aku semakin mencintai Ninien, dan disisi lain keluarga ku, telah melamarkan
aku dengan Wulan.
Aku menikmati setiap hari yang berlalu, dgn keberadaan ninien, semua hidupku
penuh dengan warna baru, dimana aku mendapat suatu aroma baru dalam
kehidupan ku, aroma ceria, penuh kejutan, seperti cinta anak remaja, berbeda
dengan aroma cinta yang diberikan wulan untukku, dimana wulan selalu
menuntuku untuk jadi dewasa, dimana itu bukan aku yang sebenarnya.
"Mas, Besok kita nonton di Kalibata yuk" ninin mengajaku untuk menonton film
terbaru saat itu, "iya tapi kamu tunggu di bioskop ya, aku pulang antarkan
wulan dulu" dengan wajah penuh senyum dan ikhlas dia menunggu di bioskop
kalibata, untuk waktu yang cukup larut karena aku harus pulang mengantarkan
wulan terlebih dahulu.
Setiap hari sepulang kerja aku ke kantor ninien, hanya untuk waktu 30 menit,
Tiba-tiba Hp ku berdering, pertanda wulan telah menunggu ku di kantornya
"Bang, ada dimana, kok lama banget" wulan menanyakan keadaanku, "iya aku
sedikit lagi sampai di kantor kamu, tunggu ya" aku menjelaskan kepada wulan.
Tapi setelah aku selesai telphone ninien berada di sampingku "sudah waktunya
kamu pulang ya mas, aku engga mau kamu pulang mas" kata ninien merajuk.
Dilemma dihati diantara dua cinta. "Maaf sayang, aku pulang dulu, aku mau
jadi tukang ojek dulu, nanti malam aku kesini lagi ya" jelasku kepada
nienien. Dan ninein tertunduk layu , sambil berlinang air mata.
"Oh tuhan aku menjalani dua cinta, aku mencintai ninien, tapi aku telah
bertunangan dengan wulan, apa yang bisa aku lakukan..?, tanggal pernikahan
kami telah ditetapkan, gedung telah dipesan, tapi hatikku telah beralih
kepada ninien" itulah pertanyaan dalam diriku setiap hari, dan aku pun
tersungkur bersujud kepada Allah mempertanyaakaan kedaan hati ini.
"mas liburan 4 hari aku mau pulang kesemarang, kamu mau aku bawain apa"
ninien berkata kepadaku "apa saja, lumpia, atau bandeng lunak juga boleh"
aku menjawab sekenanya. "mas kalau aku disemarang, tolong jangan telp aku
siang ya, telp aku jam 9 keatas" dia memintaku, "kenapa nin" Tanya ku
kepadanya. "Aku sedang bersama Heru, mungkin" katanya , "Heru orangnya
cemburuan mas" dia kembali menjelaskan kepadaku. "Oke" sahutku lagi "Gila,
dia disana dengan kekasihnya Heru, dan Aku disini dengan wulan, kisah cinta
macam apa ini" Tanya ku kepada diriku sendiri.
Mengapa aku suka ninien adalah karena dia satu profesi dengan ku, dia
seorang Akuntan sama seperti aku, sifatnya yang lembut, dan penurut berbeda
dengan wulan yang selalu tegas, dan sedikit angkuh. "Oh tuhan apa yang akan
terjadi nanti selalu" sebuah perntanyaan yang tidak pernah terjawab, dan
rasa cintaku kepada ninien semakin bertambah, aku semakin mencintai dia.
" Mas Ridwan .. ada rencana nikah kapan" Tanya seorang kenalan dalam chat ku
dengan seorang sahabat Mas Andik seorang kenalan ku dalam chat di dunia
maya. "Mungkin Bulan Juni mas, tepatnya tanggal 5 juni" balasku kepada mas
ridwan. "Mas, kamu kapan nikah bulan juni ya mas" Tanya ninien kepada ku,
"Kata siapa" kataku mengelak, "aku baca log dari chat kamu mas" ninien
mendesakku.
Ninien senang bernyanyi, dia menyanyikan lagu Naff, "akhirnya ku menemukan
mu saat hati ini …. Ku berharap engkaulah jawaban segala risau hatiku… dan
biarkan diri ku mencintaimu hingga akhir hidupku" sebuah sair yang memilukan
hatiku… ninien sangat menyukai Musik Jazz, Pernah suatu hari ketika suatu
hari aku menonton Jazz Goes To Campus di UI,ketika itu Motor ku sedang mogok
dan kutitipkan dirumah wulan. Dan aku sedang ke bengkel cuci steam motor
untuk mencuci motor wulan. "mas temenin aku menonton JGTC ya" pinta ninien,
"wah motor ku sedang mogok nien", "ayo dong mas, please…" pinta ninien
kembali. "oke deh, tapi 30 menit lagi aku sampai Ui, tapi sampai jam
12.00ya,a ku haru ske tempat wulan", "ya mas sampai jam
13.30 ya" pinta ninien, "oke deh".
Dan aku sampai di UI, ternyata ninien bersama fauzan, sahabatnya, "Mas
tolong anterin Mas fauzan ya", "iya sayang", setelah mengantar fauzan
kembali ku jemput ninien, "Mas aku bawa motornya, aku mau coba motor matik
dan mau tau UI mas" dan kami pun berkeliling UI, setelah itu aku menonton
JGTC, "Nin, aku pulang dulu ya, aku harus ambil motor di rumah wulan, nanti
malam aku kerumah kos kamu ya, kita nonton di Kalibata, ada film Bagus",
"gila kamu mas, pagi sama wulan, siang sama aku, sore sama wulan, malam sama
aku.." ninien menyindirku, dan aku hanya tersenyum.
"Bang lama banget, abis dari mana..?" wulan menanyakan prihal aku lama
datang kembali kerumahnya. "Habis ke tempat dodi, jawabku" oh. Dan waktu
telah menjelang maghrib "Aku pulang dulu ya cinta" kataku ke wulan. Wulan
hanya mengangguk, dan setelah itu aku pacu motorku ke bilangan otista untuk
menemui ninien. Ninien sedang mendapat telp dari Heru," mas Kamu diam dulu,
heru sedang bicara ya" kata ninien kepada ku. "Dan kami melaju ke kalibata
Mall, untuk menonton bioskop. Di sana kami tidak menonton film dengan penuh,
karena kami menikmati pertemuan kami, dan kami bermemadu kasih di dalam
gedung bioskop. Film pun usai. "Mas Ayo pulang, nanti aku di kunciin sama
ibu kos' katanya. Ternyata benar dia di kunciin oleh ibu kosnya, dan dia
menelphone sahabatnya satu kos irna untuk membukakan pintu. Sebelum pulang,
sempat ku kecup bibir ninien, begitu lembut dan membuatku menitikan air
mata, karena menjalankan kisah ini.
"Nien, aku besok tugas ke Tarakan 1 minggu, ucapku" ketika kami bertelphone,
kami setiap hari selalu bertelphone, kerana menggunakan promosi sebuah
selular CDMA, dan "kok bisa kebetulan aku harus tugas ke Makasar, untuk
audit cabang sana" ya sudah 1 minggu ini kita tidak bertemu dulu ya nien"
kata ku kepadanya. "mas waktu mu sudah dekatya, dan kita harus berpisah,
kita selesaikan setalh kita pulang mas" katanya kepadaku.
"Ninien aku dah sampai di juata airport", kataku kepada ninien, disini hanya
sebuah pulau kecil nien, kataku bercerita kepadanya. "Aku baru aja landing
di Sam Ratu Langi, mas" ninien bercerita kepada ku, "Makasar adalah kota
yang belum pernah aku datangi, aku hanya pernah singgah disana sebelum aku
tiba melanjutkan ke manado, atau daerah kalimantan nien" Disini Bagus mas,
suasana yang nyaman, aku nginap di pinggir pantai losari, pemandangan yang
indah"
beberapa waktu ninien tidak bisa aku hubungi, aku telp tidak pernah
diangakat.seminggu telah terlwatkan, kami telah kembali ke Jakarta, dan kami
kembali bertemu Dia menyapa ku lewat senyumnya, senyum kerinduan yang akan
memudar. Tak ada yang dapat memulai membuka kata antara kami. Seakan
terkunci dengan rasa rindu yang kurasa belasan hari. Aku merasakan segala
hangatnya menyatu dalam jiwaku seakan tak ingin mengakhiri ini dengan
tangis. Dia sama sekali tak melihat perubahan raut wajahku. Dalam hembusan
nafas, aku masih berdo'a. "ya Allah jangan ada air mata disini."
Sedikit terkejut ketika ia mulai membuka pembicaraan. "Mas, aku kangen
banget sama kamu" Katanya lirih Dia bilang dia merindukan aku, aku tau dia
tak membohongiku. Tatapan matanya.. aku paham bahasa matanya. Aku tak punya
nyali untuk terus menatapnya, aku hanya tersenyum. Dan beralih tak lagi
memandangnya. Ada rindu dimatanya rindu untukku.
"kita pergi kerumah tanteku ya nien, di daerah pondok gede" aku dan ninien
sepakat untuk bolos kerja, hanya untuk bertemu, dan kupacu sepeda motor ku
kerumah tante ku dibilangan lubang buaya, pondok gede, aku dititipkan kunci
untuk menjaga rumah kosong tersebut. Setelah berbincang seadanya, kami pun
terbawa suasana, kami memadu kasih bagai suami istri, dan pikiran kami,
tubuh kami bersatu tanpa batas yang menghalangi dan tanpa sehelai benangpun
membungkus tubuh kami. "mas kita sudah melewati batas mas" iya sayang, kalau
terjadi sesuatu aku mau bertanggung jawab. Kataku.
Selepas dari rumah tante ku, aku mampir ke Tamini Square, kami menikmati
makan disuatu restoran fast food, dan aku katakana "aku mencintai mu nien,
dengan segala hatiku dan akan ku jaga sampai mati", "tapi kamu 2 minggu lagi
akan menikah mas, dengan wulan" ninien menjawab, "Dan ketika ijab-kabul
telah terucap maka aku tidak dapat mencintai mu lagi mas" ninin kembali
berlinang air mata menjelaskan kepadaku. "Nien, biarkan takdir ini berjalan
dahulu, biarkan aku menikah dengan wulan dahulu, bila sudah waktunya, aku
akan menikahi kamu nien" aku mencoba menjelaskan kepada ninien.
Semakin dekat pernikahan, hatiku semakin kacau, dan ninien semakin menjauh
dari ku, tetapi hati ini tidak bisa dipungkiri, aku telah mencintai ninien
dengan segenap aku, apa lagi kami telah melakukan hal yang seharusnya tidak
kami lakukan.
4 hari sebelum pernikahan ku, aku menemui kembali ninien, nien, aku tau
kok, hari ini akan jadi hari penentuan tentang hubungan kamu dan aku kan?"
Kataku dengan halus dan terus memegang erat tangan nya.
"Iya, mas. Kita udah sama-sama janji sepulangnya kita dari tugas
juta kita bakal nyelesain masalah kita." Jawabku tanpa menatapnya. Entahlah
aku tak punya nyali tuk sekedar menatapnya.
"nien, kita kabur saja, kita kawin lari saja" kata ku mengajaknya, "mas
maaf aku tidak bisa, nanti kehidupan kita gimana" tanyanya. "kita mulai dari
nol, kalaupun harus meninggalkan kehidupan ku kini aku rela kok, walau harus
jadi Pemulung aku mau, asal hidup bersama kamu"
"Nien, aku tidak tau harus ngomong apalagi ke Kamu. karena takdir aku
ninggalin kamu, ngga ada yang bisa gantiin kamu dalam hati aku nien.
Harusnya aku yang bilang kalo Aku yang cuma bisanya nyakitin hati kamu
setiap saat, yang cuma bisa ngasih mimpi buruk dalam setiap tidur kamu, yang
cuma bisa nyiptain tangisan dimata kamu yang penuh cinta. Aku yakin kamu
bisa jauh bahagia tanpa aku." Ucapnku dengan mata sedikit memerah. Da
kuberikan kaos biru yang kupakai untuk dia. Dan kuantar dia ke kantornya
dengan kecup perpisahan. Yang ternyata itu adalah pertemuan terakhirku
denganya. namun aku tak ingin merasakannya lagi karena bagiku hari ini akan
menjadi penentuan segala arah dalam langkah ku yang dulu sempat aku habiskan
bersamnya.
Dan takdir tidak bisa terelakan, aku menikah dengan wulan, dengan pesta yang
cukup meriah, dengan tamu yang cukup bayak, tetapi hati ini menangis.
Setelah itu aku tidak pernah bisa menghubungi ninien kembali.
Tapi aku tetap tidak putus asa, aku mencoba mendatanginya ke kantornya
menjauh, dan dia bersama seorang lelaku lain bernama Ramlan, "mas kamu sudah
nikah, kamu bukan mas ku yang dulu aku cintai lagi" ninien berkata lirih
kepaku. Kehidupan ku dengan wulan berjalan dengan sangta sempurna, tapi hati
ini terus tertuju kepada ninien. Pikiran ini hidup ini kosong tanpa dia, aku
terlalu mencintai dia, dan selalu terpikir apakah hidup ini dipilih atau
memilih.
"Turut berduka cita ya, mba wulan" tetanggaku menyalami wulan yang berlinang
air mata, disamping wulan terdapat sesok mayat yang telah di bungkus dengan
kain kafan, dan kulihat jasad ku sudah di kafankan.
Entah siapa yang memberi tahu ninien, dia datang ke pemakaman ku, "mas
kenapa kamu seperti ini, kenapa mengakhiri hidup mu penuh teragis mas, aku
tau kamu mencintaiku, aku tau mas, aku juga mencintai mu" dan kulihat ninien
menangis dengan tersedu. "aku juga selalu mencintaimu nien, kan kujaga cinta
ini walau jasadku telah tiada dan hati ini selalu untuk mu seorang
bidadariku" tetapi nienin tidak dapat mendengarku lagi. Dan malaikat mautlah
yang kini meminta pertanggung jawaban tindakan ku ini. "Tapi ini kulakukan
karena Aku terlalu mencintaimu nien."
"Cinta itu indah, tetapi terkadang menyakitkan"
Cerita ini adalah fiksi belaka, jika ada kesamaan nama, pristiwa, adalah
tidak disengaja, jika terdapat saran, dan kritik dapat di kirim via email ke
[EMAIL PROTECTED]
= Depok 8 February 2008 =
--
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED, INOVATION & INDEPENDENCY