Tentang Zarathustra [c.630-553] seb M, di bawah ada saya tulis tentang dia
HMNA
*********************************************************************************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
570. Surah Al Baqarah, Ayat 62(#)
-- AN ALDZYN AMNWA WLDZYN HADWA WALNSHRY WALSHABaYN MN AMN BALLH WALYWM ALAKHR
W'AML SHALhA FLHM AJRAN 'AND RBHM WLA KHWF 'LYHM WLAHM YhZNWN (S. ALBQRt, 62),
dibaca:
-- Innal ladzi-na a-manuw wal ladzi-na ha-du- wan nasha-ra- wash sha-bii-na
man a-mana biLla-hi wal yawmil a-khiri wa 'amila sha-lihan falahum ajruhum
'inda Rabbihim wa la- khawfun 'alayhim wa la-hum yahzanu-n (s. al baqarah),
artinya:
-- Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi (ha-du-), orang-orang
Nashrani (nasha-ra-), dan orang-orang Sha-bii-n, barang siapa beriman kepada
Allah dan Hari Akhirat serta beramal shalih, maka untuk mereka pahala di sisi
Rabbnya, tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tiada mereka berduka cita
(2:62).
Siapa-siapa itu:
1. a-manu-
2. ha-du-
3. nasha-ra-
4. sha-bii-n.
1. A-manu-, orang-orang beriman, ini menunjuk kepada ummat Nabi Muhammad SAW,
yaitu iman yang dita'rifkan (didefinisikan) menurut Hadits (Shahih Bukhari),
Rukun Iman: 1. Allah; 2. Malaikat- malaikatNya; 3. Kitab-KitabNya; 4.
Rasul-RasulNya, 5. Hari Kemudian; 6. Qadha dan Qadar.
2. Ha-du- dibentuk oleh akar kata fi'il madhi [Ha, Alif, Dal] atau mashdar [Ha,
Waw, Dal] artinya berpaling menuju kepada kebenaran, menuju kepada Allah, dapat
pula berarti kembali perlahan-lahan kepada sesuatu. Kata Ha-du- menunjuk kepada
ummat Nabi Musa AS.
3. Nasha-ra- dibentuk oleh akar kata [Nun, Shad, Ra] artinya menolong.
Nasha-ra- berarti penolong-penolong agama Allah.
-- QAL MN ANSHARY ALA ALLH QAL ALhWARYWN NhN ANSHAR ALLH (S.AL 'AMRAN, 52),
dibaca:
-- qa-la man ansha-ri- ilaLla-hi qa-lal hawa-riyyu-na nahnu ansha-ruLla-hi (s.
ali 'imra-n), artinya:
-- Berkata ('Isa) siapa yang menolongku kepada Allah?, (sahabat-sahabat)
hawariyyun berkata kami penolong (-mu kepada) Allah (3:52).
Dapat pula kata itu terkait dengan kata Na-sharah (Nazaret), suatu perkampungan
tempat 'Isa bnu Maryam menempuh masa kecil beliau. Nasha-ra- menunjuk kepada
ummat Nabi 'Isa AS.
4. Sha-bii-n, Shabiah (Sabean) berasal dari bahasa Aramik (Al-'Ibriyyah
Al-Jadiydah), shaba'a. Padanan katanya dalam bahasa Arab adalah ta`ammada yang
berarti pembabtisan dan penyucian diri dengan air. Sha-bii-n adalah agama yang
dianut oleh Salman al Farisi RA sebelum masuk Islam. Salman al Farisi RA
bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang nasib teman-temannya penganut
Sha-bii-n.(##) Maka turunlah ayat (2:62). Sha-bii-n, dibentuk oleh akar kata
[Shad, Ba, Alif], artinya meninggalkan. Sha-bii-n berarti orang-orang yang
meninggalkan agama mereka untuk memeluk agama lain. Sha-bii-n menunjuk kepada
sejenis sekte yang bermukim di semenanjung Arabia dan di negeri-negeri yang
berbatasan dengannya. Maka Sha-bii-n adalah (1) kaum monotheist di Mesopotamia
dengan menjadikan bintang-bintang sebagai perantara, (2) sebuah keyakinan yang
berupa potongan-potongan dari agama Yahudi, Nashrani dan Zarathustra, (3)
orang-orang yang bermukim dekat Mosul di Iraq yang monotheist, namun tidak
mempunyai kitab dan syari'at, mereka berkeyakinan mengikuti agama yang
dibawakan Nabi Nuh AS, (4) orang-orang yang sekarang bermukin sekitar Iraq
Selatan yang beriman kepada semua Nabi-Nabi dan mempunyai cara bersembahyang
dan puasa tersendiri,(###) (5) ada yang berpendapat mereka tergolong dalam Ahli
Kitab.
Kalau kita perhatikan sejarah, bahwa Raja Parsi Cyrus yang taat beragama
Zarathustra, yang mengembalikan ke Palestina komunitas Bani Israil yang ditawan
di Babilonia, maka saya lebih cenderung berpendapat bahwa Sha-bii-n adalah para
penganut agama Zarathustra. Boleh jadi (mungkin ya atau tidak) Zarathustra ini
seorang Nabi, hanya saja sulit untuk melacaknya, oleh karena Kitab Suci mereka,
yaitu Gatha telah ikut terbakar semua tatkala Iskandar Raja Macedonia membakar
habis ibu kota Kerajaan Parsi, yaitu Percepolis, sehingga Kitab Suci agama
Zarathustra hanya berupa rekaman ingatan dari para pendetanya. Ada aliran agama
Zarathustra di Amerika yang bersemboyan: "Kembali ke Gatha", mereka ini
berkeyakinan Zatahustra tidak mengajarkan dua tuhan: Tuhan Terang Ahura Mazda
(ormuzd) dan Tuhan Gelap, Angra Manyu (Ahriman). Zarathustra mengajarkan Satu
Tuhan, yaitu Ahura Mazda menciptakan Angra Manyu, seperti Allah menciptakan
iblis dalam agama Yahudi, Nashrani dan Islam.
Maka makna potongan ayat: "barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat
serta beramal shalih, untuk mereka pahala di sisi Rabbnya, tidak ada
kekhawatiran atas mereka dan tiada mereka berduka cita", adalah dalam konteks
para penganut agama-agama Yahudi, Nashrani dan Sha-bii-n pada zamannya Nabi
mereka itu masing-masing, yaitu penganut agama Yahudi pada zaman rentang waktu
dari Nabi Musa AS hingga Nabi 'Isa AS, penganut Nashrani pada rentang waktu
dari Nabi 'Isa AS hingga Nabi Muhammad SAW dan penganut Sha-bii-n pada rentang
waktu dari Nabi(?) Zarathustra hingga Nabi Muhammad SAW. Tegasnya ayat (2:63)
tidak kena mengena dengan para penganut agama Yahudi, Kristen dan penganut
Zaratshustra yang hidup setelah Nabi Muhammad SAW membawa Risalah.
Ayat (2:62) menekankan beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, oleh karena
kenyataan sejarah mencatat bahwa ada sekelompok penganut agama Yahudi yang
tidak percaya kepada hari akhirat, penganut agama Trinitarian Christian yang
menyembah Jesus Kristus, dan umumnya penganut Zarathustra yang menyembah dua
tuhan. WaLlahu a'lamu bishshawab.
*** Makassar, 13 April 2003
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2003/04/570-surah-al-baqarah-ayat-62.html
-------------------------------------
(#)
Ayat yang sama dengan ini S. Al-Maaidah, 5:69)
(##)
Diriwayatkan oleh al Wahidi dan al Tsa'labi dari al Kalbi dari Abi Shalih yang
bersumber dsri Ibnu Abbas, dikemukakan bahwa Salman al Farisi bertanya kepada
Nabi Muhammad SAW tentang penganut agama yang pernah ia anut bersama mereka.
Maka turunlah ayat (2:62).
Masih bersumber dari al Wahidi menurut jalur lain, dari Abdullah bin Katsir
yang bersumber dari Mujahid dikemukakan bahwa ayat (2:62) turun berhubungan
dengan teman-teman Salman al Farisi. Ini memberikan isyarat bahwa Sha-bi.iyn
adalah agama yang dianut oleh orang Parsi.
(###)
Golongan no.4 ini punya Kitab Suci yang dalam bahasa Mandaiyah, disebut Kanza
Raba (Harta Karun yang Agung),
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: [email protected]
Sent: Tuesday, April 08, 2008 12:36 AM
Subject: Re: [Mayapada Prana] Budha=Dzulkifli?
Dapatkah ente tunjukkan Kitab Suci dari Buddha ? Bukankah Kita Suci yang
ditulis atau disuruh tulis Budha sudah tidak ada lagi ? Seperti juga Kitab Suci
Gata dari Nabi Zarathustra sudah terbakar habis, ketika Alexander the Great
membakar Percepolis ? Bukankah Buddha mendobrak inkarnasi dan menyatakan bisa
langsung ke nirwana ? Karena Kitab Suci dari Buddha sudah tidak ada, bagaimana
bisa diyakinkan bahwa Budha mengajarkan selibat (tidak menikah)?, dan
vegetarian ? Kenyataan sekarang dan dahulu juga banyak yang beragama Budha yang
kawin? habis dong orang Budha, karena tidak punya keturunan, kalau mereka
dilarang kawin.
HMNA
----- Original Message -----
From: Rawi Shanker
To: [email protected]
Sent: Monday, April 07, 2008 12:40 PM
Subject: [Mayapada Prana] Budha=Dzulkifli?
Dzulkifli=Budha?, itu pasti versi islam... Coba bandingkan ajaran Budha dan
ajaran Dzulkifli(islam)... Islam tidak percaya dengan Inkarnasi tapi Salah satu
ajaran Budha adalah Inkarnasi... Apakah Mereka sama???untuk mencapai Arahat
Budha menyarankan untuk tidak menikah, Vegetarian, welas asih dan meditasi
(bukan Shalat), tapi apakah Islam boleh tidak menikah? apakah islam
mengembangkan vegetarian? Apakah Islam bermeditasi? Apakah Keduanya sama????
Islam Turunan dari Yahudi, Budha Turunan dari Hindu mereka (Budha dan
Dzulkifli) adalah dua orang yang berbeda, beda asal, beda keyakinan dan sudah
jelas beda nama..