Sip..
berbahagialah saudara2ku yg tercerahkan..
Bravo u all...
Cheers..

--- Chandra W S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Saya baru lihat perbincangan yang cukup sensitif
> ini,
> Saya tidak bermaksud untuk berdebat, hanya sedikit
> meluruskan saja.
> 
> Kitab suci yang agama Buddha yang asli memang sudah
> tidak ada.
> Sudah terbakar habis tahun 1193, ketika Universitas
> Nalanda (tempat dimana Tripitaka berada) di bakar
> habis oleh tentara-tentara di bawah pimpinan
> Ikhtiyar Uddin Muhammad Bin Bakhtiyar Khalji. 
> 
> Namun, bukan berarti dengan terbakar habisnya
> Universitas Nalanda beserta perpustakaannya
> menjadikan agama Buddhist adalah agama yang tanpa
> kitab suci. 
> 
> tahun 629, Xuanzang melakukan perjalanan dari Cina
> ke india (journey to the west/perjalanan sutra)
> untuk belajar di Nalanda. ia berhasil lulus di tahun
> ke-11 dan menjadi lulusan terbaik. Ia kembali ke
> Cina dengan banyak salinan sutra-sutra (sanskrit)
> untuk di bawa ke Cina.
> 
> Selain itu, ada juga beberapa kelompok biksu yang
> memiliki salinan beberapa sutra lain. 
> 
> 
>
________________________________________________________
>   Bukankah Buddha mendobrak inkarnasi dan menyatakan
> bisa langsung ke  nirwana ?
> 
> Tanggapan saya:
> Wah ini baca dari mana pak? Hal ini tidak ada dalam
> ajaran Buddhist. Anda salah informasi.
> 
>
________________________________________________________
> 
> bagaimana bisa  diyakinkan bahwa Budha mengajarkan
> selibat (tidak menikah)?, dan vegetarian ? 
> Kenyataan sekarang dan dahulu juga banyak yang
> beragama Budha yang kawin? habis  dong orang Budha,
> karena tidak punya keturunan, kalau mereka dilarang 
> kawin.
> Tanggapan saya:
> 
> -Sakyamuni Buddha (Pangeran Sidharta) tidak
> memaksakan umat Buddhist untuk tidak menikah kepada
> seluruh umatnya. Di dalam Buddhist, ada
> peraturan(sila) yang mana Sila Seorang Umat biasa
> itu jauh berbeda dengan Sila seorang Biksu (bikkhu).
> Untuk seorang biksu memang harus tidak menikah. 
> 
> -Sakyamuni Buddha (pangeran Sidharta) tidak pernah
> memaksakan umat Buddhist vervegetarian. Itu bukan
> paksaan. Bahkan Sakyamuni Buddha sendiri lebih
> menganjurkan untuk memakan makanan apa yang ada.
> 
> Pak HMNA,
> Seperti halnya agama lain, Agama Buddha itu sendiri
> banyak aliran/sekte.
> Dan tiap sekte/aliran itu berbeda beda
> pendapat-tradisi BAHKAN ada yang
> menyimpang-mengada-ngada.
> Untuk vegetarian, hal ini lebih di tekankan oleh
> aliran Mahayana dan Maitreya. 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> "H. M. Nur Abdurrahman"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:               
>                 
> Dapatkah ente  tunjukkan Kitab Suci dari Buddha ?
> Bukankah Kita Suci yang ditulis atau disuruh  tulis
> Budha sudah tidak ada lagi ? Seperti juga Kitab Suci
> Gata dari Nabi  Zarathustra sudah terbakar habis,
> ketika Alexander the Great membakar Percepolis  ?
> Bukankah Buddha mendobrak inkarnasi dan menyatakan
> bisa langsung ke  nirwana ? Karena Kitab Suci dari
> Buddha sudah tidak ada, bagaimana bisa  diyakinkan
> bahwa Budha mengajarkan selibat (tidak menikah)?,
> dan vegetarian ?  Kenyataan sekarang dan dahulu juga
> banyak yang beragama Budha yang kawin? habis  dong
> orang Budha, karena tidak punya keturunan, kalau
> mereka dilarang  kawin.
>   
>  HMNA
> 
>                                                   
> 
> 
> 
> 
>         



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke