*Compassion is Seen Through the Eyes * That evening was a very cold evening in North Virginia, many many decades ago. The beard of the old man was covered with the winter ice while he was waiting for a ride crossing the river. His wait was endless. His body went numb for the cold winter wind. He then could hear the subtle rhythm of horse steps that was running closer on the icy road. He watched some of the riders passed and turned the junction. He let them pass, without trying to catch their attention. One pass, another pass and then another. Finally the last rider approached the old man who was sitting like a frozen snowman. When this one came closer, the old man caught glimpse of the rider ... and he said, "Sir, would you mind giving me a lift to get across? Seems there is no way to walk there." Stopping his horse, the rider replied, "Of course!" "You are different from the other riders, just seeing the other riders i instantly could know there is no attention there for me. So it would be worthless for me to ask them for a lift. But when i looked at your eyes, kindness and compassion were obviously in yourself. I know at that time that your gentle heart would greet me a chance to be helped at this time when i really need it." The sincere comment warmed the heart of the rider deeply. "I thank you very much for what you had said, sir", he said to the old man. "*I just hope that i would not be too busy handling my own problems that i fail to respond to others' needs*." While saying so, Thomas Jefferson, the kind horse rider, brought the old man with him, continuing his journey. * *More at: www.storiesofwisdom.com * Rasa Kasih Terlihat dari Mata * Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin. Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah ia mengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan. Ia membiarkan beberapa kuda lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi. Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju. Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang... dan ia pun berkata, "Tuan, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang ? Kelihatannya tak ada jalan untuk berjalan kaki." Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, "Tentu." "Engkau berbeda dengan penunggang yang lain, melihat penunggang yang lain saya langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan. Tapi waktu saya melihat matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terasa jelas ada pada dirimu. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya pertolongan pada saat saya membutuhkannya." Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam. "Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak", ia berkata pada si orang tua. "Mudah-mudahan saya tidak akan terlalu sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain." Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson, si penunggang kuda itu, membawa orang tua itu kemudian memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya.
-- Let us work together for unity and love Johnny Lone http://www.wer1family.com

