Salam, 
  Sorry VERY OLD STUFF alias  sudah sangat USANG karena  lelucon ini sudah 
beredar lebih dari 10 tahun yang lalu.Mohon lebih kreatif lah.Terimaksih.
  Wasalam,
  Wal Suparmo.

Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                  
  Humornya Gus Dur sesuai dengan kenyataan

Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, kata mantan Presiden RI 
ini, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah. 

Jika sudah bisa menerima perbedaan maka akan lebih terbuka dalam berdialog, 
bahkan kata Gus Dur, lahir lelucon seperti yang dilontarkan seorang kyai, 
bhiksu, dan pendeta. 

"Pendeta mengatakan; Kami dekat sekali dengan Tuhan. Jadi kami memangil, Allah 
Putra Allah Bapa. Si bhiksu menimpali; Kami juga dekat. Bukan manggil Bapak, 
tapi Om. Lha bagaimana dengan Anda, pak kyai? Pak Kyai menjawab; Boro-boro 
deket, manggil-nya aja mesti pake speaker TOA diatas menara," urai Gus Dur 
diiringi tawa seisi ruangan.



                           

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke