Fyi,
Salam
HMNA
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, July 12, 2008 6:41 AM
Subject: Re: [Islam-vs-Kristen] Re: Fw: Bukti Al Quran Nyontek (Bagian III)
amrace:
Jadi sekali lagi, isra miraj itu adalah karangan nabi muhammad belaka, tidak
ada bukti dan tidak ada saksi.
-----------------------------------------
HMNA:
Ada bukti yang sekaligus saksi sepanjang zaman, yaitu digit 24434.
*******************************************************************************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
652. 17 Raka'at Sehari Semalam
Al Walid ibn Al Mughirah pernah berkata: Al Quran itu tidak lain hanya
perkataan manusia. Ucapan Al Mughirah itu terpateri dalam Al Quran:
-- AN HDZA ALA QWL ALBSYR (S. ALMDTSR, 74:25), dibaca:
-- in ha-dza- illa- qaulul basyari (s. almuddatstsir), artinya:
-- Ini tidak lain hanya perkataan manusia.
Maka kepada Al Mughirah yang dahulu, dan semacam Al Mughirah dewasa ini serta
yang akan datang, yang bervisi Al Quran itu "man made", Allah memberikan
"sengatan", seperti sengatan neraka Saqar, dalam FirmanNya:
-- LWAht LLBSYR (S. ALMDTSR, 74:29), dibaca:
-- lawwa-hatul lilbasyar, artinya:
-- sengatan bagi manusia.
Berupa apa itu sengatan? Yaitu bilangan interlocknya Al Mushhaf Al Rasm Al
'Utsmaniy (Teks Al Quran Ejaan 'Utsmani), seperti FirmanNya:
-- 'ALYHA TS'At 'ASYR (S. ALMDTSR, 74:30), dibaca:
-- 'alaiha- tis'ata 'asyara, artinya:
-- Padanya 19.
Ayat (74:30), adalah satu-satunya ayat dalam Al Quran yang menyebutkan bilangan
tanpa substansi. Sehingga jumlah 19 bisa mengenai apa saja dalam Al Quran,
pokoknya yang bergender perempuan, sebab HA adalah dhamir ghaybah (kata ganti
ketiga gender perempuan tunggal). Jadi bisa investigasi dilakukan pada Surah,
atau pada Ayat berupa jumlah (=kalimat) atau berupa kalimah (=kata) di dalam Al
Quran.
Secara singkat kita mulai dengan Surah. Ambillah misalnya Surah yang di
dalamnya termaktub SK pengangkatan Muhammad menjadi Nabi dan RasuluLlah, yaitu
Surah Al'Alaq. Surah ini terletak pada posisi ke-19 dari belakang, dan terdiri
dari 19 ayat. Selanjutnya Ayat berupa jumlah (kata jumlah dalam bahasa asalnya
sebenarnya bermakna susunan kata yaitu kalimat). Ambillah misalnya Ayat (1:1),
yaitu Basmalah (transliterasi huruf demi huruf): BSM ALLH ALRhMN ALRhYM, ada
3+4+6+6 = 19.
Selanjutnya akan kita ambil substansi Ayat yang berupa kalimah (kata kalimat
dalam bahasa asalnya sebenarnya bermakna kata). Kita pilih kata Shalat, dan
pilihan kata ini menjadi fokus dalam Seri 652 ini. Yaitu Shalat, Rukun Islam
yang kedua, khusus di terima RasuluLlah SAW pada waktu Mi'raj, yaitu tidak sama
dengan ke-empat Rukun Islam yang lain yang diterima beliau di bumi ini.
Shalat wajib 5 waktu terdiri atas 17 Raka'at dalam sehari semalam.
1. Shubuh 2 raka'at
2. Zhuhr 4
3. 'Ashar 4 (*)
4. Maghrib 3
5. 'Isya 4
--- +
17 raka'at
Kita susun jumlah raka'at tersebut: 24434, ini habis dibagi 19, yaitu 24434 =
19 x 1286. Coba perhatikan hasil bagi 1286 itu, jumlahnya = 1+2+8+6 = 17.
Dengan bilangan pembagi 19, maka bilangan yang dibagi dengan bilangan hasil
bagi sama-sama jumlahnya 17. Tidak cuma-cuma Nabi Muhammad SAW menerima Rukun
Islam kedua ini pada waktu Mi'raj. Bagi Taufik Adnan Amal di IAIN Makassar, itu
bukan mitos, melainkan data numrik, murni matematis, eksak, tidak seperti
hermeneutika, itu pistol mainan anak-anak, yang pakai pendekatan hsitoris yang
tidak eksak.
Kita lanjutkan; letakkan no.urut shalat di depan setiap raka'at, maka
menjadilah: 21 42 43 34 45, dirapatkan menjadi 2142433445, masya-Allah ini
lagi-lagi bukan mitos, ini data numerik yang eksak, sebab 2142433445 = 19 x
112759655.
Selanjutnya kita susun jumlah raka'at setiap hari 17 17 17 17 17 17 15 , enam
hari masing-masing 17 raka'at, kecuali hari Jum'at 15 raka'at. Kita rapatkan,
menjadilah 17171717171715. Lagi-lagi ini bukan mitos tetapi data numerik,
masya-Allah 17171717171715 = 19 x 903774587985.
Masih belum selesai, kita lanjutkan. Sisipkan no.urut 1 s/d 7 pada
masing-masing jumlah raka'at, menjadilah: 1-17 2-17 3-17 4-17 5-17 6-17 7-15
lalu mari dirapatkan 117217317417517617715, masya-Allah ini habis dibagi 19,
harus pakai kalkulator 21 digit, hasilnya? Ini dia: 6193332495658821985.
Belumlah berakhir; analog dengan di atas, namun yang 15 raka'at ditaruh paling
depan, menjadi 115217317417517617717, kita pakai kalkulator 21 digit, hasilnya
= 19 x 6064069337764085143.
Ini yang terakhir, yang 17 diganti dengan 24434 untuk hari-hari biasa dan untuk
hari Jumlat 15 diganti dengan 22434 (4 diganti 2, karena pada hari Ju'mat
Zhuhur diganti shalat Jum'at 2 raka'at), maka menjadilah:
1 24434 2 24434 3 24434 4 24434 5 24434 6 24434 7 22434, dirapatkan menjadi:
124434224434324434424434524434624434722434. Ini mesti pakai kalkulator 42 digit
yang sangat khusus, hasilnya = 19 x 6549169707069707074970238128138128143286
Tidak percaya? Boleh ditest dengan cara perkalian tradisional, pakai kertas
dengan pinsil, seperti berikut:
6549169707069707074970238128138128143286
19
----------------------------------------- x
58942527363627363674732143153243153289574
6549169707069707074970238128138128143286
------------------------------------------ +
124434224434324434424434524434624434722434
WaLlahu a'lamu bisshawab.
*** Makassar, 28 November 2004
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2004/11/652-17-rakaat-sehari-semalam.html
==============================
(*)
Dalam usunan 24434 itu shalat 'Ashar di tengah-tengah berdasar atas Firman
Allah:
-- hAFIZHWA 'ALY ALSHLWT W ALSHLWt ALWSTHY WQWMWA LLH QNITYN (S. ALBQRt,
2:238), dibaca: ha-fizhu- 'alash shalawa-ti washshala-til wustha- waqu-mu-
liLla-hi qa-nithi-n, artinya: Peliharalah segala shalat dan shalat pertengahan,
'Ashar, dan berdirilah karena Allah serta mentaatiNya.
Selain digit 24434 ada pula permutasinya 43244 berdasarkan firman Allah:
-- AQM ALShLWt LDLWK ALSyMS ALY GhSQ ALYL WQRAN ALFJR AN QRAN ALFJR KAN
MSyHWDA (S. BNY ASRAaYL, 17:78 ), dibaca:
-- Aqimish shala-ta lidulu-kisy syamsi ila- ghasiqil lail wa qur^a-nal fajri
inna qur^a-nal fajri ka-na masygu-dan (s. bani- isra-iyl), artinya:
-- Tegakkanlah shalat dari condong matahari, hingga gelap malam dan Quran
fajar, shalat Subuh, sesungguhnya Quran fajar dipersaksikan oleh malaikat.
Dalam ayat (17:78) tersebut, Shalat Subuh yang digaris bawahi,
dipersaksikan malaikat, sehingga Shalat Shubuh menempati posisi titik pusat
sistem koordiant satu dimensi, sunbu X:
4 3 2 4 4
Isy Mgr Sbh Zhr Asr
---x----------x----------0----------x----------x--------- X
malam <<==< >==>> siang
Maka tersusunlah 'Isya, 4 raka'at - Maghrib, 3 raka'at - Shubuh, 2 raka'at -
Zhuhur, 4 raka'at - 'Ashar, 4 raka'at, maka output permutasi itu => 43244. Dan
karena ini berdasarkan ayat, maka 43244 juga kelipatan 19, 43244 = 19 x 2276
dan juga 2+2+7+6=17. Karena 43244 posisinya tersusun menurut arah negatif dan
positif dalam sistem sumbu X dengan Shubuh menjadi titik pusat, maka permutasi
43244 tidak bisa diperlakukan sepenuhnya seperti 24434.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
----- Original Message -----
From: Goreng Pisan
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, July 09, 2008 2:49 PM
Subject: Re: [Islam-vs-Kristen] Re: Fw: Bukti Al Quran Nyontek (Bagian III)
amrace:
Mendekati kebenaran, bukan berarti benar kan ?
Goreng:
ya... sebagian benar dan sebagian ada yg salah
=====
amrace:
Dilarang dibaca ? banyak tuh beredar injil barnabas, bahkan udah
diterjemahkan kedalam bahasa indonesia segala......terus apa yg harus
ditakutkan ?
Goreng:
DILARANG BACA !!! BUKAN DILARANG BEREDAR....
ditanya A jawab B....
=====
amrace:
Tidak ada saksi berarti bisa dimanipulasi, iya gak ?
Iman dan logika...memang betul, tetapi apa logikanya kisah isra miraj ???
coba tunjukkan logikanya bung ???
Jadi sekali lagi, isra miraj itu adalah karangan nabi muhammad belaka, tidak
ada bukti dan tidak ada saksi. Justru yang banyak adalah bukti2 yang
menunjukkan bahwa nabi muhammad menyontek kisah isra miraj ini dari kitab-kitab
dongeng orang Yahudi dan Nasrani.
Itu pointnya bung.
Goreng:
kalo di manipulasi itu berarti harus ada aslinya kan?
logikanya gini bung... untuk apa Muhammad berbohong tentang Isra, sudah sejak
dulu beliau terkenal dengan gelar "Al Amin" yg dapat dipercaya... gelar itu gak
sembarangan bung ditengah kaum jahilliah...
emang dongeng Yahudi dan Nasrani ada juga Isra Mi'raj? dongeng yg mane bung?
coba tunjukin...
=====
amrace;
bisa saja, tinggal tunggu orang yang datang dari jakarta, pasti akan
bercerita banyak.
Bukankah di Mekah banyak pedagang2 Yahudi ? bukankah muhammad dulu adalah
pegawainya khadijah seorang pedagang juga ? lalu apa susahnya bagi sesama
pedagang untuk mendengarkan cerita mengenai Jerusalem dari pedagang2 Yahudi itu
?
Goreng:
terus kalo Sidrat Al-Muntaha gimane? siape yg pernah kesana, sampe dia
menceritakan tentang itu?
emang ada pedagang yg ke Sidrat Al-Muntaha ? please dong ah...
=====
amrace:
Santai-santai aja bung, Paulus sudah dikritisi abis oleh orang Kristen, dan
terbukti....tidak ada salahnya tuh.
Goreng:
Buka mata anda ini nyata....
Dari tulisan tangan Paulus di atas, terdapat tiga fakta fundamental
kebohongan Paulus:
1. Paulus mengaku menerima Injil bukan dari manusia, tetapi dari Yesus (ayat
12). Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini? Mengapakah
Paulus tidak menunjukkannya kepada umat manusia? Jika injil yang dimaksud
adalah keempat injil kanonik, bukankah keempat injil kanonik ini ditulis oleh
masing2 pengarangnya jauh setelah terangkatnya Yesus ke langit? Pernyataan
Paulus ini tidak lain hanyalah isapan jempol semata, tanpa bukti, dan mengada2!
2. Paulus mengaku2 menerima wahyu dari Yesus untuk memberitakan ajarannya
kepada bangsa2 non Yahudi (ayat 16). Sebagaimana tersurat dalam injil2 kanonik,
Yesus diutus Allah hanya untuk umat sesat Israel. Jadi, bagaimana mungkin
Paulus menerima wahyu dari Yesus, sementara Yesus sendiri hanya seorang rasul
utusan Allah? Pernyataan ini juga tidak lain hanyalah isapan jempol, tanpa
bukti, dan mengada2!
3. Lebih jelas, Paulus sendiri mengakui kalau rupanya tidak dikenal oleh
orang2 Kristen Yudea (ayat 22), yaitu sebuah wilayah di Palestina selatan yang
dihuni oleh orang2 Israel keturunan Yehuda, tempat dimana Yesus mengemban
misinya. Bagaimana mungkin seorang rasul utusan Yesus tidak dikenal oleh umat
Israel dimana Yesus dibesarkan dan mengajarkan ajarannya? Lebih jauh, kecuali
hanya sedikit, umat Israel tidak pernah mengakui Yesus sebagai nabi atau pun
Tuhan! Bahkan, saking jengkelnya mereka, Yesus pun diburunya untuk "dibantai"
di tiang salib! Dari sini, kita bisa melihat bahwa umat Israel tidak mungkin
menerima Paulus, oleh karena ia bukan dari golongan umat Israel, melainkan
seseorang dari bangsa lain. Pernyataan Paulus ini membuktikan bahwa ia sama
sekali bukan dan tidak pernah bahkan tidak mungkin menjadi murid Yesus! Lebih
jauh lagi, sebenarnya Paulus telah mengada2kan sendiri kesaksiannya yang
seolah2 orang2 Yudea tersebut beragama Kristen, padahal orang2 Yudea adalah
orang2 Israel yang beragama Yahudi yang lantang menolak Yesus! Kalau begitu,
siapakah yang mengajarkan Kristen kepada orang2 Yudea? Bukankah Paulus sendiri
ditolak? Benar2 isapan jempol!
baca :
http://datakristen.blogspot.com/2007/08/kontradiksi-paulus-bertobat.html
Peace