Posted by : "reporter jalanan"
<reporter_jalanan@
Date : 17 Juli 2008PERIHAL : S A R A N !
SIFAT : SEGERA !KLASIFIKASI : TIDAK RAHASIA /TERBUKA !
Saran untuk MUI:
Kiat menyetop pelecehan, penghinaan dan penistaan terhadap Nabi Muhammad
I S I S A R A N
Di tengah maraknya penghinaan, pelecehan dan penistaan terhadap
Nabi Muhammad melalui berbagai media yang tersebar di seluruh dunia,
saya sarankan kepada MUI untuk SEGERA mengeluarkan fatwa yang isinya
agar warga negara Indonesia mulai detik ini tidak lagi memberi nama
anaknya pakai embel-embel Muhammad.
Langkah ini amat penting agar nama Nabi junjungan kita semua (baca: umat
Muslim) tidak semakin dilecehkan, dihina, dinista dan disakralkan secara
berlebihan. Kalau saran saya diterima, hendaknya dapat dilaksanakan mulai
tanggal fatwa diluncurkan. Langkah sosialisasi juga penting dengan
memasang iklan layanan masyarakat di berbagai kanal media (tak cuma di
Republika dan Sabili).
Fotocopy fatwa tersebut juga wajib ditempelkan di seluruh rumah sakit
bersalin, kantor Catatan Sipil, tempat praktik bidan-bidan dan dukun-dukun
bersalin, kecamatan, kelurahan, RT/RW, stasiun-stasiun kereta, bandara-bandara,
dan terminal-terminal bus di seluruh wilayah NKRI.
Kenapa fatwa itu amat penting? Karena akhir-akhir ini banyak terungkap
kasus KKN, pencurian, penodongan, pemerkosaan, pembunuhan, pencongkelan spion
mobil, penipuan, pengedar narkoba, pembegalan dan lainnya yang melibatkan
nama Muhammad.
Contoh yang kelas kakap adalah Haji Haji Muhammad Soeharto, Muhammad Bob Hasan
dan masih banyak lagi yang lainnya. Walau mereka 'nebeng beken' pakai
nama Muhammad dan beragama Islam tapi melakukan tindakan-tindakan tak
terpuji. Nah, Minggu lalu ada pencopet yang tertangkap basah di Senen juga
bernama Muhammad. Salah satu teman saya kala SMP yang bernama Muhammad
kini berprofesi sebagai gigolo. Kerjaannya cuma memuaskan para tante
girang. Bayangkan kalau ia tertangkap basah, lalu diberitakan di berbagai
media massa, kan malu? Masak sih Muhammad kok jadi gigolo?
Ini justru penghinaan yang amat luar biasa terhadap Nabi Muhammad
dibandingkan kartun Denmark yang tak ada apa-apanya.
Sungguh ironis kan?
Hendaknya MUI juga menghimbau kepada warganegara Indonesia yang sudah
terlanjur memakai nama Muhammad
untuk tidak berperilaku buruk dan tercela. Kalau memungkinkan, MUI
menyarankan kepada mereka untuk ganti nama saja, demi menjaga hal-hal yang tak
diinginkan di kemudian hari.
Lihat, jarang umat Kristiani menamai anaknya Jesus. Lihat, umat Kristiani
juga ogah mengenakan busana ala Jesus. Mungkin alasannya biar tidak kualat.
Sedangkan sebagian umat Islam amat mensakralkan dan memberhalakan Muhammad
seolah setara dengan Tuhan.
Kian banyak lelaki
Muslim mengenakan busana ala Muhammad. Lihat orang-orang FPI yang
berbusana ala Nabi sambil bawa golok dan segala macam senjata tajam. Gaya
hidup Nabi jadi trend-setter. Pakemnya:
pelihara jenggot ala Nabi Muhammad jadi kewajiban. Mereka pakai celana
3/4, katanya model Nabi Muhammad. Mereka pakai sandal jepit katanya
meniru Nabi. Jidatnya ada tanda hitam, katanya meniru Nabi. Pokoknya mereka
berlomba-lomba untuk berpenampilan mirip Muhammad. "Kalau sudah
mirip Kanjeng Nabi kan dijanjikan masuk surga," katanya.
Ada juga yang mengusulkan agar Valentine Day
diganti menjadi Muhammad Day. Kian aneh-aneh saja......
Salam,
FPI mau juga diajak untuk mensweeping para anggota FPI yang bernama Muhammad
karena sangat merusak, serta bayi-bayi yang bernama Muhammad.