Fyi,
Wassalam
HMNA
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurrahman
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, July 12, 2008 2:11 PM
Subject: Re: [Islam-vs-Kristen] Re: Injil Barnabas
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
789. Timbangan Buku "Injil Barnabas"
Nama Buku: Seluk Beluk Buku Yang Disebut Injil Barnabas
Pengarang: Drs. B.F. Drewes dan Drs. J. Slomp
Cetakan Pertama 1983
PENERBIT YAYASAN KANISIUS
Jl. P. Senopati 24, Telepon 2309. Telex 25143, Yogyakarta
PENDAHULUAN
Sering ada orang bertanya, "Apa sih itu injil Barnabas, yang disebut-sebut
orang? Kalau kita buka kitab suci Perjanjian Baru, ternyata injil itu tidak
dimuat!" Buku kecil ini ditulis dengan maksud untuk memberi jawaban atas
pertanyaan tersebut di atas. Dalam buku kecil ini akan diuraikan pokok-pokok
sebagai berikut:
Bagaimanakah "injil" itu ditemukan? Terjemahan manakah yang kini beredar, dan
naskah-naskah kuno manakah yang dipakai oleh para penterjemahnya? (Bab 1 );
Kapan "injil" itu dikarang? (Bab 2);
Siapakah pengarangnya dan di manakah "injil" itu ditulis? (Bab 3);
Selanjutnya akan ditinjau isi "injil" itu dalam garis besarnya (Bab 4);
Akhirulkalam akan dikemukakan beberapa kesimpulan (Bab 5), disusul dengan
daftar kepustakaan.
Buku kecil ini disusun oleh Drs. B.F. Drewes berdasarkan bahan-bahan penelitian
ilmiah yang sebagian besar dikerjakan oleh Drs. J. Slomp. Alihbahasa ditangani
Galih Resi. Untuk selanjutnya akan digunakan singkatan Barn kalau dimaksudkan
kitab "injil" Barnabas. Dan bila kitab itu disebut injil, kata itu akan
ditempatkan antara tanda kutip ("injil"), karena kitab itu bukan Injil dalam
arti kitab-kitab Injil yang terdapat dalam kitab suci Perjanjian Baru. Sebab
Barn jauh lebih muda usianya, dan dikarang oleh seseorang berdasarkan
kitab-kitab Injil yang asli yang terdapat daIam kitab suci Perjanjian Baru.
Besar harapan kami semoga buku kecil ini dapat memberikan jawaban atas berbagai
pertanyaan yang timbul di sana-sini sekitar kitab '"injil" Barnabas.
BAB 5. KESIMPULAN-KESIMPULAN
Dari uraian tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Barn sudah pasti tidak dikarang oleh seorang yang mengenal Yesus atau salah
seorang Rasul. Kitab Barn pasti tidak berasal dari abad-abad pertama sesudah
Masehi. Dari Gereja Purba, yakni abad-abad pertama sesudah Masehi, kita sama
sekali tidak memiliki satu naskah pun dari Barn, dan tidak ada bukti bahwa
naskah Barn pernah dikenal oleh Gereja Purba. Karena kurun jaman antara Barn
dengan abad pertama sesudah Masehi sedemikian jauhnya, tidak ada satu alasan
pun untuk menempatkan Barn sederajat bahkan melebihi Injil-Injil Perjanjian
Baru.
Pengarang Barn hidup lebih dari sepuluh abad sesudah Masehi, sekurang-kurangnya
sesudah tahun 1300 dan kemungkinan besar dalam abad ke-16. Ada kemungkinan
sebagai orang Yahudi yang menjadi korban inkuisisi Gereja Katolik Roma dan
dipaksa hidup sebagai orang Kristen. Kemudian dia berkenalan dengan agama Islam
dan agaknya merasa tertarik kepada agama ini. Lalu dikarangnya Barn untuk
menunjukkan kepada orang akan arti Muhammad. Jadi meskipun Barn mengandung
banyak bahan dari Injil-Injil Perjanjian Baru, jelaslah arah pokoknya dan
tujuan utama Barn berlainan sekali dengan arah dan tujuan keempat Injil.
***
Timbangan:
Injil Barnabas termasuk dalam sekelompok dari 14 kitab apocryph yaitu ditolak
(not considered canonical), karena isinya bertentangan dengan keempat Injil
dalam Perjanjian Baru, terutama dalam hal theologi. Injil Barnabas sejalan
dengan doctrine Arius Alexander dari gereja Alexandria. Dewasa ini penganut
doctrine Arius Alexander masih tersisa sebagai ummat Qibthi (Copti). Mereka
disebut Unitarian Christian, yang menolak unsur ke-Ilahi-an Jesus.
Kesimpulan bahwa Injil Barnabas dikarang oleh seorang Yahudi yang menjadi
korban inkuisisi Gereja Katolik Roma dan dipaksa hidup sebagai orang Kristen,
kemudian dia berkenalan dengan agama Islam, ini bertentangan dengan fakta
sejarah yang termaktub dalam karya Jerald F Dirk, berjudul "Salib di Bulan
Sabit", seperti berikut:
"Injil Barnabas dianggap kanonik (bukan apocryph) oleh gereja Alexandria hingga
325 Masehi; Injil Barnabas banyak dikutip oleh Iranaeus, uskup Lyon pada abad
ke-2 Masehi" ["Salib di Bulan Sabit", halaman 116 pada bagian "Kitab-kitab
Apocryph" pada Bab 5 "Penyaliban"].
Jadi, karena Injil Barnabas sezaman dengan Iranaeus, uskup Lyon pada abad ke-2
Masehi, maka tidak mungkin itu hasil "rekayasa" seorang Yahudi korban inkuisisi
Gereja Katolik Roma yang masuk Islam , karena Injil Barnabas sudah ada secara
historis sebelum datangnya Islam.
Seperti diketahui pada pertengahan abad ke-16 terjadilah pemaksaan
besar-besaran secara kejam atas orang-orang Yahudi dan Muslimin untuk menganut
agama Katholik, yang terkenal dalam sejarah sebagai Spanish Inquisition. Pada
masa itu keadaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam sangat menyedihkan,
karena penganiayaan dari pihak Gereja Katolik Roma yang dilaksanakan oleh
inkuisisi tersebut. Ada tiga macam sikap orang-orang Yahudi dan orang-orang
Islam dalam menghadapi inkusisi itu. Pertama, yang tidak mau beralih agama.
Akibatnya mereka disiksa kemudian dieksekusi dengan dibakar atau dipancangkan
di kayu-sula. Kedua, beralih agama menjadi Katholik Roma. Kelompok orang Islam
yang beralih agama itu disebut kelompok Morisko, sedangkan yang dari agama
Yahudi disebut kelompok Marrano. Ketiga meluputkan diri dengan hijrah
menyeberang Laut Atlantik yang dahulunya dinamakan Samudra yang gelap dan
berkabut.
Sekurang-kurangnya ada dua dokumen yang menyangkut waktu pelaksanaan inkusisi
ini. Yang pertama, Raja Spanyol Carlos V mengeluarkan dekrit pada tahun 1539
melarang penduduk bermigrasi ke Amerika Latin bagi keturunan Muslimin yang
dihukum bakar dan dieksekusi di kayu sula itu. Yang kedua dekrit itu
diratifikasi pada 1543, dan disertai perintah pengusiran Muslimin keluar dari
jajahan Spanyol di seberang laut Atlantik. Ini adalah bukti historis tentang
waktu terjadinya inkuisisi tersebut.
Firman Allah:
-- YAYHA ALDZYN AMNWA AN JAaKM FASQ BNBA FTBYNWA (S. ALHJRAT, 49:6), dibaca:
-- ya-ayyuhal ladzi-na a-manu- in ja-kum fa-siqum binabain fatabayyanu-,
artinya:
-- Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasiq dengan
annaba', maka lakukanlah tabayyun.
Annaba' (informasi) dalam hal ini adalah "Buku Yang Disebut Injil Barnabas" dan
tabayyun (klarifikasi), yaitu diperhadapkan pada "Salib di Bulan Sabit".
WaLlahu a'lamu bisshawab.
*** Makassar, 29 Juli 2007
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2007/07/789-seluk-beluk-injil-barnabas.html
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
----- Original Message -----
From: amrace69
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, July 12, 2008 11:19 AM
Subject: Injil Brnabas <= [Islam-vs-Kristen] Re: Fw: Bukti Al Quran Nyontek
(Bagian III) => Tidak Nyontek Tetapi Membetulkan
amrace:
Namanya juga mendekati kebenaran....kok bisa-bisanya dikatakan sebagian benar
dan sebagian salah, how come ?
Jadi jangan coba-coba berbicara injil barnabas kalau tidak pernah membaca
injil tsb....ok
_