Artikel yang menarik untuk direnungkan. Semoga membawa pencerahan.
 
salam,
bhirawa_m
penganut buddhisme

--- On Thu, 8/14/08, karl karnadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: karl karnadi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [] Otak dan Roh II: Kecerdasan Buatan
To: "Ateis Indo Milis" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, August 14, 2008, 7:56 PM










Otak dan Roh II: Intelijensia Buatan

Artificial Intelligence, atau AI, adalah istilah yg sering kita dengar dari 
film2 science fiction. AI adalah hasil usaha kita untuk mendesain suatu mesin, 
dengan suatu kecerdasan, yg tentunya kita inginkan untuk membantu membuat hidup 
kita lebih mudah dan lebih baik. Berbicara tentang kecerdasan tentunya acuan yg 
kita tahu adalah kecerdasan manusia, tapi tujuan akhirnya tentunya bukan hanya 
sebatas manusia. AI bukan fiksi, AI adalah kenyataan, penelitian nyata yg 
mengalami kemajuan luar biasa seiring dgn perkembangan teknologi pesat komputer 
& internet. Sejauh mana AI telah dan akan berkembang?.

Penggunaan AI sudah cukup luas. Prediksi saham, analisa data perusahaan untuk 
membuat keputusan2 penting (data mining), pengenalan wajah, suara, diagnosa 
mobil pd bengkel (expert system), mengalahkan juara catur dunia. Itu hanyalah 
sebagian kecil contoh dari banyaknya aplikasi AI saat ini. Apakah mesin 
hanyalah mesin, tidak akan sehebat manusia?. Penelitian di bidang robotik cukup 
pesat. Tahun 2008 & 2009 Toyota mulai testing robot perawat mereka pd rumah 
sakit di Jepang. MIT memiliki robot Leonardo dgn kemampuan sosialnya, kemampuan 
belajar, teamwork, dan kemampuan2 lainnya yg selama ini hanya kita temui pd 
manusia (dan mungkin pd simpanse). Kemampuan robot yg sekarang, jelas belum 
seperti film terminator, tapi tentunya hanyalah menunggu waktu untuk bisa lebih 
dari itu (minimal lebih sosial dan tidak sekaku arnold di film itu).

Sekarang, apakah masalahnya bila AI sudah mencapai tingkat intelijensia seperti 
atau bahkan melebihi manusia?. Kita manusia tentunya harus menghilangkan 
kesombongan kita, kebanggaan bahwa kita seolah2 adalah satu2nya spesies yg bisa 
punya intelijensia tinggi. Kita juga harus merubah persepsi kita thd "pribadi", 
apakah itu "pribadi"?. Bagaimana kalau sebuah robot diberi memori, kemampuan 
berpikir, dan badan 100% sama spt seseorang bernama Joni, apakah robot itu 
adalah Joni?. Bagaimana kalau Joni yg sebenarnya diganti satu per satu organnya 
dgn organ sintetis (kita bahkan sekarang sudah bisa buat jantung sintetis). Apa 
yg terjadi pd saat otaknya diganti dgn otak robotik?, apakah Joni tetap Joni?. 
Bagaimana anda bisa membedakan antara manusia dan robot?.

Apapun yg terjadi tentunya pengertian kita terhadap "roh" harus berubah. Roh 
bukan entitas ajaib yg kadang2 kita lihat dlm bentuk bayangan hitam, atau 
sekelebat putih2 lewat. Akan susah sekali untuk meninggalkan pemikiran kita yg 
sudah kita percaya dan terima dari kita kecil, tetapi pengetahuan baru tentunya 
terlalu berharga untuk kita lewatkan. 

"Saya" adalah bagaimana otak saya bekerja. Pada saat otak saya tidak bisa 
bekerja lagi, memori ingatan saya hilang, kemampuan berpikir saya hilang, hidup 
saya berakhir di situ. Tetapi untuk bisa hidup saja adalah suatu keberuntungan 
bagi kita, tentunya kita tidak perlu menciptakan berbagai cerita afterlife 
(kehidupan setelah mati) untuk menghibur diri sendiri. Just live your life to 
the fullest.

Karl K.


____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Sie sind Spam leid? Yahoo! Mail verfügt über einen herausragenden Schutz gegen 
Massenmails. 
http://mail. yahoo.com  














      

Kirim email ke