Keep on Smiling!
Written by : Ruli Amirullah
Assalamualaikum Wr Wb,
Dear all,
Pernah kagum sama keberhasilan
seseorang? Pasti pernah! (walaupun mungkin batasan antara kagum dan iri jadi
tipis…)
Kita mungkin pernah kagum pada
seseorang yang berhasil menduduki posisi penting di perusahaan di usia muda.
Kita mungkin pernah kagum pada seseorang yang berhasil mencapai popularitas,
entah dalam waktu singkat ataupun memang sudah dirintis sejak lama. Kita kagum
pada seseorang yang sukses menjadi tokoh politik…
Saya, karena senang menulis,
sering kagum pada orang-orang yang sukses menulis sebuah buku yang kemudian
menjadi best seller..
Saya, karena juga senang
traveling, sering kagum pada orang-orang yang bisa keliling dunia, entah itu
karena tugas ataupun harta sendiri..
Intinya, kita kagum pada
keberhasilan dan kesuksesan seseorang mendapatkan segala hal tersebut..
Sampai akhirnya saya bertemu
seseorang, yang mengajarkan pada saya arti sukses yang baru..
Ia selalu tampak ceria dan
menyenangkan. Mungkin kalau kita tidak kenal dekat, kita akan menganggapnya
seseorang yang segala keinginannya terpenuhi, hingga ia selalu tampak bahagia..
Nyatanya tidak..
Ketika saya mengetahui sedikit
cerita hidupnya.. saya baru sadar.. cerita hidupnya ternyata bukan sebuah
cerita yang menyenangkan!
Saya, tentu saja tidak bisa
menceritakan segala detil cerita hidup dia. Lagian bukan itu yang ingin saya
bahas..
Yang ingin saya ceritakan adalah,
bagaimana dia, dengan segala permasalahan hidupnya ternyata tetap bisa
tersenyum, bahkan tetap memandang langit dan selalu berkata, “Terima kasih ya
Allah!”
Dulu, saya sering tersenyum
bangga ketika ada orang yang mengatakan saya sabar.. tapi mungkin kini tidak
lagi…
Mengingat jalan hidup saya yang
ternyata memang menyenangkan..
Masa kecil saya begitu nyaman.
Sebagai anak bungsu, bisa dibilang segala kebutuhan saya terpenuhi. Apalagi
saat itu perekonomian orang tua sedang menanjak. Masa remaja saya, malah jauh
lebih menyenangkan lagi. Keluarga rukun, saudara rukun… perhatian melimpah..
pokoknya nyaman!
Jadi, ketika saat ini saya
mungkin memang mudah tersenyum (sehingga beberapa orang bilang saya sabar),
saya rasa itu karena memang saya memiliki masa kecil dan jalan hidup yang
menyenangkan….
Ketika saya sering berkata
“terima kasih ya Allah” itu bahkan sudah bukan suatu hal yang aneh, wong saya
memang sudah banyak mendapat kenikmatan!
Sementara, kalau saya mendapat
jalan hidup seperti yang ia ceritakan.. mungkin saya menjadi orang yang keras,
atau malah cengeng…
Tapi, dia tidak!
Dia tidak menjadi seorang yang keras
dan apatis terhadap hidup..
Dia juga tidak menjadi seorang
yang cengeng dan merasa dirinya orang yang sengsara..
Tidak…
Dia tetap menjadikan Allah tempat
curhatnya..
Dia tetap memandang langit dengan
mata yang penuh terima kasih..
Dia tetap bersyukur atas segala
yang ia dapat…
Bahkan, setiap saya membicarakan
permasalahan hidup, dia dengan riang selalu mengkaitkan dengan betapa baiknya
Allah pada dia…
Dengan segala permasalahan
hidupnya, dia tetap merasa Allah sangat sayang pada dirinya..
Dia memang bukan orang kaya..
Dia juga tidak menduduki jabatan
penting di pekerjaannya..
Dia bukan anak gaul yang menjadi
pusat perhatian orang dengan segala ke-glamouran-nya…
Bahkan keinginannya pun juga
banyak yang tidak dia dapatkan..
Tapi, orang merasa nyaman berada
dekatnya..
Mungkin itu karena dia juga
merasa nyaman dengan Allah..
Orang merasa tenang berada
di dekatnya..
Mungkin itu karena ia merasa
tenang Allah menjadi pegangan hidupnya..
Orang merasa enjoy bicara
dengannya..
Mungkin itu karena ia pun begitu
enjoy saat curhat dengan Allah…
Dan semua orang tersenyum
padanya..
Karena iapun selalu tersenyum
pada Allah..
Jadi..
Saya rasa, dia pun pantas kita
kagumi..
Bukan karena ia sukses
mendapatkan apa yang ia inginkan..
Tapi karena ia sukses mensyukuri apa
yang ia dapatkan!
Karena ia sukses, menjaga
hatinya, sehingga ia selalu positif thinking pada Allah..
Teman,
Tahukan apa yang terjadi bila
seseorang berhasil menjadikan Allah sebagai cintanya?
Maka Allahpun akan jauh lebih
mencintai hambanya tersebut. Allah kemudian memberi tahu Jibril bahwa Allah
mencintainya, dan Jibril-pun ikut mencintai hamba itu. Kemudian Jibril akan
memberi tahu seluruh penghuni langit dan bumi bahwa Allah mencintai hamba itu,
dan kemudian seluruh penghuni langit dan bumi ikut mencintai hamba
tersebut….(lihat
HR. Bukhari)
Subhanallah!
Bisa jadi ia telah berhasil
menjadikan Allah sebagai cintanya..
Sehingga sekelilingnya merasa
begitu nyaman didekatnya..
Ia telah menjadi orang sukses..
Dan semoga saya bisa menjadi
seperti dia..
Keep on smiling to Allah!
Wassalam
Ruli Amirullah
Feel the love of Ar Rahmaan
Wanna feel it? Join ESQ Training..
Ponsel: 085888509931
Office : 021 - 75915710
Email : [EMAIL PROTECTED]
Website : www.esqway165.com
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/